• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 13, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

KP2MI Gandeng Yayasan Tzu Chi Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

ulfa puspa by ulfa puspa
17 April 2026
in Nasional, Highlight, News
68 1
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) jalin kerja sama Yayasan Tzu Chi. (dok for Harianmuria.com)

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) jalin kerja sama Yayasan Tzu Chi. (dok for Harianmuria.com)

533
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

TANGERANG, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat upaya perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui penjajakan kolaborasi strategis bersama Yayasan Tzu Chi dalam pertemuan yang berlangsung di Tzu Chi Center, Gedung Daai.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan perlindungan menyeluruh, tidak hanya bagi PMI, tetapi juga bagi anak dan keluarga yang terdampak, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan kompleks yang muncul sebelum, selama, dan setelah bekerja di luar negeri.

Yayasan Tzu Chi, organisasi kemanusiaan yang didirikan di Taiwan pada tahun 1966 dan hadir di Indonesia sejak 1993, memiliki rekam jejak kuat dalam misi kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan sosial.

Sejumlah praktik baik yang telah dilakukan antara lain pembangunan hunian tetap bagi korban tsunami Aceh, pembangunan huntara/huntap korban gempa Palu,  pembangunan Rusun Cinta Kasih di Kali Angke bagi 1.100 keluarga terdampak penggusuran, serta bantuan kesehatan selama pandemi Covid-19.

Secara keseluruhan, yayasan ini telah membangun 2.603 unit hunian pascabencana di Sumatera dan melakukan renovasi terhadap 5.020 rumah tidak layak huni.

Sekretaris Umum Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Hong Tjhin, menjelaskan bahwa semangat gerakan Yayasan Tzu Chi berangkat dari nilai kemanusiaan yang sederhana, yaitu dimulai dengan donasi kecil sebesar 50 sen yang dikumpulkan melalui “bamboo banks” pada awal pendiriannya dan berkembang menjadi gerakan global yang berdampak luas.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri P2MI Christina Aryani menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi PMI, mulai dari keberangkatan ilegal, kondisi kesehatan, hingga persoalan sosial keluarga yang ditinggalkan.

Christina menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan keterampilan PMI agar dapat bertransformasi dari pekerja domestik menjadi tenaga kerja terampil seperti caregiver, tenaga kesehatan, maupun pekerja sektor industri.

“Permasalahan PMI tidak berhenti pada penempatan kerja, tetapi juga menyangkut anak-anak yang ditinggalkan. Saat ini, jumlah anak PMI yang berada di panti semakin meningkat, dan banyak di antaranya menghadapi persoalan status kewarganegaraan atau stateless. Ini menjadi tantangan serius yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Negara sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya. Mulai dari pendampingan kepulangan, reintegrasi ke keluarga, hingga koordinasi lintas kementerian,” ujar Christina.

Christina menyebut portofolio Yayasan Tzu Chi sangat kuat dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada kelompok-kelompok rentan di Indonesia, memiliki jaringan global dan relawan di level nasional yang cukup luas.

“Ini sangat strategis untuk melengkapi peran Negara dalam sentuhan kemanusiaan,” pungkas Christina.

Sementara itu Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, M. Fachri, menegaskan bahwa pendekatan perlindungan PMI harus bersifat komprehensif dari hulu ke hilir. Negara tidak hanya hadir dalam proses pemberangkatan, tetapi juga dalam memastikan perlindungan selama bekerja hingga reintegrasi setelah kembali ke Indonesia.

“Isu PMI bukan hanya soal pekerjanya, tetapi juga menyangkut anak dan keluarga yang ditinggalkan. Proses reintegrasi anak juga menghadapi tantangan besar, mulai dari trauma psikologis hingga keterbatasan fasilitas penampungan,” jelas Fachri.

Fachri juga menyoroti keterbatasan shelter yang dimiliki pemerintah, serta kompleksitas koordinasi lintas kementerian, khususnya dalam penanganan anak yang menjadi kewenangan sektor sosial.

Sementara itu, Kepala Divisi Amal Yayasan Tzu Chi, Ibu Yuli, menyampaikan bahwa jaringan global Tzu Chi telah membantu banyak PMI, termasuk dalam penanganan kesehatan di luar negeri hingga proses pemulangan dan perawatan lanjutan di Indonesia. Namun, persoalan anak PMI yang lahir di luar negeri tanpa status hukum yang jelas masih menjadi tantangan besar.

“Anak-anak yang tidak memiliki status kewarganegaraan akan kesulitan mengakses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. Ini membutuhkan solusi bersama yang terintegrasi,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk membentuk tim bersama guna merumuskan ruang lingkup kerja sama yang konkret, yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU). Model kolaborasi akan memanfaatkan kekuatan jaringan global Yayasan Tzu Chi, termasuk relawan di negara-negara dengan konsentrasi PMI tinggi seperti Hong Kong, Taiwan, dan Malaysia.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan PMI dan keluarganya secara berkelanjutan, sekaligus memastikan kehadiran negara dalam menjawab tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks.

Jurnalis: Lingkarjateng Group Network

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: bantuan pekerja migranKP2MIPekerja Migran IndonesiaPMI
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Dinkes Semarang Gelar Layanan Kesehatan Gratis, dari Scaling Gigi hingga Skrining HPV

Next Post

Hasil Pemeriksaan BPK Terhadap Keuangan Pemkab Pati, Ini 6 Poin yang Disorot

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Menteri P2MI - Mukhtarudin

KP2MI Siapkan 500 Ribu CPMI, 300 Ribu Lulusan SMK Dibidik Kerja Global

by Redaksi
11 Agustus 2026
514

JAKARTA, Harianmuria.com – Sebanyak 500.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) disiapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja global. KP2MI membidik 300.000 lulusan SMK melalui program Asta Mandala SMK...

Penandatanganan Perjanjian Kersama yang dilaksanakan Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi KP2MI dengan Direktur RSJ Manah Shanti Mahottama Bali.

KP2MI dan RSJ Manah Shanti Mahottama Bali Kerja Sama Beri Layanan Mental Bagi PMI Bermasalah

by Redaksi
11 Agustus 2026
510

BANGLI, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat layanan kesehatan mental bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Manah...

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani dalam diskusi daring dengan Duta Besar RI untuk Republik Ceko, Rina P. Soemarno, pada Kamis (6/8/2026). (Dok. KP2MI/Lingkar.news)

Pasar Kerja Eropa Terbuka, KP2MI Jajaki Peluang Penempatan PMI ke Republik Ceko

by Redaksi
7 Agustus 2026
515

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjajaki peluang perluasan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Republik Ceko menyusul tingginya kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor...

Konferensi Pers KP2MI soal SMK Go Global

SMK Go Global Dibuka 12 Agustus, Simak Syarat dan Peluang Kerja di Luar Negeri

by Redaksi
5 Agustus 2026
515

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka pendaftaran Program SMK Go Global mulai 12 Agustus 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi talenta muda Indonesia yang...

Load More

BERITA UTAMA

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

12 Agustus 2026
518
Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

12 Agustus 2026
528
Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

11 Agustus 2026
543
Peternak Ayam di Grobogan Desak Pemerintah Stabilkan Harga Pakan dan Telur

Peternak Ayam di Grobogan Desak Pemerintah Stabilkan Harga Pakan dan Telur

10 Agustus 2026
521

TRENDING HARI INI

  • 80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Baru Masuk China, Ekspor Durian Sulteng Langsung Tembus 7.344 Ton

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Warga Binaan Rutan Blora Difasilitasi Pendidikan Kesetaraan Gratis hingga Dapat Ijazah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Jalan Semarang-Purwodadi di Grobogan Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Dugaan Keracunan MBG Terulang, DPRD Rembang Beri Peringatan Keras ke SPPG

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Uniknya Ayam Besengek, Menu Kuliner Khas Jepara Favorit RA Kartini

Uniknya Ayam Besengek, Menu Kuliner Khas Jepara Favorit RA Kartini

21 April 2025
578
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus hadirkan layanan Cathlab tercover BPJS, pasien jantung dan stroke tak perlu lagi dirujuk ke kota besar.

Tak Perlu ke Kota Besar, Layanan Cathlab RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Sudah Tercover BPJS

17 September 2025
615

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya