BLORA, Harianmuria.com – Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Blora mengganti 20 persen pengurus untuk periode 2026-2030.
Penggantian anggota PAC guna memperkuat structural partai di tingkat kecamatan dalam mempersiapkan pemilu mendatang.
PDI Perjuangan Blora menargetkan kursi ketua Dewan Perwakilan Rakyatr Daerah (DPRD) yang saat ini diduduki Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Upaya itu dilakukan Dewan Pimpinan Cabang (DPD) PDIP Blora, untuk dapat memperkuat struktural partai di tingkat kecamatan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Blora, Andita Nugrahanto, mengatakan reorganisasi ditingkat kecamatan melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) se-Kabupaten Blora menghasilkan pengurus baru sekitar 20 persen.
“(Masa jabatan) Ini sampai 2030. Ada pengurus lama dan ada pengurus baru, sekitar 15 hingga 20 persen (pengurus baru tingkat kecamatan),” kata Andita saat ditemui paska Musancab di GOR Mustika, Jumat, 22 Mei 2026.
Setelah pembaruan struktur, DPC PDI Perjuangan Blora berniat memperkuat kader di tingkat desa, sesuai slogan ‘partai wong cilik’.
Kendati demikian, partai berlambang banteng moncong putih ini belum mempersiapkan langkah untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2029.
“Kita belum fokus ke pilkada. Tahapan ini (pergantian pengurus) baru sampai di tingkat kecamatan. Target kita sampai di pergantian anak ranting, pada bulan Juni (2026) selesai,” katanya.
Andita mengungkapkan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah, memberikan mandat kepada pengurus untuk tetap solid.
“Semua harus diharmonisasi, tidak ada yang kisruh. Sebagai bukti, Musancab hari ini berjalan dengan lancar. Dihadiri 1200 kader dari 16 Kecamatan,” terangnya.
Menanggapi dinamika politik di era sekarang, pihaknya tetap berproses melakukan regenerasi kader. Menurutnya, dalam negara demokrasi, anak muda harus paham sistem politik untuk mencegah disinformasi, hingga keberanian bersuara.
“Kami siap menerima anak muda di Blora, yang akan bergabung dengan PDI Perjuangan, memahami demokrasi secara utuh,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











