BLORA, Harianmuria.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas peternakan sapi di Desa Beganjing, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, mulai menggeliat.
Para peternak sibuk mempersiapkan sapi-sapi unggulan, terutama yang berukuran jumbo, untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban.
Tak tanggung-tanggung, sapi dengan bobot mendekati satu ton menjadi primadona pasar. Hewan ternak ini bahkan sudah dilirik pembeli dari luar kota, khususnya Jakarta.
Sugiati, anggota tim pemasaran peternak setempat, mengungkapkan bahwa sapi-sapi tersebut memang dipelihara secara khusus untuk momen Idul Adha.
Ia sendiri hanya terlibat dalam proses pemasaran saat musim kurban tiba.
“Kalau untuk perawatan harian sudah ada tim khusus. Saya biasanya ikut membantu saat penjualan saja,” ujar Sugiati, Sabtu, 2 Mei 2026.
Meski identik dengan pekerjaan laki-laki, Sugiati mengaku tak canggung menangani sapi berukuran besar. Baginya, hal itu sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di desa yang akrab dengan dunia peternakan.
Sementara itu, Kasno, pemilik peternakan sapi di desa tersebut, mengatakan permintaan sapi jumbo dari Jakarta, terutama wilayah Jakarta Utara, terus mengalami peningkatan setiap tahun.
“Kebanyakan pembeli memang mencari sapi dengan bobot besar, bahkan mendekati satu ton,” kata Kasno.
Untuk memenuhi permintaan itu, ia fokus membesarkan sapi-sapi unggul. Dalam setahun, pihaknya rutin mengirimkan ternaknya ke Jakarta, sebuah usaha yang telah ia jalani selama kurang lebih 15 tahun.
“Saya fokus ke sapi besar, kalau sapi kecil masyarakat (Blora dan sekitarnya) sudah banyak yang memelihara, sapi besar kan juga makannya banyak,” ujarnya.
Selain sapi jumbo, Kasno juga memelihara sapi berukuran sedang hingga kecil. Menariknya, sebagian ternak tersebut dititipkan kepada warga sekitar untuk dirawat, sebelum akhirnya dikumpulkan dan dikirim ke Jakarta menjelang Idul Adha.
“Alhamdulillah saya menemukan pasarnya di Jakarta, khususnya di Tanjung Priok,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono











