BLORA, Harianmuria.com – Ketua Komisi C DPRD Blora, Mukhlisin, menyarankan pemerintah bertindak cepat merespons kenaikan harga aspal hingga kenaikan BBM nonsubsidi yang berimbas pada kenaikan bahan-bahan konstruksi lainnya.
Mukhlisin menilai respons cepat evaluasi saat ini sangat dibutuhkan agar dapat mengantisipasi kemungkinan terburuk baik meninjau ulang harga satuan proyek hingga potensi pelaksanaan di lapangan.
“Saran kami dari komisi C harus segera ada koordinasi dan evaluasi penyesuaian harga satuan. Agar nantinya anggaran dan program pemerintah daerah dapat menyesuaikan,” ujar Mukhlisin, Rabu, 22 April 2026.
Selain itu, kata dia, Pemkab Blora harus memastikan kenaikan material saat ini tidak memberatkan kontraktor ataupun menghambat program prioritas kepada masyarakat.
Harga Aspal Naik, Ini Penjelasan Pemkab Blora Soal Pengadaan Infrastruktur
Mukhlisin menyebut lonjakan harga aspal hingga material lainnya menjadi tantangan yang harus diprioritaskan meskipun Pemkab Blora sedang menghadapi kondisi anggaran yang sangat terbatas karena pemotongan dana transfer ke daerah.
“Kenaikan saat ini bila tidak disikapi dengan benar, nanti akan berdampak pada kualitas pengerjaan proyek, baik dari jalan maupun proyek lainnya,” katanya.
DPRD berharap Pemkab bisa lebih responsif, sehingga program pembangunan jalan atau konstruksi lainnya, tetap berjalan lancar dan masyarakat tidak dirugikan.
Sebelumnya diberitakan menurut data Pertamina Trading & Service, harga aspal per awal April 2026 mengalami kenaikan sekitar 20 persen, baik dari aspal curah eks refinery unit IV Cilacap maupun aspal kemasan drum eks Gersik.
Kenaikan itu dari harga semula pada bulan Maret hanya Rp9.400 per kilogram untuk aspal curah Cilacap, sekarang naik menjadi Rp11.565 per kilogram.
Begitu pula jenis aspal dalam kemasan drum eks Gersik mengalami kenaikan, dari sebelumnya sekitar Rp11.600 per kilogram pada Maret menjadi setara Rp13.600 per kilogram pada April.
Dalam satuan harga tersebut belum termasuk pajak PPN 11 persen, biaya pengiriman, hingga ongkos bongkar muat. Artinya, harga yang dibayar di lapangan bisa lebih tinggi.
PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi per 18 April ini, untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan harga tersebut dilakukan tanpa ada informasi sebelumnya kepada masyarakat.
Berdasarkan informasi harga BBM di situs Mypertamina, harga BBM Pertamax Turbo dengan RON 98 melonjak tajam dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter. Kenaikan juga dialami Dexlite dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 23.600 per liter.
Hal yang sama juga terjadi pada harga Pertamina DEX yang melesat dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter. Sementara harga BBM subsidi masih sama.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











