BLORA, Harianmuria.com – Objek wisata geologi Oro-Oro Kesongo, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora menyemburkan lumpur pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Tercatat hingga pukul 11.30 WIB, ledakan Oro-Oro Kesongo terjadi lima kali dengan intensitas sedang.
Kanit Reskrim POlres Blora, Ipda Adi Bowo, mengatakan hasil informasi yang dihimpun dari warga setempat, semburan lumpur kali pertama terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dengan ketinggian semburan lumpur mencapai 10-15 meter.
“Semburan kedua terjadi pada pukul 06.50 WIB, dan letupan ketiga terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Setiap letupan berlangsung selama kurang lebih 5 menit. Hingga pukul 11.30 WIB, sudah ada 5 kali semburan,” jelas Adibowo.
Menurutnya, semburan termasuk berskala kecil dan tidak sebesar peristiwa tahun-tahun sebelumnya.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami imbau agar warga tetap waspada dan tidak mendekat untuk mengantisipasi gas beracun yang muncul bersamaan dengan semburan lumpur,” ucapnya.
Kepolisian akan segera memasang garis polisi di sekitar semburan Oro-Oro Kesongo agar warga lebih berhati-hati dan tidak mendekat.
Semburan Oro-Oro Kesongo sudah pernah terjadi beberapa kali, yakni pada 27 Agustus 2020 yang mengakibatkan empat orang keracunan dan 18 kerbau hilang. Lalu pada 21 September 2021.
Selanjutnya pada 11 April 2023 satu orang meninggal, dan 3 Desember 2024 dengan 10 kali letupan namun tidak ada korban jiwa.
Jurnalis: Hanafi
Editor: Ulfa











