BLORA, Harianmuria.com – Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di wilayahnya dalam kondisi aman.
Berdasarkan data stok harian per 23 April 2026, total ketersediaan pupuk mencapai ribuan ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan petani menjelang musim tanam.
Kepala DP4 Blora, Ngaliman, menyebutkan stok pupuk urea tercatat sebesar 925,753 ton, NPK Phonska 2.159,258 ton, pupuk organik Petroganik 894,096 ton, serta pupuk ZA 16,994 ton.
“Sebaran stok menunjukkan NPK Phonska mendominasi di hampir seluruh kecamatan. Stok tertinggi berada di Kecamatan Banjarejo sebesar 285,031 ton, diikuti Ngawen 229,296 ton, dan Japah 196,519 ton,” ujar Ngaliman, Senin, 27 April 2026.
Untuk pupuk urea, ia menjelaskan stok terbesar berada di Kecamatan Tunjungan sebanyak 104,674 ton, disusul Kecamatan Jati 93,410 ton, dan Japah 91,066 ton.
Sementara itu, ketersediaan pupuk Petroganik paling banyak terdapat di Kecamatan Ngawen sebesar 112,596 ton, kemudian Todanan 106,270 ton, dan Kunduran 97,640 ton.
“Adapun pupuk ZA relatif terbatas dan hanya tersedia di beberapa kecamatan, antara lain Tunjungan sebesar 7,551 ton, Todanan 6,359 ton, serta Kunduran 3,084 ton,” ujarnya.
Secara umum, seluruh kecamatan di Kabupaten Blora memiliki stok pupuk dengan komposisi yang bervariasi.
Ngaliman mencontohkan, Kecamatan Blora memiliki stok NPK Phonska sebesar 192,646 ton dan Petroganik 47,468 ton, sedangkan Kecamatan Cepu memiliki stok urea 57,005 ton dan NPK Phonska 55,320 ton.
Ia menambahkan, ketersediaan pupuk bersubsidi tersebut diharapkan mampu mencukupi kebutuhan petani, khususnya menjelang musim tanam. Pemerintah juga terus memantau distribusi agar penyaluran tepat sasaran.
“Ketersediaan ini kami harapkan dapat memenuhi kebutuhan petani, dengan distribusi yang terus diawasi agar tepat sasaran,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid











