• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Agustus 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Kilas Balik Istana Karesidenan Pati, Simbol Kejayaan Masa Kolonial Belanda

Sekar Sari by Sekar Sari
4 Oktober 2022
in Artikel
217 5
Istana Karisidenan Pati sebagai simbol kejayaan masa kolonial Belanda. (Istimewa/Harianmuria.com)

Istana Karisidenan Pati sebagai simbol kejayaan masa kolonial Belanda. (Istimewa/Harianmuria.com)

1.7k
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Setelah lama tidak difungsikan, istana Karesidenan Pati kini telah berubah fungsi menjadi kantor Dinas Pendidikan Wilayah 3 Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2020 lalu. Menurut catatan sejarah, bangunan yang telah berusia 200 tahun itu telah beberapa kali beralih fungsi.

Pada masa pemerintahan Belanda sekitar akhir tahun 1800 M menjadi tempat tinggal Residen Belanda untuk wilayah Karisidenan Pati. Lalu pernah menjadi rumah dinas kepala Bakorwil I Jawa Tengah predikat pengganti Residen.

Bangunan kokoh yang berada di depan gedung SMAN 1 Pati ini terdiri dari beberapa bagian istana. Kondisinya yang masih terawat sampai sekarang, mencerminkan bahwa bangunan tersebut cukup megah pada zamannya.

Kala itu, wilayah Karisidenan Pati mencakup daerah Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati sendiri, Kabupaten Rembang, Kabupaten Blora, dan Tuban (sebelum 1900an dan akhirnya menjadi bagian Karisidenan Bojonegoro).

Bangunan yang memiliki beberapa gedung di samping kanan dan kiri istana ini merupakan gedung Pavilium. Dulunya pavilion tersebut digunakan untuk tempat transit dan menginap para tamu yang berasal dari luar kota mapun luar negeri.

Jika ditelusuri ruangan yang ada di dalam istana, terdapat sebuah kamar yang dinamai Ruang Sri Sultan. Berdasarkan informasi  yang ada, hingga saat ini tempat tersebut sangat disakralkan. Adapun letak kamar tersebut berada di sisi sebelah kanan ruangan utama.

Pada tahun 1976 M, kamar itu pernah digunakan oleh Sri Sultan  Hamengkubuwono IX untuk menginap. Konon, ruangan itu digunakan sebagai tempat untuk merenung.

Selain itu, di ruangan utama terdapat sebuah lukisan foto para Residen dari masa ke masa. Sedangkan bagian luar istana  Karesidenan Pati ini terdapat sebuah halaman luas. Sedangkan disekitar halaman,  terdapat sebuah danau ikan yang ditanami bunga teratai merah.

Meski kompleks bangunan kuno seluas sekitar 5 hektare tersebut masih asri, namun masih saja ada cerita mistis yang terlanjur menyebar di masyarakat. Mengingat banyak rumor menyebar, bahwa dahulu ada lokasi di sekitar istana Karisidenan Pati yang digunakan sebagai tempat mengekseskusi pribumi.

Penjaga dan juru pelihara istana Karisidenan Pati menyebut, jika kolam nan tenang yang ada di sana dulunya dibuat untuk menghukum mati Pribumi. Para pribumi itu sengaja ditenggelamkan hidup-hidup karena dianggap membangkang. Bahkan tak sedikit pengunjung yang mendatangi lokasi tersebut mengaku seringkali mencium bau anyir darah ataupun suara rintihan.

Namun kesan seram itu kiranya akan kalah dengan ornamen dan arsitektur kuno nan terawat bangunan istana. Terlebih ada juga berbagai macam pohon langka yang tumbuh subur di sana. Maka tidak mengherankan apabila masyarakat setempat seringkali menjadikannya sebagai tempat bersuwafoto bahkan sesi foto pre wedding. (Kontributor Uin – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info PatiIstana Karesidenan PatiKolonial Belandapati
SummarizeShare123SendShare
Previous Post

200 Pembatik Hadir dalam Festival Batik Bakaran, Pj Bupati Pati: Semoga Menasional

Next Post

Nyala Lilin dan Tabur Bunga Suporter Macan Muria Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Ditanya Soal Mahar Seleksi Perangkat Desa, Ketua DPRD Pati: Saya Tidak Memerintahkan

Ditanya Soal Mahar Seleksi Perangkat Desa, Ketua DPRD Pati: Saya Tidak Memerintahkan

by ulfa puspa
15 Agustus 2026
522

PATI, Harianmuria.com – Sidang kasus dugaan korupsi pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati terus bergulir. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, saksi menyebut nama Ketua DPRD Pati Ali Badrudin...

Bandang Sebut DPRD Pati Tak Antikritik dan Demonstrasi Asal di Jalur yang Tepat

Bandang Sebut DPRD Pati Tak Antikritik dan Demonstrasi Asal di Jalur yang Tepat

by ulfa puspa
15 Agustus 2026
523

PATI, Harianmuria.com — Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menegaskan bahwa dewan terbuka terhadap kritik dan aksi demo masyarakat asal disampaikan di jalur yang tepat. Hal...

Respons DPRD Pati Soal Desakan Pernyataan Sikap Pengesahan UU Perampasan Aset

Respons DPRD Pati Soal Desakan Pernyataan Sikap Pengesahan UU Perampasan Aset

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
525

PATI, Harianmuria.com – Demo Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di gedung DPRD Pati pada Kamis, 13 Agustus 2026 tidak menemukan titik temu. Massa mendesak DPRD Pati menggelar rapat...

Soal Pengesahan RUU Perampasan Aset, DPRD Pati: Domain Pemerintah Pusat

Soal Pengesahan RUU Perampasan Aset, DPRD Pati: Domain Pemerintah Pusat

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
524

PATI, Harianmuria.com – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengatakan bahwa dewan mendukung pengesahan RUU Perampasan Aset. Namun, kata Ali, kewenangan untuk memproses dan mengesahkan regulasi merupakan domain...

Load More

BERITA UTAMA

Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
527
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
528
DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

13 Agustus 2026
528
Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

13 Agustus 2026
538

TRENDING HARI INI

  • Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    169 shares
    Share 68 Tweet 42
  • Rektor Termuda Rian Pramana Hibahkan Seluruh Gaji untuk Dosen dan Tendik Universitas Gresik

    646 shares
    Share 258 Tweet 162
  • Stok Beras Bulog di Blora Capai 12.700 Ton, Cukup untuk 1 Tahun ke Depan

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Pajak Air Tanah Naik 400 Persen, DPRD Semarang Dorong Industri Beralih ke PDAM

    153 shares
    Share 61 Tweet 38
  • Grobogan Gelar Pilkades Serentak di 223 Desa Tahun Ini, Ini Bocoran Jadwalnya

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • NgAllah Suluk Maleman: Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Perbaikan Jalan Semarang–Purwodadi Dijatah Rp2,4 M, Ruas Bringin Grobogan Jadi Prioritas

    203 shares
    Share 81 Tweet 51
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma

JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma

27 April 2026
586
Museum Kretek Kudus menghadirkan lebih dari 1.000 koleksi sejarah kretek.

Museum Kretek Kudus, Satu-Satunya Wisata Edukasi Sejarah Kretek di Indonesia

26 Juli 2025
729

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya