KUDUS, Harianmuria.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali melanjutkan penggalian fosil gajah purba di Situs Ngasingan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Memasuki tahun ketiga, penelitian di kawasan Situs Purbakala Patiayam itu difokuskan untuk mengungkap sisa-sisa fosil gajah purba jenis Elephas yang diperkirakan berusia hingga 500 ribu tahun.
Peneliti BRIN dan Center for Prehistoric and Austronesian Studies (CPAS), Retno Ayunindya, mengatakan ekskavasi dilakukan sebagai bagian dari penelitian berkelanjutan guna mengungkap lebih banyak bukti kehidupan prasejarah yang masih tersimpan di kawasan Patiayam, khususnya di Situs Ngasingan.
Ia menyebut kegiatan tahun ini merupakan kelanjutan dari penelitian yang telah berlangsung sejak dua tahun terakhir.
“Ini merupakan tahun ketiga kegiatan ekskavasi untuk menggali potensi fosil yang masih tersembunyi di lokasi Ngasingan,” ujarnya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Retno menjelaskan, lapisan endapan vulkanik dan fluvial di kawasan Patiayam masih berpotensi menyimpan fosil-fosil dengan usia yang lebih tua dibandingkan temuan sebelumnya.
Oleh karena itu, pihaknya terus memperluas area penggalian untuk memperoleh bukti baru mengenai kehidupan purba di wilayah tersebut.
“Kami berharap penggalian ini dapat menghasilkan lebih banyak temuan yang menjadi bukti otentik sejarah kehidupan masa lampau,” ujarnya.
Menurutnya, fokus utama penelitian tahun ini masih diarahkan pada pencarian fosil gajah purba jenis Elephas.
Lokasi Ngasingan dipilih karena pada penelitian sebelumnya berhasil ditemukan satu rangkaian fosil gajah purba yang relatif utuh dengan perkiraan usia mencapai 500 ribu tahun.
“Ini penemuan yang bisa dikatakan masterpiece karena kita menemukan satu himpunan tulang-tulang dari Elephas (gajah) yang cukup lengkap. Kita sedang fokus di Ngasingan untuk sebisa mungkin menampakkan bagian-bagian yang belum terungkap,” katanya.
Retno mengatakan selain mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, hasil ekskavasi juga akan dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan Situs Ngasingan menjadi pusat edukasi, penelitian, dan wisata sejarah.
Menurutnya, pemerintah bersama BRIN berencana membangun Museum Situs Ngasingan di kawasan Patiayam sebagai sarana pelestarian warisan prasejarah sekaligus destinasi wisata edukasi yang memperkenalkan sejarah kehidupan purba kepada masyarakat.
“Jadi nanti di sini akan dibuat semacam museum lapangan di mana itu bisa menjadi destinasi wisata dan pendidikan masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid











