BLORA, Harianmuria.com – Harga minyak goreng subsidi, MinyaKita, di sejumlah distributor tembus Rp21 ribu di Kabupaten Blora. Sementara harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah di Rp15.700.
Lantaran kondisi tersebut, warga pun menyerbu stan mitra Bulog Blora yang menyediakan MinyaKita dengan harga lebih murah di Pasar Sido Makmur.
Salah satu pembeli, Lilis Juariah nekat ikut antre di tengah demi membeli MinyaKita dengan harga murah.
“Iya ini tadi antre basah-basahan, pengin mendapatkan minyak murah,” terangnya, Jumat, 24 April 2026.
Lilis menyebut harga MinyaKita di pasaran yang biasa dibeli di harga Rp21.000 per liter. Menurutnya harga yang dijual oleh pedagang mitra Bulog jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
“Kalau di pasaran harganya itu Rp21.000 per liter, kalau di sini tadi saya beli Rp15.700 per liter, jadi lebih murah,” terangnya.
Plt Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Blora Indah Yuniatik membenarkan jika harga minyak di Blora mengalami kenaikan.
Namun, pihaknya membantah jika ada isu minyak goreng di Blora mengalami kelangkaan.
“Kalau minyak goreng di Blora mengalami kenaikan, iya, tapi untuk disebut mendekati kelangkaan atau langka belum bisa dikatakan seperti itu,” ujar Indah, Jumat, 24 April 2026.
Indah menyebut masyarakat masih bisa membeli minyak goreng yang kemasan ataupun curah, yang biasa atau yang premium, meskipun dengan harga yang relatif tinggi.
Dia mengatakan masyarakat bisa mendapatkan harga lebih murah, jika membelinya dari pedagang mitra Bulog. Kalau untuk stok minyak kemasan di Blora masih sekitar empat ribu karton.
“Kalau dari mitra Bulog harganya Rp15.700 per liter,” paparnya.
Pihaknya menyampaikan, jika ada harga minyak yang mengalami kenaikan maka tim inflasi pemerintah daerah (TIPD) akan menindaklanjuti dengan melakukan droping minyak subsidi.
“Karena tugas TIPD itu salah satunya menstabilkan harga,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











