BLORA, Harianmuria.com – Kantor Pertanahan Kabupaten Blora, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat uang ganti rugi (UGR) proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Cabean telah mencapai Rp173,8 miliar.
Bendungan Cabean dibangun di dua desa, yaitu Desa Karanganyar dan Desa Todanan, Kecamatan Todanan. Sementara kebutuhan lahan PSN itu mencapai 98,7 Hektare, dengan genangan bendungan diproyeksikan mencapai 52,92 hektare.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pertanahan Blora, Elvyn Bina Eka Kusuma, mengatakan pembayaran uang ganti rugi pada tahap ini diperuntukkan bagi pemilik 395 bidang tanah yang terdampak pembangunan Bendungan Cabean.
“Pembayaran dilakukan secara langsung kepada masyarakat yang berhak menerima ganti kerugian dengan pendampingan pihak perbankan dan tim teknis melalui tahapan verifikasi berjenjang untuk menjamin ketepatan serta akuntabilitas data,” ujar Elvyn, Jumat, 3 Juli 2026.
Berdasarkan data per 30 Juni 2026, sambung Elvyn, pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Cabean mencakup 395 bidang tanah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 352 bidang telah menerima uang ganti rugi. Kemudian, dua bidang masih dalam proses penyelesaian, sedangkan 41 bidang tidak memperoleh ganti rugi karena berstatus tanah negara.
“Nilai UGR yang telah disalurkan kepada pihak yang berhak mencapai sekitar Rp173,8 miliar,” ujarnya.
Pembayaran Ganti Rugi Lahan Bendungan Cabean Blora Ditargetkan Desember 2025
Elvyn mengatakan pembangunan Bendungan Cabean diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan layanan irigasi, pengendalian risiko kekeringan, penyediaan air baku, serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Melansir data Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Sumber Daya Air BBWS Pemali Juana, pembangunan bendungan cabean ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.
Bendungan Cabean diproyeksikan memiliki kapasitas tampungan 2,58 juta meter kubik (M³), yang dapat dimanfaatkan untuk menyuplai air irigasi, air baku, pengendalian banjir, sekaligus mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 10 Megawatt.
Sumber air dari Bendungan Cabean akan dimanfaatkan untuk mengembangkan Daerah Irigasi Karanganyar seluas 80 hektare.
Dengan sistem jaringan irigasi teknis, bendungan ini diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 175 persen menjadi 275 persen. Artinya, dalam satu tahun petani dapat menanam dan panen menjadi lebih optimal.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











