PALU, Harianmuria.com — Transformasi birokrasi dan layanan kini tengah digencarkan oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) guna mendongkrak daya saing produk lokal.
Melalui Deklarasi Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM Menuju Pasar Global di Sulawesi Tengah, Senin (28/9/2026), Barantin mengubah perannya tidak hanya sebagai penjaga keamanan hayati, melainkan aktif mendampingi ekspor durian sulteng agar sukses menembus standar ketat internasional.
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa potensi komoditas daerah saja tidak cukup untuk membawa pelaku usaha menembus pasar global tanpa pemenuhan standar kesehatan, keamanan, dan ketertelusuran yang mumpuni.
“Transformasi pelaku usaha menuju pasar global harus dimulai dari kesiapan produk. Tidak cukup hanya memiliki komoditas yang potensial, tetapi juga harus mampu memenuhi standar kesehatan, keamanan, mutu, ketertelusuran, serta persyaratan teknis yang ditetapkan negara tujuan ekspor,” ujar Karding.
Pendekatan baru ini membuktikan efektivitasnya melalui capaian fantastis di lapangan. Berdasarkan data BEST TRUST Barantin hingga Agustus 2026, catatan ekspor durian sulteng ke Tiongkok saja berhasil menembus angka 8.377 ton dengan nilai fantastis sekitar Rp871 miliar.
Selain itu, komoditas perikanan seperti kepiting bakau, kerang darah, dan tuna turut menyumbang devisa daerah yang signifikan.
Transformasi pelayanan publik ini menuntut kecepatan, efisiensi, serta transparansi agar karantina bertransformasi menjadi mitra strategis dunia usaha.
“Kepatuhan terhadap ketentuan karantina memastikan lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, dan produknya berlangsung secara legal, aman, serta memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan hayati,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyambut baik sinergi lintas sektor ini untuk memastikan komoditas unggulan daerah tidak berhenti sebagai bahan mentah semata.
“Penguatan kemudahan investasi dan pembangunan infrastruktur pendukung menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekspor daerah,” ujar Anwar.
Editor: Asih











