KUDUS, Harianmuria.com – Sebanyak 680 penari Tari Lajur Caping Kalo akan tampil secara bersamaan dalam pertunjukan kolosal untuk memeriahkan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus. Pementasan tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu pagi, 26 September 2026.
Pertunjukan massal itu sekaligus diarahkan untuk mencatatkan nama Kudus dalam Rekor MURI. Persiapan dan latihan intensif telah dilakukan para peserta menjelang pementasan yang diproyeksikan menjadi salah satu acara utama peringatan hari jadi tahun ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Eko Djumartono, mengatakan rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 ditujukan untuk seluruh masyarakat. Keterlibatan warga dalam kegiatan seni dan budaya menjadi bagian penting dari konsep perayaan tersebut.
“Perayaan ini bukan hari jadinya para pejabat, tetapi hari jadinya seluruh warga Kabupaten Kudus,” tegas Eko, Kamis, 24 September 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Abdul Halil mengatakan, persiapan pementasan telah dilakukan dengan melibatkan peserta dari berbagai kelompok masyarakat.
Sebanyak 680 penari nantinya akan membawakan Tari Lajur Caping Kalo dalam satu pertunjukan dengan formasi kolosal. Peserta berasal dari kalangan pelajar, masyarakat umum, hingga pegawai yang sebelumnya mengikuti sejumlah perlombaan.
“Pesertanya terdiri dari kalangan pelajar, umum, serta para pegawai yang sebelumnya telah mengikuti perlombaan,” kata Halil.
Menurut Halil, pementasan tersebut memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar mengejar pencatatan rekor. Pertunjukan massal itu diharapkan dapat menjadi media untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kebudayaan daerah.
Tari Lajur Caping Kalo mengangkat caping kalo, penutup kepala tradisional yang menjadi salah satu bagian dari identitas budaya Kudus. Unsur budaya lokal tersebut akan ditampilkan melalui koreografi yang melibatkan ratusan penari dalam satu panggung terbuka.
Pementasan kolosal itu diharapkan mampu menjadi atraksi budaya yang menarik perhatian masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Kudus kepada khalayak yang lebih luas.
Rangkaian perayaan kemudian berlanjut pada Sabtu malam. Pemerintah Kabupaten Kudus menyiapkan hiburan rakyat di Alun-Alun Simpang Tujuh dengan menghadirkan Charly & Band dan grup musik pop Jawa Guyon Waton.
Sementara itu, untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara, aparat gabungan dari Polres Kudus, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP menyiapkan rekayasa lalu lintas. Sejumlah lokasi juga disiapkan sebagai kantong parkir bagi masyarakat yang datang menyaksikan kegiatan.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid











