YOGYAKARTA, Harianmuria.com — Pembina Forum Guyub Nusantara, Kiai Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, turut buka suara terhadap kasus kekerasan yang terjadi pada sejumlah layanan penitipan anak (daycare) di Yogyakarta
Gus Yusuf menegaskan perlunya langkah serius dan terstruktur untuk memperbaiki sistem pengasuhan di tempat penitipan anak.
“Peristiwa ini menjadi peringatan penting bahwa kita masih memiliki celah besar dalam aspek regulasi, perizinan, tata kelola, serta pemantauan layanan daycare. Negara harus hadir secara nyata untuk memastikan keamanan dan kualitas pengasuhan anak,” ujar Gus Yusuf yang juga Pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah.
Menurut Gus Yusuf, pemerintah perlu segera mengambil langkah konret terkait kasus kekerasan di layanan penitiapn anak. Salah satunya dengan menyusun dan menegakkan regulasi yang jelas serta komprehensif terkait standar layanan daycare.
Selain itu, sistem perizinan harus diperketat agar seluruh layanan beroperasi secara legal dan memenuhi standar minimum yang telah ditetapkan.
“Tidak kalah penting, tata kelola harus diperbaiki, akuntabilitas diperkuat, serta pemantauan dilakukan secara berkala oleh dinas terkait. Ini menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak kita,” tambahnya.
Di sisi lain, Gus Yusuf juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menghadirkan solusi alternatif berbasis komunitas.
Menurutnya, pesantren, masjid, dan musala memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi tersebut melalui penyediaan layanan pengasuhan anak yang aman dan terjangkau.
“Kita bisa mengembangkan layanan pengasuhan anak berbasis komunitas dengan SOP yang jelas, melibatkan tenaga profesional, serta menjalin kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Tenaga Kerja, dan pihak terkait lainnya,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pelatihan dan sertifikasi bagi para pengasuh agar kualitas layanan tetap terjaga dan memenuhi standar yang dibutuhkan.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga keagamaan harus diperkuat untuk menciptakan ekosistem pengasuhan yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











