REMBANG, Harianmuria.com – Bupati Rembang, Harno, mengakui beratnya tantangan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Harno menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) untuk penyusunan RKPD 2027 pada Jumat, 27 Maret 2026.
“Ya, sangat berat sekali. Kita harus memacu peningkatan PAD. Tapi di sisi lain, kita tidak boleh membebani masyarakat. Itu yang jadi dilema,” ungkapnya.
Menurutnya, strategi peningkatan PAD harus dilakukan secara cerdas dengan menggali potensi yang ada tanpa menambah tekanan bagi warga. Salah satunya dari sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sebelumnya minim kontribusi kini mulai ada perbaikan.
“BUMD kemarin hampir tidak ada pemasukan. Tapi insyaallah ke depan sudah mulai ada perbaikan,” ujarnya.
Kemudian potensi PAD sektor kelautan, menurut Harno, untuk saat ini belum maksimal. Pasalnya peluang tersebut terkendala perizinan yang sedianya bisa diselesaikan lebih cepat.
“Nelayan sebenarnya sudah siap berangkat. Tapi terkendala surat keberangkatan yang belum selesai. Ini jelas menghambat pendapatan daerah,” ucapnya.
Oleh karena itu, Harno meminta kepada pemangku kepentingan agar proses penerbitan izin melaut atau penangkapan ikan dapat dipercepat sehingga aktivitas nelayan tidak terhambat.
“Kami tekankan agar pengurusan surat bisa dipercepat. Jangan sampai nelayan menunggu terlalu lama, karena ini menyangkut penghasilan mereka juga,” tambahnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa










