SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang kembali menghadirkan program layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang berlangsung pada 13 hingga 18 April 2026. Program ini mencakup berbagai layanan, mulai dari perawatan gigi hingga skrining kesehatan perempuan.
Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam, mengatakan layanan scaling gigi diberikan secara cuma-cuma di sejumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Scaling gigi gratis tersedia mulai Senin sampai Sabtu, dan akan dilanjutkan kembali pada awal Mei selama satu minggu,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.
Sebanyak 40 puskesmas dan dua rumah sakit daerah dilibatkan dalam program ini. Namun, setiap fasilitas membatasi kuota layanan sekitar lima orang per hari.
Selain itu, Dinkes juga menggelar skrining kanker leher rahim menggunakan metode HPV DNA yang dinilai lebih sensitif dalam mendeteksi potensi penyakit sejak dini.
“Kuota skrining mencapai sekitar 10 ribu peserta dan tersebar di 40 puskesmas di Kota Semarang,” jelasnya.
Layanan skrining ini diperuntukkan bagi perempuan yang telah menikah atau pernah berhubungan seksual. Hakam menegaskan, hasil positif tidak selalu berarti kanker, melainkan bisa berupa kondisi peradangan yang masih dapat ditangani.
“Kalau hasilnya positif, belum tentu itu keganasan. Bisa saja hanya peradangan yang masih dapat diobati, jadi masyarakat tidak perlu panik,” tegasnya.
Ia menambahkan, deteksi dini menjadi kunci untuk menekan angka kanker leher rahim, mengingat penanganan akan lebih efektif jika dilakukan sejak tahap awal.
“Kalau terdeteksi lebih awal, penanganannya bisa lebih ringan,” imbuhnya.
Berdasarkan data Dinkes, kasus kanker pada perempuan di Kota Semarang masih didominasi kanker payudara, disusul kanker leher rahim.
Tak hanya itu, program ini juga mencakup skrining tuberkulosis (TBC) melalui pemeriksaan rontgen dada menggunakan alat X-ray portabel. Layanan tersebut difokuskan di enam puskesmas, yakni wilayah Ngaliyan, Gunungpati, Lebdosari, Bandarharjo, Mangkang, dan Rowosari.
Menurut Hakam, skrining TBC penting dilakukan karena banyak kasus yang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
“Sering kali pasien tidak menyadari, tiba-tiba berat badan turun. Ini yang perlu diwaspadai,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Dinkes juga telah menjalankan program vaksinasi HPV bagi pelajar perempuan tingkat SD dan SMP selama dua tahun terakhir, disertai edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah.
“Untuk anak-anak melalui vaksinasi, sementara perempuan dewasa melalui skrining HPV DNA,” pungkasnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid











