SEMARANG, Harianmuria.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Semarang pada Rabu sore, 4 Maret 2026, mengakibatkan puluhan pohon tumbang di berbagai titik. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencatat sedikitnya 86 pohon tumbang berhasil dievakuasi dalam waktu kurang dari satu malam.
Cuaca ekstrem tersebut tidak hanya merobohkan pohon berukuran besar, tetapi juga menerbangkan papan reklame serta sejumlah atap baja ringan milik warung di beberapa ruas jalan. Kondisi tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk bergerak cepat menangani dampak cuaca ekstrem tersebut.
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), relawan, serta warga setempat diterjunkan ke sejumlah lokasi terdampak.
Berdasarkan pendataan hingga Rabu malam, lebih dari 80 titik pohon tumbang dan kerusakan pohon tercatat tersebar di berbagai wilayah kota.
Lokasi terdampak di antaranya berada di Jalan Pahlawan, Jalan Imam Bardjo, Jalan Suratmo, Jalan Dr. Cipto, Jalan S. Parman, Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Kota Lama, serta wilayah Purwoyoso, Ngaliyan, Pedurungan, Genuk, dan Semarang Timur.
Di beberapa lokasi seperti Lapangan Simpang Lima, Jalan Madukoro, dan Jalan Mayjend Sutoyo bahkan dilaporkan terdapat lebih dari satu pohon tumbang akibat kuatnya terpaan angin.
“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan. Dalam semalam, 86 titik pohon tumbang berhasil ditangani bersama BPBD, Disperkim, relawan serta warga agar akses jalan segera kembali normal,” ujarnya, Kamis, 5 Maret 2026.
Petugas melakukan pemotongan batang pohon, pembersihan ranting, serta membuka akses jalan yang sempat tertutup material pohon tumbang.
Selain di jalan protokol, kejadian serupa juga terjadi di kawasan permukiman, fasilitas umum, hingga area perkantoran. Beberapa di antaranya berada di sekitar Balaikota Semarang, rumah dinas wali kota, sekolah, puskesmas pembantu, serta sejumlah taman kota.
Hingga Kamis, 5 Maret 2026, beberapa titik masih dalam proses penanganan lanjutan. Pemerintah kota juga terus melakukan pemantauan serta pengecekan kondisi pohon peneduh di ruang publik sebagai langkah mitigasi.
Agustina mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengajak warga tetap berhati-hati, terutama saat hujan deras disertai angin kencang,” tuturnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid











