GROBOGAN, Harianmuria.com – Seorang siswa kelas VIII MTs berinisial EN (13), warga Kecamatan Grobogan, diduga menjadi korban penganiayaan oleh kakak kelasnya di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kota Purwodadi.
Akibat kejadian tersebut, EN harus menjalani rawat inap di RS Panti Rahayu Yakkum Purwodadi.
Hingga Kamis, 24 September 2026, kondisi korban dikabarkan mulai membaik, meski sebelumnya sempat mengalami pusing dan terlihat pucat.
Keluarga korban menyebut, EN diduga telah beberapa kali mengalami perundungan oleh kakak kelasnya di MTs yang terintegrasi dengan pondok pesantren tersebut.
Dugaan penganiayaan terakhir terjadi pada Rabu, 22 September 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban berada di salah satu kamar santri. Di lokasi tersebut, korban diduga dikeroyok dan ditendang oleh kakak kelasnya hingga mengalami luka.
Usai kejadian, EN disebut pulang ke rumah menggunakan becak dalam kondisi kesakitan. Melihat kondisi anaknya, keluarga kemudian membawanya ke RS Panti Rahayu Yakkum Purwodadi untuk mendapatkan perawatan.
Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan keluarga korban ke Polres Grobogan.
Kasatreskrim Polres Grobogan, AKP Taufik Frida Mustofa, mengatakan, laporan tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Grobogan.
“Kita sudah menerima laporan terkait penganiayaan yang terjadi di salah satu sekolah MTs. Sampai saat ini sudah kita lakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait kejadian tersebut,” jelasnya.
Setelah menerima laporan, Unit PPA Satreskrim Polres Grobogan juga telah mendatangi lokasi kejadian, yakni salah satu kamar santri di pondok pesantren tersebut. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi dan bukti terkait dugaan penganiayaan.
Menurut Taufik, penyidik juga telah menggandeng sejumlah stakeholder terkait dalam penanganan kasus tersebut, di antaranya Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Grobogan.
“Hingga saat ini sudah ada lima orang yang kita periksa, baik saksi-saksi maupun korban,” katanya.
Taufik menambahkan, kondisi korban masih menjadi perhatian penyidik. EN saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit dan terus dipantau agar proses pemulihannya berjalan dengan baik.
“Korban saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit dan tentunya tetap dilakukan pemantauan dan mengoptimalkan bagaimana agar sembuh dan pulih sediakala,” ujarnya.
Sementara terkait terduga pelaku, polisi telah mengidentifikasi dua anak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Namun, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan peran masing-masing.
“Terkait terduga pelaku, sampai saat ini kita identifikasi terduga pelaku ada dua anak dan terus kita lakukan pendalaman,” tegasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid











