SEMARANG, Harianmuria.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mengirim bantuan bronjong dan sandbag untuk penanganan darurat longsor di Desa Tempur, Kabupaten Jepara.
Kepala BPBD Jateng, Bergas C. Penanggungan, mengatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk membantu penanganan darurat longsor di Jepara. Pihaknya juga sudah mengajukan permintaan bronjong ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Untuk bronjong sudah ada sekitar 100 unit yang disiapkan dan saat ini sudah ready di BPBD Jepara,” ujar Bergas saat dihubungi Selasa, 13 Januari 2026.
Selain bronjong, BPBD Jateng menyalurkan sandbag guna menangani tanggul-tanggul yang jebol, khususnya di sepanjang aliran sungai yang menyebabkan banjir. Sandbag tersebut diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru).
“Kemarin sudah kami bantu 1.000 sak sandbag, kemudian ditambah lagi 1.000 sak. Jadi total sudah 2.000 sak yang disalurkan,” jelasnya.
Pasca Longsor di Desa Tempur Jepara, Jalan Darurat Terbuka Meski Terbatas
Berdasarkan informasi yang diterima BPBD Jateng, kebutuhan sandbag untuk menutup titik-titik jebol di Desa Tempur mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 sak.
“Itu perhitungan kasar. Dua ribu sak ini dipakai dulu, sisanya akan diberikan bertahap sambil melihat perkembangan situasi di lapangan,” ucapnya.
Selain dukungan material, BPBD Jateng juga menyalurkan bantuan logistik lain berupa obat-obatan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) serta bantuan pangan dari Dinas Sosial.
Data BPBD Jateng, bencana banjir dan longsor di Jepara menyebabkan puluhan warga mengungsi. Saat ini tercatat sebanyak 14 kepala keluarga atau sekitar 60 jiwa harus meninggalkan rumah mereka.
Dalam penanganan darurat, BPBD Jateng juga memprioritaskan pembukaan akses jalan menuju Desa Tempur dan Desa Damarwulan yang sempat terputus akibat longsor. Upaya dilakukan dengan menggunakan alat berat untuk membuka dan melebarkan jalur yang tertimbun material longsor.
“Awalnya jalan sama sekali tidak bisa dilewati, kemudian sempat bisa dilewati sepeda motor. Tadi malam sempat terputus lagi, sekarang sudah dilebarkan sekitar satu meter agar bisa dilalui warga,” pungkasnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Ulfa











