• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Agustus 21, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Makna Ritual Wiwitan, Tradisi Pengukir Jepara Sebelum Proses Ukir

ulfa puspa by ulfa puspa
16 Maret 2026
in Jepara, News
67 1
Salah satu pengukir di Jepara, Roni, melakukan ritual wiwitan sebelum mengukir karya untuk pameran Tatah 2026. (Tomi Budianto/Harianmuria.com)

Salah satu pengukir di Jepara, Roni, melakukan ritual wiwitan sebelum mengukir karya untuk pameran Tatah 2026. (Tomi Budianto/Harianmuria.com)

522
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

JEPARA, Harianmuria.com – Di tengah industry furnitur yang serba cepat, sebagian pengukir di Jepara masih mempertahankan ritual wiwitan sebelum memulai proses ukir.

Salah satunya adalah Roni, pengukir yang tetap menjalankan ritual wiwitan sebelum mulai menatah kayu untuk karya yang akan dipamerkan dalam Pameran Tatah 2026.

Ritual wiwitan dilakukan Roni di bengkel kerjanya di Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, pada Sabtu, 14 Maret 2026. Wiwitan menjadi langkah awal sebelum pahat pertama menyentuh kayu.

Secara harfiah, wiwitan berarti awal atau permulaan. Dalam tradisi seni ukir Jepara, ritual ini dimaknai sebagai penyucian niat sekaligus doa agar proses penciptaan karya berjalan baik.

“Intinya adalah berdoa dan berniat. Orang Jawa itu memulai sesuatu selalu dengan niat yang bersih,” ujar Roni.

Bagi Roni, kayu bukan sekadar material kerja. Ia meyakini bahwa kayu memiliki energi, sehingga seorang pengukir perlu memulai proses berkarya dengan memohon izin kepada Sang Pencipta serta menghormati alam.

Ritual wiwitan biasanya dilakukan secara sederhana melalui doa bersama dan selamatan kecil. Dalam proses ini, seorang seniman berupaya melepaskan ego pribadi agar karya yang lahir tidak sekadar didorong ambisi, tetapi juga ketulusan batin.

Karya yang tengah digarap Roni nantinya dipamerkan dalam Pameran Tatah 2026 yang direncanakan berlangsung di Museum Nasional Indonesia pada April 2026.

Dalam tradisi Jawa, proses penciptaan kerap dimaknai sebagai perjalanan batin. Wiwitan menjadi titik awal perjalanan tersebut, sebuah laku spiritual yang menempatkan kerja sebagai bagian dari relasi manusia dengan yang ilahi.

Dari keteduhan batin itulah lahir karya yang tidak hanya menampilkan keterampilan teknis, tetapi juga memuat rasa. Garis-garis ukiran yang meliuk, spiral, dan organik dalam tradisi ukir Jepara tumbuh seperti sulur hidup yang mengikuti irama tangan pengukir.

Di tengah tuntutan produksi massal yang serba cepat, mempertahankan wiwitan menjadi pilihan yang tidak selalu mudah. Namun, bagi Roni dan sejumlah pengukir lain, tradisi ini tetap dijaga sebagai bagian dari cara mereka memaknai pekerjaan.

“Saya mencoba menerjemahkan tradisi ini ke masa kini. Esensinya tetap saya pegang,” jelasnya.

Menurutnya, setiap keping kayu yang ditatah membawa tanggung jawab budaya sekaligus sejarah panjang Jepara sebagai pusat seni ukir yang dipengaruhi berbagai peradaban, mulai dari Hindu, Buddha hingga Islam yang kemudian membentuk harmoni visual dalam tradisi ukir pesisir Jawa.

Kesadaran inilah yang juga menjadi salah satu landasan dalam penyelenggaraan Pameran Tatah 2026. Pameran tersebut ingin menunjukkan bahwa ukir Jepara bukan sekadar komoditas furnitur, melainkan warisan keahlian masyarakat yang lahir dari tradisi panjang dan laku spiritual.

Melalui ritual wiwitan, karya-karya yang akan dipamerkan diharapkan menjadi jendela bagi dunia untuk melihat wajah modernitas Jawa yang tetap bersahaja dan berpegang pada nilai-nilai tradisi.

Bagi Roni dan para pengukir yang terlibat dalam pameran ini, menjaga kearifan lokal bukan berarti menolak perubahan zaman. Sebaliknya, hal itu menjadi cara untuk memastikan bahwa dalam setiap kemajuan, masyarakat tetap memiliki akar budaya yang kuat.

Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Jeparajeparakabupaten jeparaTRADISIUkir Jepara
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Mudik Gratis 2026, Pemkab Pati Jemput Warga Perantau Hari Ini

Next Post

Sempat Ambrol, Jembatan Menawan Kudus Sudah Bisa Difungsikan Lagi

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Riset Mangrove Mangglo Jepara Raih Summa Cumlaude, DPRD Akan Tindak Lanjuti Jadi Perda

Riset Mangrove Mangglo Jepara Raih Summa Cumlaude, DPRD Akan Tindak Lanjuti Jadi Perda

by Rosyid
20 Agustus 2026
510

JEPARA, Harianmuria.com - DPRD Kabupaten Jepara mendorong hasil penelitian tentang pengelolaan mangrove di pesisir Mlonggo ditindaklanjuti menjadi peraturan daerah (Perda). Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat perlindungan kawasan...

Sekolah Rakyat Terpadu Jepara Resmi Beroperasi, Pendaftar Sempat Overload

Sekolah Rakyat Terpadu Jepara Resmi Beroperasi, Pendaftar Sempat Overload

by Rosyid
20 Agustus 2026
510

JEPARA, Harianmuria.com - Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) Jepara di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji, resmi beroperasi dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Kamis, 20 Agustus 2026....

Mahasiswa dari 14 Negara Belajar Langsung Membuat Ukiran Jepara

Mahasiswa dari 14 Negara Belajar Langsung Membuat Ukiran Jepara

by Sekar Sari
20 Agustus 2026
510

JEPARA, Harianmuria.com - Seni ukir Jepara dikenalkan secara langsung kepada 52 mahasiswa internasional dari 14 negara, melalui praktik membuat ukiran kayu dalam rangkaian Summer Course 2026 Buja Sejana...

4.802 Warga Jepara di 3 Desa Mengalami Krisis Air Bersih Sejak Juni 2026

4.802 Warga Jepara di 3 Desa Mengalami Krisis Air Bersih Sejak Juni 2026

by ulfa puspa
19 Agustus 2026
522

JEPARA, Harianmuria.com – Krisis air bersih masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara. Hingga 18 Agustus 2026, sebanyak 1.335 kepala keluarga (KK) atau 4.802 jiwa kesulitan mendapatkan air...

Load More

BERITA UTAMA

4.817 Lowongan Pekerjaan Tersedia di Job Fair Hari Jadi Jateng, Ada Peluang untuk Disabilitas

4.817 Lowongan Pekerjaan Tersedia di Job Fair Hari Jadi Jateng, Ada Peluang untuk Disabilitas

20 Agustus 2026
514
Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

19 Agustus 2026
530
Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
756
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
519

TRENDING HARI INI

  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Kampung Nelayan Merah Putih di Gempolsewu Kendal Segera Dibangun

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    136 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Proyek KNMP Gempolsewu Kendal Dikucur Rp3,6 Miliar, Ini Fasilitas yang Akan Dibangun

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    151 shares
    Share 60 Tweet 38
  • Warga Blimbing Blora Pertanyakan Pengelolaan 30 Persen Hasil Jual Minyak

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Sorot Penanganan Kekeringan di Pati, Ali Badrudin Sebut Butuh Solusi Berkelanjutan

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Bunda Melati Plus, Disdukcapil Kendal Bantu Adminduk Bayi Terdaftar BPJS Kesehatan

Bunda Melati Plus, Disdukcapil Kendal Bantu Adminduk Bayi Terdaftar BPJS Kesehatan

6 April 2026
588
Kolak, kuliner khas Ramadhan. (Freepik/Harianmuria.com)

Kolak hingga Pisang Ijo, Berikut Kuliner yang Sering Ditemui saat Ramadhan

23 Maret 2023
570

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya