• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

KP2MI Gandeng Yayasan Tzu Chi Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

ulfa puspa by ulfa puspa
17 April 2026
in Nasional, Highlight, News
69 1
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) jalin kerja sama Yayasan Tzu Chi. (dok for Harianmuria.com)

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) jalin kerja sama Yayasan Tzu Chi. (dok for Harianmuria.com)

542
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

TANGERANG, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat upaya perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui penjajakan kolaborasi strategis bersama Yayasan Tzu Chi dalam pertemuan yang berlangsung di Tzu Chi Center, Gedung Daai.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan perlindungan menyeluruh, tidak hanya bagi PMI, tetapi juga bagi anak dan keluarga yang terdampak, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan kompleks yang muncul sebelum, selama, dan setelah bekerja di luar negeri.

Yayasan Tzu Chi, organisasi kemanusiaan yang didirikan di Taiwan pada tahun 1966 dan hadir di Indonesia sejak 1993, memiliki rekam jejak kuat dalam misi kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan sosial.

Sejumlah praktik baik yang telah dilakukan antara lain pembangunan hunian tetap bagi korban tsunami Aceh, pembangunan huntara/huntap korban gempa Palu,  pembangunan Rusun Cinta Kasih di Kali Angke bagi 1.100 keluarga terdampak penggusuran, serta bantuan kesehatan selama pandemi Covid-19.

Secara keseluruhan, yayasan ini telah membangun 2.603 unit hunian pascabencana di Sumatera dan melakukan renovasi terhadap 5.020 rumah tidak layak huni.

Sekretaris Umum Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Hong Tjhin, menjelaskan bahwa semangat gerakan Yayasan Tzu Chi berangkat dari nilai kemanusiaan yang sederhana, yaitu dimulai dengan donasi kecil sebesar 50 sen yang dikumpulkan melalui “bamboo banks” pada awal pendiriannya dan berkembang menjadi gerakan global yang berdampak luas.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri P2MI Christina Aryani menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi PMI, mulai dari keberangkatan ilegal, kondisi kesehatan, hingga persoalan sosial keluarga yang ditinggalkan.

Christina menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan keterampilan PMI agar dapat bertransformasi dari pekerja domestik menjadi tenaga kerja terampil seperti caregiver, tenaga kesehatan, maupun pekerja sektor industri.

“Permasalahan PMI tidak berhenti pada penempatan kerja, tetapi juga menyangkut anak-anak yang ditinggalkan. Saat ini, jumlah anak PMI yang berada di panti semakin meningkat, dan banyak di antaranya menghadapi persoalan status kewarganegaraan atau stateless. Ini menjadi tantangan serius yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Negara sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya. Mulai dari pendampingan kepulangan, reintegrasi ke keluarga, hingga koordinasi lintas kementerian,” ujar Christina.

Christina menyebut portofolio Yayasan Tzu Chi sangat kuat dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada kelompok-kelompok rentan di Indonesia, memiliki jaringan global dan relawan di level nasional yang cukup luas.

“Ini sangat strategis untuk melengkapi peran Negara dalam sentuhan kemanusiaan,” pungkas Christina.

Sementara itu Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, M. Fachri, menegaskan bahwa pendekatan perlindungan PMI harus bersifat komprehensif dari hulu ke hilir. Negara tidak hanya hadir dalam proses pemberangkatan, tetapi juga dalam memastikan perlindungan selama bekerja hingga reintegrasi setelah kembali ke Indonesia.

“Isu PMI bukan hanya soal pekerjanya, tetapi juga menyangkut anak dan keluarga yang ditinggalkan. Proses reintegrasi anak juga menghadapi tantangan besar, mulai dari trauma psikologis hingga keterbatasan fasilitas penampungan,” jelas Fachri.

Fachri juga menyoroti keterbatasan shelter yang dimiliki pemerintah, serta kompleksitas koordinasi lintas kementerian, khususnya dalam penanganan anak yang menjadi kewenangan sektor sosial.

Sementara itu, Kepala Divisi Amal Yayasan Tzu Chi, Ibu Yuli, menyampaikan bahwa jaringan global Tzu Chi telah membantu banyak PMI, termasuk dalam penanganan kesehatan di luar negeri hingga proses pemulangan dan perawatan lanjutan di Indonesia. Namun, persoalan anak PMI yang lahir di luar negeri tanpa status hukum yang jelas masih menjadi tantangan besar.

“Anak-anak yang tidak memiliki status kewarganegaraan akan kesulitan mengakses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. Ini membutuhkan solusi bersama yang terintegrasi,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk membentuk tim bersama guna merumuskan ruang lingkup kerja sama yang konkret, yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU). Model kolaborasi akan memanfaatkan kekuatan jaringan global Yayasan Tzu Chi, termasuk relawan di negara-negara dengan konsentrasi PMI tinggi seperti Hong Kong, Taiwan, dan Malaysia.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan PMI dan keluarganya secara berkelanjutan, sekaligus memastikan kehadiran negara dalam menjawab tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks.

Jurnalis: Lingkarjateng Group Network

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: bantuan pekerja migranKP2MIPekerja Migran IndonesiaPMI
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Dinkes Semarang Gelar Layanan Kesehatan Gratis, dari Scaling Gigi hingga Skrining HPV

Next Post

Hasil Pemeriksaan BPK Terhadap Keuangan Pemkab Pati, Ini 6 Poin yang Disorot

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) menandatangani Nota Kesepahaman di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

Perkuat Kemandirian Ekonomi, KP2MI Gandeng FPPI Berdayakan Perempuan Pekerja Migran Indonesia

by Redaksi
16 Oktober 2026
508

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya. Kolaborasi tersebut...

Menteri P2MI Mukhtarudin (kanan) dan Menteri Perindustrian Sarmuji usai penandatanganan pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

KP2MI dan Kemenperin Perluas SMK Go Global, 1.066 Calon PMI Disiapkan Kerja di Luar Negeri

by Redaksi
15 Oktober 2026
524

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kerja sama untuk menyiapkan lulusan vokasi agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). (Dok. KP2MI)

Resmikan Migrant Center Unpad, Menteri P2MI Targetkan 500.000 Pekerja Migran Terampil hingga 2029

by Redaksi
9 Oktober 2026
520

BANDUNG, Harianmuria – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

Serap 212 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri, Menteri P2MI Genjot Program SMK Go Global

by Redaksi
9 Oktober 2026
520

BANDUNG, Lingkar.news – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan Program SMK Go Global menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil dan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
536
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
527
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi Bed Rotting. (Freepik/Harianmuria.com)

Mengenal Bed Rotting, Aktivitas Pasif di Tempat Tidur Sebagai Perawatan Diri

6 Agustus 2023
710
Ilustrasi permainan congklak, salah satu mainan yang dimainkan orang Jawa Tengah zaman dulu dan mulai punah. (Instagram @anil_t_prabhakar/Harianmuria.com)

5 Permainan Tradisional di Jawa Tengah yang Hampir Punah, Apa Saja?

20 Oktober 2022
4.5k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya