KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menyiapkan anggaran sebesar Rp8,7 miliar pada tahun 2025 untuk mendukung penanganan dan mitigasi bencana banjir serta tanah longsor.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro, mengatakan langkah ini difokuskan pada pemeliharaan rutin jalan, jembatan, talut, dan tanggul yang rawan rusak saat musim hujan.
“Prioritas kami saat ini adalah memastikan jalur transportasi dan akses evakuasi tetap aman, termasuk jalur wisata dan ekonomi masyarakat,” ujar Soekendro, Selasa, 23 September 2025.
Kolaborasi dengan BPBD dan Pemanfaatan Dana BTT
Soekendro menegaskan, DPU Kabupaten Semarang tidak memiliki anggaran khusus bencana. Oleh karena itu, mitigasi dilakukan melalui pemeliharaan infrastruktur serta pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk kondisi darurat, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Kalau penanganan bencana seperti banjir dan longsor itu domainnya BPBD, kami mendukung asesmen dari sisi teknis, perhitungan kerusakan, dan rancangannya,” jelasnya.
Proyek Strategis: Jembatan Kaligung
Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah pembangunan ulang Jembatan Kaligung di Sidomulyo, Ungaran Timur. Proyek senilai Rp1,94 miliar dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini ditargetkan rampung akhir November 2025.
Meski bukan solusi akhir banjir, jembatan baru diharapkan mampu mempercepat surutnya genangan air. “Kalau sebelumnya butuh satu jam, dengan struktur baru diharapkan hanya 30 menit,” ujar Soekendro.
Efisiensi dan Respons Cepat
DPU Kabupaten Semarang juga menerapkan mekanisme pemeliharaan langsung dengan nilai proyek di bawah Rp50 juta agar perbaikan bisa dilakukan cepat tanpa prosedur rumit.
“Kami ingin kerusakan jalan, tanggul, dan jembatan bisa langsung ditangani tanpa menunggu lama,” tegas Soekendro.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki











