GROBOGAN, Harianmuria.com – Warga Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan memilih swadaya memperbaiki jalan desa Pulokulon-Pojok lantaran kondisinya yang kian memprihatinkan serta membahayakan pengguna jalan.
Uang hasil swadaya digunakan untuk membeli material padas batu untuk menambal jalan Pulokulon-Pojok yang rusak. Pada Senin, 20 April 2026, warga gotong royong siang hingga malam agar jalan bisa digunakan kembali.
Salah satu warga, Eka, mengaku tergerak secara pribadi untuk menyumbangkan dua rit padas batu. Ia menyebut langkah tersebut murni karena rasa kemanusiaan, tanpa motif lain.
“Saya kasihan dengan anak-anak yang mau sekolah. Banyak yang sudah jatuh karena jalan ini berlubang. Kalau hujan pasti becek dan banyak genangan air,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.
Perempuan yang berprofesi sebagai wiraswasta itu mengaku sering melihat langsung dampak buruk kerusakan jalan Pulokulon-Pojok terhadap aktivitas warga. Kondisi tersebut dinilai sudah sangat mengkhawatirkan.
Tak hanya kali ini, upaya swadaya masyarakat sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Warga rutin menggalang dana untuk melakukan perbaikan sementara, bahkan mendapat dukungan dari alumni LPKS Koreaindo yang kini bekerja di Korea Selatan.
“Sudah sejak tiga tahun lalu, warga menggalang dana. Bahkan alumni di Korea juga ikut membantu untuk membeli dastu,” jelas Eka.
Sementara itu, Rifki, warga lainnya, mengatakan kerusakan jalan sangat menghambat aktivitas ekonomi dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan.
“Sudah banyak siswa yang jatuh. Jalannya berlubang cukup dalam. Kalau hujan becek, kalau kemarau berbatu,” keluhnya.
Ia menambahkan, kondisi jalan yang dulunya mulus dengan cor beton berubah drastis dalam tiga tahun terakhir akibat minimnya perawatan.
“Dulu jalannya halus, sekarang penuh lubang. Sangat mengganggu aktivitas warga,” ungkap Rifki.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Grobogan segera turun tangan memberikan penanganan permanen. Mereka menginginkan perbaikan jalan yang lebih kokoh agar tidak terus bergantung pada upaya swadaya.
Menurut warga, infrastruktur jalan yang baik menjadi kunci kelancaran akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga roda perekonomian desa.
“Harapannya sederhana, jalan bisa dicor kembali agar aktivitas warga lancar,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











