• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 6, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

KP2MI Gandeng Yayasan Tzu Chi Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

ulfa puspa by ulfa puspa
17 April 2026
in Nasional, Highlight, News
68 1
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) jalin kerja sama Yayasan Tzu Chi. (dok for Harianmuria.com)

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) jalin kerja sama Yayasan Tzu Chi. (dok for Harianmuria.com)

531
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

TANGERANG, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat upaya perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui penjajakan kolaborasi strategis bersama Yayasan Tzu Chi dalam pertemuan yang berlangsung di Tzu Chi Center, Gedung Daai.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan perlindungan menyeluruh, tidak hanya bagi PMI, tetapi juga bagi anak dan keluarga yang terdampak, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan kompleks yang muncul sebelum, selama, dan setelah bekerja di luar negeri.

Yayasan Tzu Chi, organisasi kemanusiaan yang didirikan di Taiwan pada tahun 1966 dan hadir di Indonesia sejak 1993, memiliki rekam jejak kuat dalam misi kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan sosial.

Sejumlah praktik baik yang telah dilakukan antara lain pembangunan hunian tetap bagi korban tsunami Aceh, pembangunan huntara/huntap korban gempa Palu,  pembangunan Rusun Cinta Kasih di Kali Angke bagi 1.100 keluarga terdampak penggusuran, serta bantuan kesehatan selama pandemi Covid-19.

Secara keseluruhan, yayasan ini telah membangun 2.603 unit hunian pascabencana di Sumatera dan melakukan renovasi terhadap 5.020 rumah tidak layak huni.

Sekretaris Umum Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Hong Tjhin, menjelaskan bahwa semangat gerakan Yayasan Tzu Chi berangkat dari nilai kemanusiaan yang sederhana, yaitu dimulai dengan donasi kecil sebesar 50 sen yang dikumpulkan melalui “bamboo banks” pada awal pendiriannya dan berkembang menjadi gerakan global yang berdampak luas.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri P2MI Christina Aryani menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi PMI, mulai dari keberangkatan ilegal, kondisi kesehatan, hingga persoalan sosial keluarga yang ditinggalkan.

Christina menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan keterampilan PMI agar dapat bertransformasi dari pekerja domestik menjadi tenaga kerja terampil seperti caregiver, tenaga kesehatan, maupun pekerja sektor industri.

“Permasalahan PMI tidak berhenti pada penempatan kerja, tetapi juga menyangkut anak-anak yang ditinggalkan. Saat ini, jumlah anak PMI yang berada di panti semakin meningkat, dan banyak di antaranya menghadapi persoalan status kewarganegaraan atau stateless. Ini menjadi tantangan serius yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Negara sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya. Mulai dari pendampingan kepulangan, reintegrasi ke keluarga, hingga koordinasi lintas kementerian,” ujar Christina.

Christina menyebut portofolio Yayasan Tzu Chi sangat kuat dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada kelompok-kelompok rentan di Indonesia, memiliki jaringan global dan relawan di level nasional yang cukup luas.

“Ini sangat strategis untuk melengkapi peran Negara dalam sentuhan kemanusiaan,” pungkas Christina.

Sementara itu Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, M. Fachri, menegaskan bahwa pendekatan perlindungan PMI harus bersifat komprehensif dari hulu ke hilir. Negara tidak hanya hadir dalam proses pemberangkatan, tetapi juga dalam memastikan perlindungan selama bekerja hingga reintegrasi setelah kembali ke Indonesia.

“Isu PMI bukan hanya soal pekerjanya, tetapi juga menyangkut anak dan keluarga yang ditinggalkan. Proses reintegrasi anak juga menghadapi tantangan besar, mulai dari trauma psikologis hingga keterbatasan fasilitas penampungan,” jelas Fachri.

Fachri juga menyoroti keterbatasan shelter yang dimiliki pemerintah, serta kompleksitas koordinasi lintas kementerian, khususnya dalam penanganan anak yang menjadi kewenangan sektor sosial.

Sementara itu, Kepala Divisi Amal Yayasan Tzu Chi, Ibu Yuli, menyampaikan bahwa jaringan global Tzu Chi telah membantu banyak PMI, termasuk dalam penanganan kesehatan di luar negeri hingga proses pemulangan dan perawatan lanjutan di Indonesia. Namun, persoalan anak PMI yang lahir di luar negeri tanpa status hukum yang jelas masih menjadi tantangan besar.

“Anak-anak yang tidak memiliki status kewarganegaraan akan kesulitan mengakses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. Ini membutuhkan solusi bersama yang terintegrasi,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk membentuk tim bersama guna merumuskan ruang lingkup kerja sama yang konkret, yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU). Model kolaborasi akan memanfaatkan kekuatan jaringan global Yayasan Tzu Chi, termasuk relawan di negara-negara dengan konsentrasi PMI tinggi seperti Hong Kong, Taiwan, dan Malaysia.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan PMI dan keluarganya secara berkelanjutan, sekaligus memastikan kehadiran negara dalam menjawab tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks.

Jurnalis: Lingkarjateng Group Network

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: bantuan pekerja migranKP2MIPekerja Migran IndonesiaPMI
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Dinkes Semarang Gelar Layanan Kesehatan Gratis, dari Scaling Gigi hingga Skrining HPV

Next Post

Hasil Pemeriksaan BPK Terhadap Keuangan Pemkab Pati, Ini 6 Poin yang Disorot

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Konferensi Pers KP2MI soal SMK Go Global

SMK Go Global Dibuka 12 Agustus, Simak Syarat dan Peluang Kerja di Luar Negeri

by Redaksi
5 Agustus 2026
510

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka pendaftaran Program SMK Go Global mulai 12 Agustus 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi talenta muda Indonesia yang...

Konferensi PErs KP2MI

KP2MI Jamin Pemulangan PMI Korban TPPO, Bisa Kembali Berkumpul dengan Keluarga

by Redaksi
5 Agustus 2026
510

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjamin pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dapat kembali ke rumah masing-masing dengan...

KP2MI Percepat MoU dengan Portugal, Peluang PMI Terampil Bekerja di Eropa Makin Terbuka

KP2MI Percepat MoU dengan Portugal, Peluang PMI Terampil Bekerja di Eropa Makin Terbuka

by Basuki
5 Agustus 2026
516

JAKARTA, Harianmuria.com – Pemerintah Indonesia terus memperluas peluang kerja internasional bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terampil. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyatakan kesiapan untuk mengoptimalkan penempatan...

Konferensi pers Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terkait peluncuran Asta Mandala SMK Go Global di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

KP2MI Siapkan 500 Ribu PMI Berkualitas hingga 2029 Melalui Asta Mandala SMK Go Global

by Redaksi
5 Agustus 2026
563

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) meluncurkan Asta Mandala SMK Go Global, kerangka strategis untuk menyiapkan 500 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) berkeahlian menengah hingga...

Load More

BERITA UTAMA

Sempat Didemo, Perbaikan Jalan Sambong–Ledok Blora Akhirnya Dapat Jatah Rp500 Juta

Sempat Didemo, Perbaikan Jalan Sambong–Ledok Blora Akhirnya Dapat Jatah Rp500 Juta

5 Agustus 2026
523
PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali

PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali

4 Agustus 2026
515
Wacana Plaza Puri Pati Diubah Jadi Mall, Pedagang Resah Diminta Pindah

Wacana Plaza Puri Pati Diubah Jadi Mall, Pedagang Resah Diminta Pindah

3 Agustus 2026
531
Potret Guru RA di Rembang, Tetap Semangat Mendidik Meski Honor Hanya Rp6.000 per Hari

Potret Guru RA di Rembang, Tetap Semangat Mendidik Meski Honor Hanya Rp6.000 per Hari

1 Agustus 2026
531

TRENDING HARI INI

  • Hari Jadi Kudus Bergeser ke 23 Agustus, Pemkab Mulai Susun Perda Baru

    Hari Jadi Kudus Bergeser ke 23 Agustus, Pemkab Mulai Susun Perda Baru

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Tingkatkan PAD, 2 Objek Wisata di Kudus Mulai Dikelola Investor Bulan Ini

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • 5 Desa di Grobogan Terdampak Kekeringan Terparah pada Musim Kemarau 2026

    138 shares
    Share 55 Tweet 35
  • KP2MI Siapkan 500 Ribu PMI Berkualitas hingga 2029 Melalui Asta Mandala SMK Go Global

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

    244 shares
    Share 98 Tweet 61
  • Dukung Kreativitas Warga, Pemkab Rembang Beri Penghargaan Pemenang Krenova 2026

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Rencana Kelonggaran Syarat Pengisian Kepala Sekolah Disambut Baik Disdikpora Kudus

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Desa Wisata Loram Kulon di Kudus menawarkan wisata sejarah Masjid Wali At-Taqwa dan Gapura Padurekso peninggalan Sultan Hadirin, serta wisata edukasi pengolahan bandeng khas Loram Kulon yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Mengenal Sejarah Islam dan Belajar Olahan Bandeng di Desa Wisata Loram Kulon Kudus

3 November 2025
632
Kuliner pedas rica-rica entok khas Desa Rahtawu Kudus jadi buruan wisatawan.

Rica-Rica Entok, Kuliner Pedas Khas Desa Rahtawu Kudus yang Wajib Dicoba

19 Juli 2025
673

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya