BLORA, Harianmuria.com – Warga Dusun Ngrowo, Desa Randulawang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora geram jalan dusun tak kunjung diperbaiki. Warga berujung swadaya memperbaiki jalan yang sudah rusak parah.
Koordinator aksi, Imam, mengaku miris melihat kondisi kampung halamannya. Pasalnya kondisi jalan yang saat ini diperbaiki secara swadaya telah mengalami kerusakan mencapai puluhan tahun.
“Pertama kita ini dilahirkan di Dusun Ngrowo ini. Jadi kita ini miris sekali ya melihat pembangunan jalan di Dusun kita ini sama sekali tidak tersentuh,” ujarnya, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut Imam, swadaya perbaikan jalan ini murni inisiatif pemuda dan warga setempat. Sebelumnya mereka sempat viral karena menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang sebagai bentuk protes.
Aksi mendapat respons Pemerintah Desa Randulawang dengan mengirim 4 rit grosok untuk jalur Ngrowo—Ngasem.
Namun, bagi warga, bantuan itu jauh dari cukup. Imam menantang perangkat desa, camat, hingga bupati untuk cari solusi. Mereka berharap agar jalan poros Ngasem itu dicor.
“Bagi kami itu kurang sekali. Bukan itu yang kami minta, tapi yang kami minta adalah jalan ini dicor betonisasi. Kami memberikan hak kepada kalian berupa pajak. Anda harus berpikir bagaimana caranya jalan ini bisa mulus, bisa dicor,” tegas Imam.
Warga pun kembali bergerak sejak aksi pertama. Kali ini lebih serius. Mereka patungan sewa ekskavator dan beli grosok kualitas terbaik.
“Ini kami menyewa ekskavator, ini juga nggak murah. Dengan uang pribadi, sedekah, iuran kita bersama,” kata Imam.
Tujuannya satu, kata dia, yakni warga bisa beraktivitas normal. Anak sekolah tak lagi kepleset, pedagang lancar jualan, warga kerja tak terhambat kubangan.
“Agar masyarakat kami ini bisa beraktivitas dengan baik, yang mau sekolah, mau kerja, mau dagang agar bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Senada, Mardi, warga setempat juga mengungkapkan aksi tersebut merupakan keluhan masyarakat. Warga setempat khususnya para perantau mengeluhkan hingga tahun 2026 jalan desanya tidak kunjung baik.
“Sekitar 20 orang pemuda. Lalu juga menurunkan grosok halus sebanyak enam dump truk dan satu ekskavator,” katanya.
Mardi juga masih berharap adanya solusi permanen terhadap kondisi jalan yang menjadi akses sehari-hari warga. Pasalnya kerusakan sudah berlangsung puluhan tahun.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











