BLORA, Harianmuria.com – Parkir bahu jalan di Kabupaten Blora ditargetkan menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Rp100 juta per bulan. Semnetara hingga 31 Mei 2026, realisasi penerimaan mencapai sekitar Rp507 juta atau 40 persen dari target tahun ini sebesar Rp1,22 miliar.
Kepala UPTD Parkir Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Adhitya Mukti Sanjaya, mengatakan hingga saat ini perolehan masih terhitung 40 persen. Meskipun begitu, ia optimis penutupan bulan Juni 2026 mencapai 50 persen.
“Alhamdulillah target dari parkir bahu jalan berjalan baik. Target untuk tahun ini Rp1,220 miliar. Per tanggal 30 Mei mendapatkan Rp507 juta, bisa dibilang 40 persen,” beber Adhit, Selasa, 30 Juni 2026.
Memasuki akhir Bulan Juni 2026, ia menargetkan akan tembus 50 persen atau sekitar Rp600 miliar bila dihitung satu tahun 12 bulan.
Adhit menyebutkan, potensi parkir bahu jalan di Kabupaten Blora dari tahun ke tahun selalu dinamis atau mengalami perubahan. Hal itu menyusul kondisi bisnis yang digeluti pelaku usaha.
“(Potensi) Bisa keluar, bisa masuk, bisa nambah, bisa kurang. Karena parkir bahu jalan tergantung dari situasi dan kondisi warung atau usaha,” ujarnya.
Ia mengungkapkan potensi parkir cenderung menurun dikarenakan banyak pelaku usaha yang menutup usahanya tahun ini.
Sedangkan di sisi lain, hanya sekitar 10 kecamatan yang memiliki potensi parkir bahu jalan. Sebab sejumlah kecamatan seperti Japah, Jiken, dan Bogorejo belum memiliki potensi parkir yang signifikan sehingga belum ditempatkan petugas parkir.
“Jumlah titik di Blora kurang lebih 375 petugas parkir. Belum semua kecamatan, karena tidak semua kecamatan memiliki keramaian di pinggir jalan,” terangnya.
Adhit juga tidak menampik adanya kebocoran target parkir bahu jalan. Hal itu dikarenakan sikap petugas parkir di lapangan yang tidak jujur terhadap pendapatan harian.
“Kita upayakan digitalisasi, tapi SDM kita juga terbatas,” sambungnya.
Adhit menambahkan, realisasi PAD dari sektor parkir pada 2025 mencapai sekitar Rp1,1 miliar. Target penerimaan pun terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2022 hanya Rp500 juta, naik menjadi Rp1 miliar pada 2023, dan kembali meningkat menjadi Rp1,22 miliar pada 2026.
“Tahun depan kita targetkan naik Rp1,250 miliar, kita melihat realisasi bulanan. Kita lihat ini di perubahan,” ungkapnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar











