JEPARA, Harianmuria.com — Pemerintah Kabupaten Jepara meresmikan jalan tembus Duplak—Sumanding sebagai jalur alternatif penghubung menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling pada Jumat, 22 Mei 2026.
Jalan Duplak-Sumanding dengan panjang sekitar 6 kilometer dibuka sebagai solusi sementara setelah akses utama Desa Tempur terputus akibat longsor di sjumlah titik.
Wakil Bupati Jepara, M. Ibnu Hajar, menyampaikan jalur alternatif Duplak-Sumanding diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Pembukaan sekaligus peresmian jalan tembus ini menjadi bentuk komitmen pemerintah agar masyarakat Desa Tempur tetap terhubung dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal,” ucapnya.
Longsor Berulang, Pemkab Jepara Bikin Akses Baru ke Desa Tempur
Sebelumnya, longsor menyebabkan akses utama menuju Desa Tempur tertutup material longsor dan sempat mengisolasi wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Jepara kemudian membersihkan material dan membuka jalur alternatif dari arah Sumanding menuju Tempur.
Menurut Wabup Jepara pemerintah menyiapkan langkah lanjutan berupa pengerasan badan jalan dan penataan saluran air guna memastikan jalur alternatif Tempur–Sumanding aman dan nyaman dilalui masyarakat, khususnya saat musim hujan.
Sebagai informasi, data BPBD Jepara, sejak Maret 2026 terjadi lima kali longsor di Desa Tempur. Dari jumlah itu, dua peristiwa longsor terjadi pada 27 dan 28 Maret 2026. Longsor di Desa Tempat sempat menutup jalur utama kawasan desa wisata di lereng pegunungan Muria tersebut.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











