• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Kabupaten Semarang Surplus Beras 30.575 Ton di 2025, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Basuki by Basuki
7 Januari 2026
in Semarang, News
72 1
Kabupaten Semarang mencatat surplus beras 30.575 ton sepanjang 2025, mendukung target swasembada pangan nasional.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha dan jajaran Forkopimda Zoom Meeting Tasyakuran Swasembada Pangan Nasional, Rabu 7 Januari.2026. (Lingkarnews Network/Harianmuria.com)

564
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Kabupaten Semarang mencatat surplus beras sebesar 30.575 ton sepanjang tahun 2025, menjadi bukti kontribusi daerah dalam mendukung target swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Semarang Ngesti Nugraha usai mengikuti Zoom Tasyakuran Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Rabu, 7 Januari 2026.

Presiden: RI Tak Lagi Impor Beras di 2025

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyebut Indonesia berhasil memiliki cadangan beras pemerintah mencapai 3 juta ton pada akhir 2025. Bahkan, sepanjang tahun tersebut Indonesia tidak lagi melakukan impor beras.

Pemerintah pusat juga menargetkan keberhasilan swasembada beras dapat berlangsung berkelanjutan, sekaligus mendorong swasembada komoditas lain seperti jagung dan singkong di tiap daerah.

Pemkab Semarang Perkuat Sektor Pertanian

Menanggapi hal tersebut, Bupati Ngesti menegaskan komitmen Pemkab Semarang untuk terus memperkuat sektor pertanian di wilayah Bumi Serasi.

“Kami terus bersinergi dengan Forkopimda, Dispertanikap, penyuluh pertanian, serta kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui berbagai program yang ada,” ujarnya.

Edukasi Pupuk Organik Tingkatkan Hasil Panen

Salah satu strategi yang diterapkan Pemkab Semarang adalah penggunaan pupuk organik di lahan pertanian guna meningkatkan hasil panen sekaligus menekan ketergantungan pupuk kimia.

“Lahan satu hektare yang biasanya panen 7 ton, kini bisa mencapai 9 ton. Ini melalui edukasi penggunaan pupuk organik dan pengelolaan lahan yang tepat,” jelas Ngesti.

Program ini telah diterapkan di sejumlah wilayah, di antaranya Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, serta Desa Ketapang, Kecamatan Susukan.

Kembangkan Beras Organik dan Bantuan Alsintan

Selain itu, Pemkab Semarang juga mengembangkan beras organik bekerja sama dengan Gapoktan Al Barokah di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan.

Pemkab Semarang turut menyalurkan alat mesin pertanian modern (alsintan) seperti transplanter, drone pertanian, hingga hand tractor.

“Dari 19 kecamatan, sudah 11 kecamatan yang memanfaatkan alsintan secara gratis. Ini sangat membantu petani di tengah sulitnya tenaga kerja pertanian,” terangnya.

Sekolah Tani Milenial Cetak 900 Petani Muda

Upaya lain yang terus dikembangkan adalah Program Sekolah Tani Milenial. Program ini telah berjalan di seluruh kecamatan di Kabupaten Semarang.

“Total sudah ada 900 petani milenial, masing-masing 450 orang pada 2024 dan 450 orang pada 2025,” katanya.

Keberadaan petani milenial diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sektor pertanian, terlebih dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang turut meningkatkan permintaan hasil pertanian.

Produksi Beras Capai Surplus 30.575 Ton

Berdasarkan data Dispertanikap, pada 2025 luas tanam sawah di Kabupaten Semarang mencapai 19.500 hektare, dengan hasil Gabah Kering Panen (GKP) 243.701 ton dan Gabah Kering Giling (GKG): 204.708 ton.

“Produksi beras mencapai 131.013 ton, sementara kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Semarang pada 2025 tercatat 100.438 ton, sehingga terjadi surplus 30.575 ton,” kata Ngesti.

Meski sempat terjadi serangan hama di lahan seluas 643 hektare, Pemkab Semarang memberikan bantuan bagi petani yang mengalami gagal panen.

“Bantuannya berupa benih padi, pupuk, hingga pembebasan PBB bagi petani yang puso. Untuk petani yang hanya panen satu kali, PBB kami diskon 50 persen,” pungkas Ngesti.

Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Semarangkabupaten semarangsemarangsurplus beras semarangSwasembada Pangan
SummarizeShare41SendShare
Previous Post

Kekurangan Guru, SD 2 Pasuruhan Lor Kudus Terapkan Sistem Mengajar Bergantian

Next Post

Anggaran Dana Desa Jateng 2026 Anjlok Drastis, dari Rp1 Miliar Kini Tinggal Rp300 Juta per Desa

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Penghuni Nunggak Sewa 9 Bulan, 4 Kamar Rusun Kaligawe Semarang Disegel Satpol PP

Penghuni Nunggak Sewa 9 Bulan, 4 Kamar Rusun Kaligawe Semarang Disegel Satpol PP

by Rosyid
14 Oktober 2026
527

SEMARANG, Harianmuria.com – Satpol PP Kota Semarang menyegel empat unit kamar di Rumah Susun (Rusun) Kaligawe setelah penghuninya tak kunjung melunasi tunggakan sewa. Penyegelan dilakukan setelah serangkaian pemanggilan...

Tak Sesuai Aturan, Aktivitas Parkir di Jalan D.I. Panjaitan Semarang Ditertibkan

Tak Sesuai Aturan, Aktivitas Parkir di Jalan D.I. Panjaitan Semarang Ditertibkan

by Rosyid
13 Oktober 2026
580

SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menindak aktivitas parkir yang tidak sesuai aturan di Jalan Mayor Jenderal D.I. Panjaitan. Penertiban dilakukan melalui patroli rutin petugas Dishub...

Pengosongan Gedung Pandanaran Dipertanyakan, DPRD Semarang Minta Bukti Kajian Teknis

Pengosongan Gedung Pandanaran Dipertanyakan, DPRD Semarang Minta Bukti Kajian Teknis

by Sekar Sari
13 Oktober 2026
707

SEMARANG, Harianmuria.com - DPRD Kota Semarang menyoroti rencana pengosongan Gedung Pandanaran di kawasan Tugu Muda milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Komisi B DPRD Kota Semarang pun meminta Pemkot...

Jateng Catat 1.778 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, 234 Terjadi di Sekolah

Jateng Catat 1.778 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, 234 Terjadi di Sekolah

by ulfa puspa
13 Oktober 2026
516

SEMARANG, Harianmuria.com – Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 1.778 kasus yang terlaporkan. Dari jumlah tersebut, 234 kasus terjadi di sekolah. Kasus kekerasan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

ILUSTRASI: Kilat yang muncul saat hujan deras, sebaiknya menghindari lokasi rawan. (Freepik/Harianmuria.com)

Rawan, Hindari Lokasi Ini Saat Berteduh dari Hujan Lebat Disertai Petir

24 September 2022
734
Gerbang makam Ki Ageng Ngerang di Purwodadi. (Google Maps/Harianmuria.com)

Kisah Ki Ageng Tarub, Cikal Bakal Para Raja di Tanah Jawa

15 Februari 2023
3.1k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya