JEPARA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Jepara membuat akses baru ke Desa Tempur menyusul kejadian longsor berulang pada awal 2026.
Pembukaan jalur baru itu rencananya dibuat untuk membuat akses alternatif jalan Sumanding-Tempur, Kecamatan Keling sepanjang 6 kilometer. Longsor di Desa Tempat sempat menutup jalur utama kawasan desa wisata di lereng pegunungan Muria tersebut.
Data BPBD Jepara, sejak awal Maret hingga sekarang sudah terjadi lima kali longsor di Desa Tempur. Dari jumlah itu, dua peristiwa longsor terjadi pada 27 dan 28 Maret 2026.
BPBD Jepara: 18 Titik Longsor di Desa Tempur, Ribuan Warga Terisolasi
Bupati Jepara, Witiarso Utomo (Mas Wiwit), menyampaikan bahwa progres pembukaan jalur baru telah mencapai sekitar 80 persen. Saat ini hampir 5 kilometer sudah berhasil dibuka.
“Target kami empat pekan ke depan jalur ini sudah bisa difungsikan,” katanya dalam keterangan yang diterima pada Senin, 30 Maret 2026.
Pemkab Jepara juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pengerasan badan jalan serta penataan drainase untuk memastikan jalur tetap aman dilalui, terutama saat musim hujan.
“Untuk anggarannya nanti akan kami anggarkan di APBD perubahan tahun ini,” imbuhnya.
Mas Wiwit berharap jalur Sumanding-Tempur menjadi akses vital baru yang lebih aman dan mampu mendukung konektivitas warga sekaligus geliat pariwisata di Desa Tempur.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa











