KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Warga dari berbagai kalangan menunjukkan aksi nyata peduli lingkungan dengan mengadopsi ratusan bibit pohon jambu untuk menghijaukan lereng Gunung Merbabu, tepatnya di Bukit Gedad, Dusun Pulihan, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Hingga saat ini tercatat 500 bibit pohon jambu telah diadopsi masyarakat melalui program yang digagas Komunitas Latar Kalitan. Ratusan bibit tersebut kemudian ditanam di kawasan yang merupakan daerah tangkapan air bagi wilayah Salatiga dan sekitarnya.
Pola Adopsi Bibit Bangun Rasa Memiliki
Koordinator Ruang Tanam Bibit Adopsi Latar Kalitan, Riski Adi Putra, menjelaskan bahwa pola adopsi sengaja dikembangkan agar warga memiliki rasa memiliki terhadap pohon yang mereka adopsi dan tanam.
“Dengan sistem adopsi ini, para pengadopsi memiliki keterikatan emosional dengan pohon yang mereka tanam di lereng Gunung Merbabu,” ujar Riski, Jumat, 9 Januari 2026.
Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran kolektif untuk menjaga alam yang selama ini menopang kehidupan masyarakat.
Dibuka Sejak Agustus 2025, Warga Antusias
Riski menyebutkan, program adopsi bibit pohon jambu telah dibuka sejak Agustus 2025. Antusiasme masyarakat terbilang tinggi, terbukti dengan ratusan bibit yang telah diadopsi hingga saat ini.
Setiap warga yang mengadopsi bibit pohon jambu memberikan kontribusi sebesar Rp50 ribu kepada petani mitra Latar Kalitan.
“Bibit yang diadopsi dirawat terlebih dahulu sebelum ditanam di Bukit Gedad. Masa tanam dimulai sejak Desember 2025 hingga sekarang,” jelasnya.
Dimonitor Rutin, Bibit Mati Diganti
Usai ditanam, bibit pohon jambu tidak dibiarkan begitu saja. Latar Kalitan melakukan monitoring setiap tiga bulan sekali untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal.
“Setiap bibit diberi name tag sesuai nama pengadopsi. Jika ada yang mati, akan segera kami ganti dengan bibit baru di lokasi yang sama,” ungkap Riski.
Ia menambahkan, langkah ini dilakukan agar keberhasilan penghijauan benar-benar terjaga dalam jangka panjang.
Lindungi Kawasan Tangkapan Air
Riski menegaskan, pemilihan kawasan lereng utara Gunung Merbabu bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut merupakan kawasan tangkapan air bagi Kota Salatiga dan sekitarnya.
“Ini bagian dari upaya menyelamatkan sumber mata air yang sangat dibutuhkan masyarakat. Pohon jambu dipilih karena adaptif dan bermanfaat secara ekologis maupun ekonomis,” tegasnya.

Polres Salatiga Turut Ambil Bagian
Kegiatan penanaman bibit pohon jambu ini juga melibatkan jajaran Polres Salatiga sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian alam.
Kasi Humas Polres Salatiga, Ipda Sutopo, menyampaikan bahwa keterlibatan kepolisian merupakan wujud tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
“Kita semua punya kewajiban menjaga ekosistem alam yang berkesinambungan. Penanaman pohon jambu ini salah satu upaya nyata,” ujarnya.
Ipda Sutopo menambahkan, selain menjaga tangkapan air, pohon jambu juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat melalui hasil buahnya.
“Jika berbuah, jambunya bisa dimanfaatkan warga. Lingkungan terjaga, masyarakat pun merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki











