BLORA, Harianmuria.com – Sedikitnya 25 rumah atau kepala keluarga di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora masih numpang listrik tetangga.
Pemerintah Kecamatan Banjarejo telah mengusulkan bantuan penyambungan listrik bagi sekitar 25 KK di Desa Buluroto namun tidak memenuhi verifikasi.
Kepala Desa Buluroto, Margono, mengatakan apabila ada program bantuan pemasangan listrik baru pihaknya selaku pemdes siap memfasilitasi
“Masih ada sekitar 25 kepala keluarga yang belum memiliki sambungan listrik sendiri dan masih ikut tetangga. Kalau ada bantuan dari pemerintah, kami siap menyalurkannya kepada warga yang membutuhkan,” katanya.
Di sisi lain Kepala Seksi Energi Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan, Slamet Widodo, menyampaikan bahwa usulan calon penerima bantuan yang diajukan Pemdes Buluroto telah melalui proses verifikasi dan validasi (verval) melalui aplikasi PLN.
“Hasil verval menunjukkan seluruh usulan belum memenuhi persyaratan karena belum masuk dalam daftar penerima subsidi listrik,” ujar Slamet, Selasa, 30 Juni 2026.
Selain itu, beberapa Nomor Induk Kependudukan (NIK) terdata telah terhubung dengan sambungan listrik yang sudah terpasang.
Menurutnya, kondisi tersebut diduga terjadi karena data pelanggan PLN yang telah terintegrasi dengan DTSEN Kementerian Sosial belum diperbarui sesuai kondisi riil di lapangan.
Karena itu, pihaknya meminta pemerintah desa dan pemerintah kecamatan segera memperbarui data DTSEN agar warga yang memenuhi syarat dapat kembali diusulkan sebagai penerima Program Bantuan Pasang Baru Listrik tahun 2027.
“Apabila data sudah diperbarui dan memenuhi persyaratan, warga dapat kembali diusulkan sebagai calon penerima bantuan pada tahun anggaran 2027,” ujarnya.
Slamet menjelaskan pengajuan bantuan dilakukan melalui proposal pemerintah desa yang dilengkapi data calon penerima berupa nama, NIK, dan Kartu Keluarga (KK).
“Seluruh usulan kemudian diverifikasi melalui aplikasi PLN untuk memastikan calon penerima merupakan pelanggan subsidi dan belum memiliki sambungan listrik mandiri,” ujarnya.
Adapun kuota bantuan listrik untuk Kabupaten Blora pada 2026 telah dialokasikan kepada 34 penerima.
“Usulan dari Desa Buluroto akan diproses untuk alokasi tahun 2027 setelah seluruh persyaratan administrasi dan hasil verifikasi dinyatakan memenuhi ketentuan,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blora Wardoyo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas ESDM terkait usulan bantuan penyambungan listrik bagi warga Buluroto.
Ia meminta pemerintah desa segera mengumpulkan data warga yang belum memiliki sambungan listrik mandiri beserta dokumen pendukung agar dapat diusulkan dalam program bantuan pemerintah.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











