BLORA, Harianmuria.com – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora mencatat sebanyak 964 warga sebagai pencari kerja selama periode Januari-April 2026.
Kepala Dinperinaker Blora, Endro Budi Darmawan, mengatakan pencari kerja yang terdaftar selama empat bulan tersebut terdiri atas 626 perempuan dan 338 laki-laki.
Jumlah pendaftar melonjak pada April 2026. Pada bulan tersebut, tercatat 548 orang mencari kerja, meningkat dari 256 orang pada Maret dan 160 orang pada Februari.
Dari total 964 pencari kerja, sebanyak 526 orang telah mendapatkan penempatan melalui skema Antar Kerja Lokal (AKL) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN).
“Jumlah pencari kerja tertinggi tercatat pada April 2026, yakni sebanyak 548 orang,” ujar Endro, Jumat, 9 Oktober 2026.
Penempatan kerja didominasi pasar lokal. Sebanyak 483 orang terserap melalui skema AKL, terdiri atas 378 perempuan dan 105 laki-laki.
“Sementara penempatan melalui skema AKAN mencapai 43 orang, dengan rincian 24 perempuan dan 19 laki-laki,” sambungnya.
Untuk penempatan AKL tercatat 91 orang pada Januari, 105 orang pada Februari, 149 orang pada Maret, dan 138 orang pada April.
Adapun penempatan AKAN masing-masing lima orang pada Januari, 15 orang pada Februari, delapan orang pada Maret, dan 15 orang pada April.
“Perempuan masih mendominasi jumlah pencari kerja maupun penempatan tenaga kerja di Blora,” sambungnya.
Di sisi lain, Dinperinaker Blora mencatat 99 CPMI terdaftar untuk bekerja di luar negeri hingga September 2026.
Taiwan menjadi negara tujuan terbanyak dengan 58 orang. Berikutnya Malaysia 13 orang, Turki 12 orang, Hong Kong delapan orang, Jepang tiga orang, dan Singapura dua orang.
“Arab Saudi, Bulgaria, dan Dominika masing-masing tercatat satu orang,” sambungnya.
Kendati demikian, pasar kerja lokal masih mendominasi penempatan tenaga kerja asal Kabupaten Blora.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 Dinperinaker Blora mencatat 4.841 pencari kerja terdaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.430 orang atau sekitar 70,8 persen berhasil mendapatkan penempatan kerja.
Pencari kerja pada 2025 juga didominasi perempuan, yakni 2.938 orang. Sementara laki-laki tercatat sebanyak 1.903 orang.
Dari total penempatan kerja tersebut, sebanyak 3.228 orang atau sekitar 94,1 persen terserap di pasar kerja lokal melalui skema AKL. Jumlah itu terdiri atas 1.846 perempuan dan 1.382 laki-laki.
Penempatan AKL tertinggi terjadi pada Agustus 2025 dengan 564 orang, disusul Juli sebanyak 336 orang dan April sebanyak 334 orang.
Adapun penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Blora ke luar negeri mencapai 202 orang sepanjang 2025. Jumlah tersebut terdiri atas 107 perempuan dan 95 laki-laki.
“Penempatan PMI terbanyak terjadi pada Juli sebanyak 29 orang dan Agustus sebanyak 25 orang,” katanya.
Sementara itu, pendaftaran pencari kerja tertinggi pada 2025 terjadi pada Mei dengan 1.105 orang, disusul April sebanyak 712 orang dan Juli sebanyak 553 orang.
Menurut Endro, bertambahnya pendaftar pencari kerja antara lain dipengaruhi masuknya angkatan kerja baru, termasuk lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











