• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 20, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Suluk Maleman Edisi 162: Merayakan Kemiskinan dengan Bahagia ala Indonesia

Basuki by Basuki
25 Juni 2025
in Kajian Agama
69 1
Anis Sholeh Ba’asyin dalam acara Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 162, bertema “Merayakan Kemiskinan dengan Bahagia”, Sabtu malam, 21 Juni 2025, di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati. (Dok. Pribadi/Harianmuria.com)

Anis Sholeh Ba’asyin dalam acara Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 162, bertema “Merayakan Kemiskinan dengan Bahagia”, Sabtu malam, 21 Juni 2025, di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati. (Dok. Pribadi/Harianmuria.com)

535
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-162 yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati, Sabtu malam, 21 Juni 2025, mengangkat tema unik dan reflektif: ‘Merayakan Kemiskinan dengan Bahagia’. Budayawan dan penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin, membedah paradoks kebahagiaan dan kemiskinan di Indonesia.

Mengutip hasil penelitian Universitas Harvard pada Mei 2025, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Namun di sisi lain, data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa 194,4 juta jiwa atau 68,2 persen warga Indonesia masih tergolong miskin, berdasarkan standar internasional.

“Ini menarik. Di saat kita disebut negara paling bahagia, ternyata kita juga masih dibayangi angka kemiskinan yang tinggi,” ujar Anis.

Anis lantas menyebut ada dua hal yang sebenarnya menjadi berkah bagi bangsa Indonesia. Selain sumber daya alam yang melimpah, rakyat Indonesia secara alamiah juga memiliki jaring sosial dan ikatan keagamaan yang kuat.

“Di desa-desa, orang bisa bahagia meski penghasilan minim. Mereka masih bisa ngopi bersama, tertawa, dan saling berbagi. Ini tak terjadi di negara lain,” ujarnya.

Ia mencontohkan perbedaan dengan masyarakat Jepang yang secara ekonomi lebih mapan, tetapi tingkat stresnya tinggi. “Mereka sulit merealisasikan kemanusiaan secara utuh,” ucap Anis.

Dalam kajiannya, Anis juga mengkritik sistem kapitalisme yang menyamakan kebahagiaan dengan kepemilikan barang. “Kepemilikan berlebih justru tak menambah kebahagiaan. Punya motor pertama menyenangkan, tapi motor keempat? Tidak ada bedanya,” sentilnya.

Anis menekankan bahwa konsep kebahagiaan di Indonesia lebih bersifat kualitatif, tidak melulu soal materi. “Orang bisa menemukan kebahagian tanpa harus lebih dahulu menjadi kaya; kebahagian bahkan bisa diraih ketika masih mereka dalam kategori miski,” tandasnya.

Menurut Anis, budaya guyub rukun dan toleransi antarwarga merupakan anugerah besar yang dimiliki bangsa Indonesia. Nilai ini perlu dijaga dari berbagai upaya perpecahan.

“Belanda dulu menjajah dengan politik pecah belah, dan narasi-narasi itu masih hidup hingga kini. Seperti membenturkan orang Jawa dengan Sunda, atau Islam dengan tradisi lokal,” jelasnya.

Anis juga menegaskan bahwa kohesi sosial bangsa Indonesia sudah ada jauh sebelum kolonialisme. Ia menyinggung peristiwa sejarah seperti ekspedisi Kalinyamat dan perang Pati Unus sebagai bentuk solidaritas dan kesatuan bangsa berbasis nilai keagamaan.

“Perang Diponegoro bukan hanya perang Jawa, tapi juga perang umat. Kita sudah punya semangat persatuan sejak dulu,” tegasnya.

Anis juga mengajak masyarakat agar tidak memaksakan standar Barat pada kehidupan bangsa sendiri. Ia menyindir bagaimana Papua dianggap ‘tertinggal’ oleh dunia modern, padahal belum tentu orang Barat bisa hidup seperti masyarakat Papua.

“Jangan paksa burung tinggal di air, atau ikan hidup di udara. Semua punya kearifan dan kekayaannya masing-masing,” ujarnya.

Dengan kekayaan alam dan sosial yang dimiliki Indonesia, Anis menyebut tugas pemimpin sebenarnya tidaklah berat. “Masyarakat kita sudah bahagia secara kualitatif. Tugas pemimpin hanya tinggal mengelola alam dan menjaga kebersamaan,” tandasnya.

Anis mengingatkan agar masyarakat untuk tak mudah terjebak dalam narasi yang sengaja dibuat untuk mengadu domba. Ia selalu mengajak agar masyarakat menjaga kewaspadaan diri terhadap segala gejolak yang ada.

“Bangsa yang beragama dan paling berbahagia ini bisa carut marut kalau kita mudah diadu domba,” tutupnya.

(LINGKAR NETWORK – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anis Sholeh Ba’asyinbudaya guyub rukunbudaya lokalIndonesia negara paling bahagiakebahagiaan Indonesiakemiskinan IndonesiaMerayakan Kemiskinan dengan BahagiaNgaji NgAllahspiritualitas IndonesiaSuluk Maleman
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

TPA Jatibarang Kritis, Pemkot Semarang Percepat Program Pengolahan Sampah Jadi Listrik

Next Post

DBH Migas Dinilai Tak Adil, Blora Ajukan 3 Dampak Negatif sebagai Indikator Pembagian

Basuki

Basuki

Berita Terkait

NgAllah Suluk Maleman : BANGSA YANG KEHILANGAN KUDA-KUDA

NgAllah Suluk Maleman : BANGSA YANG KEHILANGAN KUDA-KUDA

by Admin
22 Juni 2026
525

Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyoroti persoalan hilangnya cara pandang bangsa dalam melihat kemanusiaan. Padahal sejarah menunjukkan banyaknya perjuangan melawan penjajah justru didasari nilai-nilai dasar yang sudah...

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

by ulfa puspa
25 Mei 2026
565

PATI, Harianmuria.com – Penyalahgunaan relasi kuasa patut menjadi bahan perenungan yang serius. Keberadaan ilmu tentu menjadi penting untuk mencegah persoalan itu terjadi di tengah carut marut saat ini....

NgAllah Suluk Maleman: Peradaban yang Dikendalikan Amarah dan Syahwat

NgAllah Suluk Maleman: Peradaban yang Dikendalikan Amarah dan Syahwat

by Rosyid
19 April 2026
561

PATI, Harianmuria.com - NgAllah Suluk Maleman yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Kabupaten Pati, pada Sabtu malam, 18 April 2026, kembali mengajak kita merenung: bagaimana menjaga kemanusiaan...

Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

by Basuki
22 Desember 2025
618

Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.

Load More

BERITA UTAMA

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

19 Agustus 2026
516
Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
729
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
519
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
533

TRENDING HARI INI

  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Kampung Nelayan Merah Putih di Gempolsewu Kendal Segera Dibangun

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPRD Pati Dukung Langkah Pemkab Fasilitasi Penyerapan Hasil Ternak Lokal

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Fenomena Tanah Gerak dan Resiko Bencana

Fenomena Tanah Gerak dan Resiko Bencana

12 Februari 2026
580
ILUSTRASI: Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober. (Unsplash/Harianmuria.com)

Mengenal Sejarah Hari Santri Nasional yang Diperingati Setiap 22 Oktober

10 Oktober 2022
649

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya