KUDUS, Harianmuria.com — Jembatan di Dukuh Lundrak, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, kabupaten Kudus rampung diperbaiki dan bisa difungsikan pada Senin, 16 Maret 2026.
Jembatan menawan ambrol akibat tergerus banjir bandang pada Februari lalu. Perbaikan berjalan sesuai target yakni H-4 lebaran Idulfitri.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang meresmikan jembatan mengatakan bahwa infrastruktur infrastruktur tersebut sangat penting karena menjadi akses utama Dukuh Lundak dan Dukuh Kambangan.
“Hari ini kita resmikan jembatan Lundrak di Desa Menawan. Sebelumnya jembatan ini tergerus banjir bandang dengan kerusakan sekitar 60 persen. Alhamdulillah bersama jajaran Forkopimda, dinas PUPR, serta warga setempat bisa selesai dalam dua minggu,” ujarnya.
Jembatan Menawan memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat karena menjadi jalur utama aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga budaya warga di kawasan tersebut.
Bupati Kudus menyebut hampir seluruh anak sekolah di wilayah seberang sungai menggunakan jembatan ini setiap hari untuk berangkat ke sekolah.
“Ini akses yang sangat penting. Anak-anak sekolah hampir 100 persen lewat sini. Selain itu juga menjadi jalur sosial ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Secara teknis, jembatan yang telah diperbaiki memiliki panjang sekitar 12 meter dengan lebar 3,5 meter. Jembatan dilengkapi lapisan beton serta kerangka baja sehingga dinilai lebih aman dan kuat untuk dilalui kendaraan.
Kendati demikian, Sam’ani mengakui masih terdapat kemungkinan lendutan kecil pada konstruksi jembatan. Namun, hal tersebut masih dalam batas toleransi dan akan disempurnakan kembali pada tahap berikutnya.
“Kualitasnya sudah sekitar 80 persen. Kalau nanti ada lendutan sekitar 0,25 persen masih dalam batas toleransi. Nanti akan kita sempurnakan lagi, termasuk pengaspalan,” terangnya.
Menurut Bupati perbaikan jembatan ini bukan untuk memenuhi target lebaran melainkan respons terhadap kerusakan infrastruktur yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Sam’ani juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan, mulai dari jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat setempat yang bergotong royong memperbaiki jembatan.
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan daerah dapat berjalan lebih cepat ketika seluruh elemen masyarakat terlibat.
“Ini hasil kerja bersama. Berkat gotong royong TNI, Polri, pemerintah, dan warga, jembatan ini bisa selesai tepat waktu dan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat menjelang Lebaran,” ungkapnya.
Sebelumnya, jembatan Menawan mulai ambrol pada 12 Januari 2026 setelah pilar bagian timur tergerus derasnya arus sungai hingga mengalami kerusakan berat.
Akibat kerusakan tersebut, akses warga sempat terputus dan menyulitkan mobilitas masyarakat, terutama warga RW 4 Desa Menawan.
Sebagai solusi darurat, warga bersama aparat keamanan setempat membangun jembatan bambu secara swadaya agar aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan bahwa perbaikan jembatan dilakukan menggunakan metode penguatan struktur dengan selimut beton dan susunan batu untuk meningkatkan ketahanan konstruksi.
Anggaran yang digunakan untuk penanganan tersebut berasal dari dana pemeliharaan rutin pemerintah daerah dengan nilai sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Ulfa











