JEPARA, Harianmuria.com – Kebakaran hebat yang melanda gudang mebel CV ALLPIN di Karangkebagusan, Kecamatan Jepara, menewaskan seorang pekerja dan menyebabkan dua pekerja lainnya mengalami luka bakar serius. Hingga Rabu, 14 Oktober 2026, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Aprilianto (22), yang beralamat sesuai KTP di Kabupaten Batang. Sementara itu, dua korban lainnya, Daryono (59), warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, mengalami luka bakar sekitar 35 persen, dan Geswanto (38), warga Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri, mengalami luka bakar hingga 90 persen. Keduanya telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara, Samiadji, mengatakan kebakaran menghanguskan area gudang seluas sekitar 1.000 meter persegi. Bangunan tersebut digunakan untuk kegiatan produksi dan penyimpanan material kayu, mulai dari kayu gelondongan, potongan kayu, hingga serbuk kayu.
“Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik pada saklar. Percikan kemudian menyambar serbuk kayu yang sudah dikemas sehingga api cepat membesar,” kata Samiadji.
Menurut dia, besarnya kobaran api juga memicu ledakan di dalam gudang dan berdampak pada truk roda enam serta tangki yang berada di lokasi. Banyaknya material yang mudah terbakar turut menyulitkan petugas dalam menjinakkan api.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar Jepara mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran. Upaya pemadaman juga mendapat bantuan dua kendaraan dari BPBD Jepara serta personel Polres Jepara.
Namun, proses pemadaman menghadapi kendala pasokan air. Petugas harus mengambil air dari wilayah Guyangan karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.
“Hingga saat ini, Rabu, 14 Oktober 2026, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Total kerugian material belum dapat dipastikan,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Sekar











