JEPARA, Harianmuria.com – Sebanyak 59 kelompok peserta dalam Kirab Budaya Merah Putih Kabupaten Jepara 2026. Iring-iringan tersebut membawa tradisi dan figur yang melekat dengan identitas Jepara, seperti Perang Obor, Pesta Lomban, Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, hingga R.A. Kartini.
Peserta datang dari berbagai jenjang pendidikan dan kelompok masyarakat, mulai PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga peserta umum. Kirab berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026 dan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.
Wakil Bupati Jepara, M. Ibnu Hajar yang hadir mewakili Bupati Jepara mengatakan bahwa, kirab tidak seharusnya hanya dipandang sebagai ajang perlombaan untuk mencari pemenang.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengembangkan kebudayaan Jepara sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk ikut merasakan dampak kegiatan.
“Kami berharap kegiatan semacam ini dapat membuat budaya Jepara semakin dikenal, baik oleh masyarakat sendiri maupun masyarakat dari luar daerah,” katanya.
Ia menilai, keterlibatan anak-anak dan generasi muda dalam kirab ini sebagai bentuk meneruskan tradisi yang diwariskan leluhur.
“Lebih dari sekadar parade, Kirab Budaya Merah Putih Jepara 2026 memperlihatkan bagaimana sejarah dan tradisi dapat dihidupkan kembali melalui keterlibatan masyarakat. Di tengah arak-arakan itu, anak-anak mengenal cerita tentang leluhurnya, generasi muda mengambil bagian dalam menjaga tradisi, sementara masyarakat kembali menikmati kesenian yang menjadi bagian dari identitas Jepara,” terangnya.
Sementara salah satu juri, Sarjono, menyebut sejumlah aspek yang turut dinilai yakni penampilan, kreativitas, kekompakan, serta kesesuaian dengan tema yang ditentukan.
“Seluruh peserta telah memenuhi kriteria yang menjadi dasar penilaian,” ujarnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Sekar











