PATI, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Pati mengusulkan pembangunan sudetan Sungai Juwana menuju lau sebagai antisipasi banjir di wilayah Kecamatan Juwana.
Pemerintah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk membuat sudetan sungai sepanjang sekitar 11 kilometer.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan untuk mendukung penanganan dan pencegahan banjir, pemerintah menganggarkan pengadaan alat berat dan normalisasi sungai.
“Kami terus berkoordinasi dengan BBWS untuk pelaksanaan sudetan Sungai Juwana, sekitar 11 kilometer dengan lebar sungai hingga 50-an meter agar dapat mengurangi dampak banjir di wilayah Juwana,” ujarnya pada Senin, 27 Juli 2026.
Sudetan sungai tersebut dimulai dari wilayah Desa Sinoman Widodo hingga Wedarijaksa, sehingga bisa langsung terbuang ke arah laut Jawa.
Usulan pembuatan sudetan sungai, di antaranya karena aliran Sungai Juwana menghadapi banyak kendala. Mulai dari parkir kapal hingga pendangkalan aliran sungai serta tumbuhnya tanaman enceng gondok yang mengganggu aliran air.
Menurut Chandra, terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera ditangani pemerintah terkait masalah banjir, yakni pendangkalan sungai hingga pertumbuhan enceng gondok yang mengganggu aliran air.
Ia menyebut butuh kerja sama lintas sektor agar persoalan yang dapat memicu banjir ditangani dan dimitigasi secara lebih efektif.
“Enceng gondok jangan hanya dipandang sebagai masalah. Tanaman ini bisa diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,” sambungnya.
Keberadaan Sungai Juwana dinilai penting dan memiliki fungsi strategis bagi masyarakat. Air sungai menjadi penopang sektor pertanian, perikanan, penyedia air bersih, serta memiliki potensi wisata.
“Sungai ini adalah sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, kelestariannya harus kita jaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” ucapnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











