PALU, HARIANMURIA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 terus berjalan optimal. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers secara daring melalui Zoom Meeting yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah bersama perangkat daerah terkait dan insan media, Senin (22/6/2026). Kegiatan berlangsung dari ruang kerja Kepala Diskominfosantik Sulteng.
Konferensi pers dipimpin Kepala Diskominfosantik Sulteng Wahyu Agus Pratama, didampingi Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Andi Ruly Djanggola serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Fikri Latjuba. Sejumlah pihak terkait turut hadir, termasuk BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, BPBD Sulteng, RSUD Undata Palu, serta perwakilan media.
Wahyu Agus Pratama menegaskan pemerintah daerah terus memastikan keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan penanganan bencana di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan terkini mengenai kondisi pascagempa. Forum ini juga untuk menghindari beredarnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan sejumlah wilayah terdampak telah terdata dan menjadi prioritas penanganan. Pemerintah juga terus menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari air bersih, tenda pengungsian, bahan makanan, perlengkapan bayi, hingga perbaikan infrastruktur dasar.
Selain bantuan logistik, pemerintah saat ini juga mempersiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu Djati Cipto Kuntoro melaporkan hingga 22 Juni 2026 pukul 19.30 WITA, tercatat sebanyak 1.256 gempa susulan terjadi dengan magnitudo antara 1,3 hingga 5,3.
“Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi dan dipantau secara intensif. Kami terus memperbarui informasi sebagai dasar mitigasi bagi pemerintah dan masyarakat,” kata Djati.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan serta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. (HMS/RED)











