REMBANG, Harianmuria.com – Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, berpesan agar layanan RSUD dr. R. Soetrasno lebih ditingkatkan untuk menghadapi persaingan layanan dengan fasilitas kesehatan lainnya.
Menurut Wabup Hanies, kunci utama keberlangsungan rumah sakit terletak pada kualitas pelayanan yang manusiawi dan berorientasi pada pasien. Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan alat medis, tetapi harus dilandasi nilai-nilai kemanusiaan dan diberikan dengan sepenuh hati.
“Pelayanan rumah sakit harus berbasis kemanusiaan. Teknologi penting, tetapi sentuhan manusia dan empati tetap menjadi hal utama,” ujarnya dalam peringatan HUT ke-71 RSUD dr R Soetrasno Rembang pada Selasa, 10 Februari 2026.
Adaptasi teknologi dalam pelayanan kesehatan, kata Wabup Hanies, merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar, terutama bagi rumah sakit milik pemerintah daerah. Digitalisasi layanan dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pasien, sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi munculnya rumah sakit-rumah sakit baru di Kabupaten Rembang.
Menurutnya, persaingan layanan kesehatan harus dijawab dengan peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.
“Keunggulan rumah sakit bukan ditentukan oleh besar kecilnya bangunan, tetapi dari kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, dr. Samsul Anwar, menyampaikan bahwa manajemen rumah sakit terus berupaya melakukan inovasi layanan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui rencana pembukaan layanan poliklinik sore.
Layanan poliklinik sore tersebut akan menghadirkan sejumlah poli, di antaranya Poli Saraf, Poli Penyakit Dalam, Poli Jantung, Poli Jiwa, serta Poli Kebidanan dan Kandungan. Poliklinik sore dijadwalkan beroperasi mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, bahkan beberapa layanan hingga pukul 19.00 WIB.
Menurut dr. Samsul, pembukaan layanan sore bertujuan memperluas akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang bekerja pada pagi hingga siang hari dan kesulitan datang ke rumah sakit pada jam kerja.
“Kami ingin memberi kesempatan kepada masyarakat yang bekerja, seperti buruh pabrik, agar tetap bisa mendapatkan layanan poliklinik tanpa harus meninggalkan pekerjaannya,” jelasnya.
Meski RSUD telah memiliki layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, keberadaan poliklinik sore ini dimaksudkan untuk melengkapi layanan yang sudah ada, bukan menggantikannya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











