• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Juli 28, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Terdampak Proyek Mal Pakuwon, Warga Semarang Tolak Perbaikan Rumah Lewat Tambal Sulam

utia by utia
28 Juli 2026
in Semarang, News
64 2
Tampak rumah warga yang mengalami kerusakan berupa retak di dinding diduga akibat proyek Pakuwon di kawasan Gombel lama, Kota Semarang, Senin (27/7). (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

Tampak rumah warga yang mengalami kerusakan berupa retak di dinding diduga akibat proyek Pakuwon di kawasan Gombel lama, Kota Semarang, Senin (27/7). (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

510
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Proyek pembangunan mal milik Pakuwon di kawasan Gombel lama, memicu keresahan warga RT 006 RW 005, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Hal ini karena warga enggan menggunakan skema perbaikan tambal sulam yang ditawarkan pihak Pakuwon untuk rumah yang mengalami kerusakan akibat proyek in

Tercatat ada 19 rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan berupa retakan pada dinding hingga penurunan lantai sejak proyek perbaikan jalan dan pematangan lahan untuk pembangunan pusat perbelanjaan dikerjakan secara bersamaan di kawasan tersebut.

Warga mengaku kondisi itu membuat mereka tidak lagi merasa aman tinggal di rumah masing-masing.

Salah seorang warga, Mochmad Akwan (60), mengatakan kerusakan rumahnya semakin parah setelah proyek Pakuwon dimulai. Padahal sebelumnya retakan yang muncul masih tergolong kecil karena wilayah tersebut memang berada di kawasan tanah bergerak.

“Kalau dihitung kurang lebih ada sekitar 50 titik retakan. Ada juga lantai yang amblas ke bawah. Sebelum ada proyek perbaikan jalan dan Pakuwon, rumah saya sudah ada retakan kecil, tapi pas proyek berjalan retakannya itu membengkak,” ujar Akwan, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut Akwan, pihak Pakuwon telah menunjukkan itikad baik dengan melakukan peninjauan ke rumah-rumah warga sebanyak dua kali. Bahkan, perusahaan telah menawarkan perbaikan terhadap rumah yang mengalami kerusakan. Namun, tawaran tersebut belum dapat diterima warga.

“Pakuwon saya akui memiliki niat baik. Tapi lewat vendor mau ditambal. Warga keberatan karena pembangunan mal masih lama, paling tidak empat tahun. Kalau ditambal sekarang, nanti retak lagi,” katanya.

Ia menjelaskan, warga lebih memilih menerima kompensasi dalam bentuk uang tunai agar bisa menentukan sendiri proses perbaikan rumah. Bahkan, sebagian warga mengaku siap direlokasi apabila diberikan skema ganti untung.

“Maunya warga dikasih kompensasi saja biar tidak merepotkan pihak Pakuwon. Kami juga menghendaki skema diganti untung dan siap pindah agar lebih bebas membangun, tidak terganggu masalah dampak warga,” paparnya.

Sementara itu, Ketua RT 006 RW 005 Tinjomoyo, Tugimin, mengatakan sikap tersebut merupakan hasil kesepakatan warga dalam pertemuan yang digelar pada 5 Juli 2026. Menurutnya, mayoritas warga menolak skema perbaikan yang dilakukan vendor karena dinilai tidak menjawab seluruh kerusakan yang terjadi.

“Kesepakatannya Pakuwon mau bertanggung jawab. Tapi kehendak warga kalau cuma ditambal sulam itu tidak mau. Rapat terakhir warga minta ganti untung atau uang tunai, bukan dikerjakan oleh vendor,” ungkap Tugimin.

Ia menambahkan, skema perbaikan yang ditawarkan hanya mencakup retakan tertentu, sementara kerusakan lain seperti plafon amblas dan munculnya retakan baru belum masuk dalam rencana penanganan.

Selain persoalan kerusakan rumah, warga juga mulai merasakan dampak lain berupa debu dan kebisingan proyek. Tugimin menyebut aktivitas pembangunan diperkirakan masih berlangsung cukup lama sehingga dikhawatirkan terus mempengaruhi kenyamanan warga.

“Kalau pengeboran saja kontraknya tiga tahun. Kemungkinan sampai 2029 itu baru dimulai pembangunan malnya. Belum lagi dampak debu-debu dari proyek, sekarang banyak warga mengeluh dan anak-anak yang kena flu,” ujarnya.

Hingga kini, warga mengaku belum menerima kepastian mengenai jadwal pelaksanaan perbaikan rumah dari pihak Pakuwon. Mereka berharap perusahaan dapat mempertimbangkan skema ganti untung sebagai solusi yang dinilai lebih memberikan kepastian bagi warga terdampak.

Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Tia

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Semarang Hari IniBerita Semarang TerkiniProyek Mal Pakuwon
SummarizeShare37SendShare
Previous Post

Perkuat Budaya Antikorupsi, Pemkab Rembang Ajak Pegawai di Pelayanan Publik Tolak Gratifikasi

Next Post

Rusak Parah, Atap Kelas SDN Tanggirejo Grobogan Mulai Dibongkar Usai Ditinjau Tim Pusat

utia

utia

Berita Terkait

Gubernur Jateng Pastikan Stok Air Bersih Aman Selama Musim Kemarau

Gubernur Jateng Pastikan Stok Air Bersih Aman Selama Musim Kemarau

by utia
27 Juli 2026
532

SEMARANG, Harianmuria.com - Gubernur Ahmad Luthfi memastikan cadangan air bersih bisa mencukupi setiap daerah di Jawa Tengah yang mengalami kekeringan. Hal ini ia sampaikan dalam rapat pengendalian operasional...

Seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh di Jateng Masuki Babak Akhir, Ada 942 Pendaftar

Seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh di Jateng Masuki Babak Akhir, Ada 942 Pendaftar

by utia
26 Juli 2026
522

SEMARANG, Harianmuria.com - Seleksi beasiswa santri dan pengasuh pesantren yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memasuki babak akhir. Tercatat adanya sebanyak 942 pendaftar yang terdiri dari 702 santri...

6 Warga Semarang Meninggal Akibat Leptospirosis Tahun Ini, Meningkat Sejak Akhir 2025

6 Warga Semarang Meninggal Akibat Leptospirosis Tahun Ini, Meningkat Sejak Akhir 2025

by utia
23 Juli 2026
519

SEMARANG, Harianmuria.com - Sebanyak enam warga Kota Semarang tercatat meninggal dunia akibat penyakit leptospirosis tahun ini. Penyakit yang ditularkan melalui bakteri dari urine tikus itu banyak ditemukan di...

Gubernur Jateng Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran

Gubernur Jateng Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran

by utia
22 Juli 2026
519

SEMARANG, Harianmuria.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut kunjungan Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di kantornya, Rabu, 22 Juli 2026. Dalam kesempatan ini, Luthfi...

Load More

BERITA UTAMA

Kerap Dilanda Banjir, Pemkab Pati Usul Sudetan Sungai Juwana 11 Km

Kerap Dilanda Banjir, Pemkab Pati Usul Sudetan Sungai Juwana 11 Km

28 Juli 2026
513
8 Kecamatan di Blora Belum Punya SMA/SMK Negeri, Siswa Sambong Tempuh 16 Km ke Cepu

8 Kecamatan di Blora Belum Punya SMA/SMK Negeri, Siswa Sambong Tempuh 16 Km ke Cepu

28 Juli 2026
521
Anggaran Perbaikan Jalan Kunduran–Blora Dipangkas Jadi Rp2 Miliar, Ini Alasannya

Anggaran Perbaikan Jalan Kunduran–Blora Dipangkas Jadi Rp2 Miliar, Ini Alasannya

27 Juli 2026
514
Temui Gubernur Jateng, Said Iqbal Bahas PHK PT Victory Apparel Semarang

Temui Gubernur Jateng, Said Iqbal Bahas PHK PT Victory Apparel Semarang

27 Juli 2026
525

TRENDING HARI INI

  • Hibah 30 Ribu Buku dari Perpusnas untuk Blora Terganjal Efisiensi Anggaran

    Hibah 30 Ribu Buku dari Perpusnas untuk Blora Terganjal Efisiensi Anggaran

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • KP2MI Dorong Ekosistem Pelindungan Anak PMI dari Desa hingga Luar Negeri

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Pemotor Asal Kudus Luka Berat Usai Tertabrak Truk di Jembatan Tanggulangin Demak

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Said Iqbal Soroti PHK PT Samwon, Bupati Jepara Pastikan Penyerapan Pekerja Terdampak

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Kisah Darwinah, Purna PMI yang Membuktikan Brain Circulation Mampu Gerakkan Ekonomi Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Pastikan Stok Air Bersih Aman Selama Musim Kemarau

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 8 Kecamatan di Blora Belum Punya SMA/SMK Negeri, Siswa Sambong Tempuh 16 Km ke Cepu

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

PPPK saat melakukan audiensi di gedung DPRD Pati. (Arif Febriyanto/Harianmuria.com)

Kemenag Buka Pendaftaran PPPK 2022 Formasi Non ASN dan Umum, Cek Jadwal dan Rincian Informasinya

19 November 2022
605
Cerita Paundra, Sembuh dari Mata Minus 6 setelah Terapi di VIO Optical Clinic

Cerita Paundra, Sembuh dari Mata Minus 6 setelah Terapi di VIO Optical Clinic

8 Februari 2024
623

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya