PATI, Harianmuria.com – Mas Tumenggung Tjitrodiwirjo atau dikenal sebagai Bupati Kulon merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Pati.
Tumenggung Tjitrodiwirjo menjabat sebagai Bupati Pati Kulon pada periode 1743 hingga 1770. Dengan jejak kepemimpinannya di Pati Kulon, ia kemudian dipercaya memimpin Demak.
Kepala Yayasan Surowikromo Juwana, Samudi Hadipuro, mengatakan garis keturunan Tjitrodiwirjo melahirkan sejumlah pemimpin daerah di pesisir utara Jawa.
Dari trah tersebut lahir nama-nama seperti Mas Tumenggung Purbomusumo, Raden Tumenggung Prawirodiningrat yang pernah menjadi Bupati Kendal, hingga Tumenggung Surohadiwikromo yang menjabat Bupati Juwana.
Samudi menjelaskan bahwa Mas Tumenggung Tjitrodiwirjo merupakan pilar penting dalam sejarah birokrasi pemerintahan Pati abad ke-18.
Tidak hanya piawai dalam pemerintahan, Sang Bupati juga dikenal memiliki garis perjuangan yang berani.
“Mas Tumenggung Tjitrodiwirjo juga dikenal sebagai tokoh yang pernah melakukan perlawanan terhadap VOC pada masanya,” ujar Samudi di sela-sela acara Haul Bupati Pati Kulon Desa Mataraman, Kecamatan Margorejo, Pati, Minggu, 21 Juni 2026 malam.
Rekam jejak sejarah dan silsilah kepemimpinan Tumenggung Tjitrodiwirjo hingga kini masih dikenang masyarakat melalui peringatan haul di kawasan Astana Mataraman.
Peringatan haul Tumenggung Tjitrodiwirjo digelar khidmat pada malam 5 Suro atau Minggu, 21 Juni 2026 malam.
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan sosok pemimpin daerah kepada generasi muda tidak buta terhadap kebesaran para leluhur lokal.
Gayung bersambut, mewakili keturunan Bupati Pati Kulon, Agus Sunarko, menegaskan bahwa ritual tahunan ini memikul misi besar sebagai jembatan nilai antargenerasi agar perjuangan trah Tjitrodiwirjo tidak punah ditelan zaman.
“Kami ingin generasi penerus mengenal para leluhurnya. Dari sana kita bisa belajar, meneladani perjuangan mereka, dan mengambil hikmah untuk kehidupan saat ini,” tegas Agus.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Ulfa











