JAKARTA, Harianmuria.com — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengimbau masyarakat agar waspada terhadap maraknya disinformasi menyusul kemunculan video hoaks yang mencatut namanya.
Video palsu berteknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tersebut mengecoh publik lewat penawaran bantuan pemulangan sebesar Rp150 juta.
Video yang beredar luas itu menggunakan format pengantar berita televisi serta mencantumkan identitas Kompas TV.
Rekaman tersebut menampilkan sosok, suara, hingga gerakan bibir yang menyerupai Menteri P2MI Mukhtarudin demi meyakinkan masyarakat.
“Saya tegaskan bahwa informasi mengenai bantuan pemulangan sebesar Rp150 juta yang beredar dalam video tersebut tidak benar. Video itu bukan pernyataan saya,” ujar Menteri Mukhtarudin di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menanggapi modus penipuan tersebut, Menteri P2MI Mukhtarudin mengingatkan publik agar tidak mudah percaya terhadap konten visual di media sosial yang menawarkan dana besar, terutama yang mengarahkan korban untuk menghubungi kontak tertentu.
Kementerian P2MI pun dipastikan tidak pernah menjanjikan bantuan tunai semacam itu.
“Teknologi AI sekarang semakin canggih. Wajah, suara, bahkan gerakan bibir seseorang bisa dibuat seolah-olah benar. Karena itu, jangan hanya melihat videonya dan langsung percaya. Pastikan dulu sumber informasinya,” beber Menteri Mukhtarudin.
Selain itu, ia meminta masyarakat untuk menghindari pemberian data pribadi maupun transfer uang kepada pihak-pihak tak dikenal yang mengatasnamakan lembaga atau dirinya melalui WhatsApp serta akun personal tidak resmi.
“Saya mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi. Jangan memberikan uang atau data pribadi kepada pihak yang mengatasnamakan saya atau Kementerian P2MI melalui nomor WhatsApp maupun akun pribadi yang tidak resmi,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta aktif memantau kanal informasi autentik milik instansi. Segala pengumuman resmi terkait pelayanan pelindungan pekerja migran hanya disiarkan melalui platform terverifikasi.
“Kalau menemukan informasi seperti ini, jangan langsung dibagikan. Cek terlebih dahulu melalui kanal resmi media sosial kami yakni @kemenp2mi dan website resmi kami siskop2mi.bp2mi.go.id. Mari kita bersama-sama mencegah masyarakat, khususnya Pekerja Migran Indonesia, menjadi korban penipuan berbasis teknologi AI,” tutup Menteri Mukhtarudin.
Editor: Asih











