• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Senin, Agustus 17, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Ngaji Suluk Maleman ke-142: Istiqomah Landasan Pribadi Mulia

Sekar Sari by Sekar Sari
23 Oktober 2023
in Kajian Agama
70 1
Anis Sholeh Ba’asyin dan Dr. Abdul Jalil dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Meniti Batas’ yang digelar Sabtu (21/10/2023) kemarin. (Dok. Harianmuria.com)

Anis Sholeh Ba’asyin dan Dr. Abdul Jalil dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Meniti Batas’ yang digelar Sabtu (21/10/2023) kemarin. (Dok. Harianmuria.com)

545
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Reaksi dan tindakan langsung manusia pada dasarnya dikendalikan oleh otaknya. Kerja otak itu sendiri dibentuk oleh pembiasaan. Pembiasaan inilah yang nantinya akan membentuk khulq, wadah halus atau kepribadian, yang manifestasinya adalah akhlak. Maka istiqomah dalam kebaikan otomatis akan melahirkan pribadi mulia. Demikian pula sebaliknya.

Demikian ungkap Anis Sholeh Ba’asyin dalam pembukaan Ngaji Suluk Maleman edisi ke142, yang mengambil tema “Meniti Batas” di Rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu, (21/10/2023) kemarin. Baginya, kehidupan manusia proses meniti shirothol mustaqim.

“Dalam kehidupan, manusia harus bisa meniti batas. Batas yang membentang antara samudra keabadian dan samudra kefanaan, antara yang ruhani dengan yang jasmani, antara individu dengan masyarakat, antara masa lampau dan masa depan, antara yang lokal dan yang universal, dan seterusnya. Garis batas itulah yang disebut sebagai shirothol mustaqim,” terangnya

Agar dapat berjalan secara tepat, salah satu landasan pentingnya menurut Anis adalah sudah terinstallnya kebiasaan baik di memori otaknya; karena dari sinilah salah satu pengendalinya. Hanya saja, karena tak dibekali latihan pembiasaan dengan baik dan istiqomah, nalar otak dan reaksi kita sering terlihat acak, tidak konsisten. Apalagi di zaman sekarang, dimana persoalan duniawi lebih dominan mengendalikan rata-rata nalar otak manusia.

“Memang, tanpa latihan pembiasaan kebaikan secara istiqomah, nalar otak kita akan gampang dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sesaat. Seperti dalam momen politik misalnya. Zaman dulu untuk kampanye harus mendatangkan banyak massa. Karena jika di tengah banyak orang, seringkali merasa di jalur yang tepat,” ujarnya.

Rupanya model kampanye sekarang mulai berganti. Yakni dengan narasi dan pencitraan. Bahkan tak jarang hingga cara berpakaian harus ditata sedemikian rupa untuk dapat menarik massa. Sehingga persoalan kampanye tak lagi dicetak oleh gagasan.

“Justru calon-calonlah yang dicetak. Bukan rasionalitas lagi yang berjalan. Tapi mencoba mengarahkan naluri otak masyarakat,” satirenya.

Keberadaan survei pun terkadang menyampingkan obyektivitas, dan hanya dipakai untuk menciptakan dampak yang mungkin dicapainya dalam mempengaruhi pilihan masyarakat. Karena cara kerja otak secara umum selalu cenderung memilih untuk menempel pada kawanan terbanyak dan menghindar dari kawanan yang sedikit; maka unsur kemenangan dalam survei, apalagi dengan suara yang signifikan menjadi sangat penting.

Sambil mengutip sebuah hadits, Anis lantas menyebut bahwa pembiasaan dalam kebaikan harus mulai dilakukan sejak dini, sehingga di usia tujuh tahun dasar-dasarnya sudah terbentuk.

“Pembiasaan itulah yang akan tersimpan di memori di otak, dan akan melahirkan reaksi tindakan baik dalam beragam kondisi yang akan ditemuinya. Misalkan saja, anak yang terbiasa membuang sampah pada tempatnya, kebiasaan ini nantinya tidak hanya membentuk kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, tapi akan membentuk kebiasaan bereaksi pada apa pun secara tepat dan pada tempatnya,” terangnya.

Begitu pula jika terbiasa melanggar aturan, tentu juga akan melakukan pelanggaran-pelanggaran lainnya. Syariat Islam, setidaknya salah satu fungsinya, memang dirancang sebagai sarana untuk pelatihan dan pembiasaan agar landasan hidup manusia bisa dibangun.

“Seperti dilatih berhenti makan sebelum kenyang, menggunakan air secukupnya, shalat tepat waktu. Sebenarnya semua syariat jika dilakukan untuk melahirkan pribadi yang mulia. Kita akan menghindari berbohong, tidak berfikir merebut hak orang lain. Kita tahu batas-batasnya sehingga tidak akan menabraknya,” tambahnya.

Menurut Anis, ini semua yang seharusnya sejak dini dilatihkan. Bukan sekadar hafalan atau pengetahuan. Kanjeng Nabi pun sudah memiliki sifat shidiq dan amanah sejak sebelum menjadi Nabi.

“Belajar agama tentu tak sebatas sebagai pengetahuan saja, namun juga mempraktekannya dalam perbuatan. Jangan sampai ilmu hanya di ingatan saja, yang muncul sekadar sebagai wacana, namun tak tampak dalam perbuatan,” tambahnya.

Pesantren sendiri, demikian tambah Anis, meski ada level pengetahuan didalamnya, namun yang utama justru membentuk pribadi-pribadi mulia. Demikian juga para pahlawan kemerdekaan. Mereka tak menjadikan kekuasaan dan kekayaan sebagai dasarnya perjuangan, namun sebagai pengabdian kemanusiaan.

Dr. Abdul Jalil, salah narasumber yang hadir malam itu menyebutkan jika melihat tema tentang meniti batas, maka yang penting dipahami adalah bagaimana mengukur batas tersebut. Seperti halnya batas kesabaran.

“Padahal disebutkan. Kalau diperangi maka lawanlah. Namun jangan sampai melampaui batas. Lalu batas itu yang membuat siapa?” tanyanya.

Maka menurutnya etika dan sopan santun bisa menjadi salah satu batasan untuk melakukan tindakan tertentu.

Diskusi tersebut tampaknya memaksa ratusan penyaksi yang datang secara langsung maupun lewat berbagai kanal media, untuk kembali berfikir ulang tentang banyak hal yang selama ini dijalaninya. Kehadiran musik dari Sampak GusUran, tampaknya membantu menyegarkan jalannya Ngaji NgAllah Suluk Maleman tersebut. (Lingkar Network | Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anis Sholeh Ba’asyinInfo PatiKajian AgamaNgaji NgAllah Suluk Malemanpati
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Pimpin Apel HSN 2023, Pj Bupati Jepara Ingatkan Peran Santri Jihad Melawan Masalah Kesehatan

Next Post

Jelang Pemilu, Santri di Pati Diberi Pendidikan Politik lewat Film Dokumenter

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Upacara HUT ke-81 RI, DPRD Pati Ajak Jaga Semangat Perjuangan

Upacara HUT ke-81 RI, DPRD Pati Ajak Jaga Semangat Perjuangan

by ulfa puspa
17 Agustus 2026
507

PATI, Harianmuria.com – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengajak masyarakat melanjutkan perjuangan bangsa. Pesan itu disampaikan usai upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Alun-Alun Simpang Lima...

KUA PPAS 2027 Disetujui, Jajaran DPRD Pati Kawal Pelaksanaan APBD Tepat Sasaran

KUA PPAS 2027 Disetujui, Jajaran DPRD Pati Kawal Pelaksanaan APBD Tepat Sasaran

by ulfa puspa
17 Agustus 2026
513

PATI, Harianmuria.com – Jajaran DPRD Kabupaten Pati akan terus mengawal pelaksanaan APBD agar sesuai kebutuhan masyarakat seiring Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS)...

HUT ke-81 RI, Ketua DPRD Pati Ajak Masyarakat Perkuat Nasionalisme

HUT ke-81 RI, Ketua DPRD Pati Ajak Masyarakat Perkuat Nasionalisme

by ulfa puspa
17 Agustus 2026
510

PATI, Harianmuria.com — Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengajak memperkuat rasa nasionalisme serta mengisi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat. Hal tersebut disampaikan usai mengikuti kegiatan...

Ditanya Soal Mahar Seleksi Perangkat Desa, Ketua DPRD Pati: Saya Tidak Memerintahkan

Ditanya Soal Mahar Seleksi Perangkat Desa, Ketua DPRD Pati: Saya Tidak Memerintahkan

by ulfa puspa
15 Agustus 2026
523

PATI, Harianmuria.com – Sidang kasus dugaan korupsi pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati terus bergulir. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, saksi menyebut nama Ketua DPRD Pati Ali Badrudin...

Load More

BERITA UTAMA

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
512
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
529
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
529
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
530

TRENDING HARI INI

  • HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Gubernur Anwar Hafid Minta Forum Pemuda Sulteng Jadi Motor Pembangunan Daerah

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Dibuka Bupati Kendal, Juwero Food Festival Jadi Ajang Promosi Wisata dan Kuliner Triharjo

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Karantina Jawa Tengah Gaungkan Semangat Kemerdekaan untuk Perkuat Kedaulatan Hayati

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • KUA PPAS 2027 Disetujui, Jajaran DPRD Pati Kawal Pelaksanaan APBD Tepat Sasaran

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Waspada Hantavirus, Dinkes Jateng Jelaskan Gejala hingga Lokasi Rawan

Waspada Hantavirus, Dinkes Jateng Jelaskan Gejala hingga Lokasi Rawan

20 Mei 2026
555
RS Aisyiyah Kudus resmi naik status jadi rumah sakit tipe C bertepatan dengan milad ke-49.

RS Aisyiyah Kudus Resmi Jadi Tipe C, Luncurkan 6 Layanan Modern di Milad ke-49

28 Juli 2025
611

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya