SEMARANG, Harianmuria.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Emas Semarang mengeluarkan peringatan potensi gelombang tinggi di perairan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.
Gelombang tinggi di Pantai Utara Jateng masuk dalam kategori sedang dengan ketinggian berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Kordinator Bidang Observasi dan Informasi stasiun Meteorolmaritim Tanjung Emas, Ganis Erutjahjo, mengatakan potensi gelombang sedang itu berpeluang terjadi di Kepulauan Karimunjawa bagian barat dan timur, perairan Jepara, perairan Pekalongan hingga Kendal, perairan Semarang–Demak, serta perairan Pati–Rembang.
“Gelombang tinggi tersebut dipicu oleh pola angin di wilayah perairan utara Jawa Tengah yang bergerak dari barat hingga barat laut dengan kecepatan antara 2 sampai 25 knot. Kondisi ini menyebabkan peningkatan tinggi gelombang,” ujar Ganis, Senin, 12 Januari 2026.
Ganis mengatakan bahwa pada musim baratan fenomena peningkatan gelombang memang kerap terjadi. Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi gelombang sedang tersebut masih akan berlangsung hingga 16 Januari 2026.
“Untuk saat ini kami memprediksi potensi gelombang tinggi masih ada sampai tanggal 16 Januari. Namun berdasarkan analisa kami, dampaknya hanya terjadi di wilayah perairan dan kepulauan, tidak sampai meluap ke pemukiman warga,” jelasnya.
BMKG Maritim Tanjung Emas Semarang akan terus melakukan pemantauan dan pembaruan informasi terkait perkembangan tinggi gelombang.
Apabila potensi gelombang tinggi masih berlanjut, BMKG akan kembali mengeluarkan peringatan dini. Sebaliknya, apabila kondisi mulai berangsur menurun, peringatan dini tidak akan diterbitkan.
Menyinggung mekanisme modifikasi cuaca, Ganis menyebut terdapat sejumlah prosedur yang harus dilalui, yakni pemerintah daerah melalui BPBD mengajukan permohonan kepada BNPB, yang selanjutnya diteruskan ke BMKG untuk pelaksanaan modifikasi cuaca.
“Tujuannya untuk mengurangi curah hujan sehingga diharapkan risiko bencana hidrometeorologi dapat diminimalisir,” katanya.
BMKG juga mengimbau para nelayan serta pelaku aktivitas kelautan agar selalu memantau informasi cuaca dan gelombang yang disampaikan BMKG, baik melalui media sosial maupun media elektronik lainnya.
“Keselamatan harus selalu diutamakan saat melaut, baik dalam aktivitas mencari ikan, kerang, maupun kegiatan kelautan lainnya,” pungkasnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Ulfa











