• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

NgAllah Suluk Maleman: Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan

Rosyid by Rosyid
16 Agustus 2026
in Pati, Artikel
69 5
Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman “Fiksi Merdeka” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Kabupaten Pati, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Harianmuria.com)

Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman “Fiksi Merdeka” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Kabupaten Pati, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Harianmuria.com)

570
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Pada momen bulan kemerdekaan, NgAllah Suluk Maleman “Fiksi Merdeka” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Kabupaten Pati, Sabtu, 15 Agustus 2026, kembali mengajak masyarakat untuk merenung.

Budayawan Anis Sholeh Ba’asyin menyebut merdeka harus diartikan mandiri atau berdaulat. Menurutnya, istilah merdeka dalam konteks geopolitik adalah terjemahan dari kata independen, yakni tidak bergantung pada yang lain. Dalam kaitan proklamasi kemudian diartikan sebagai pernyataan terlepas dari cengkraman penjajah.

“Jika kemerdekaan hanya dimaknai demikian, muncul kekhawatiran bahwa kemerdekaan hanya sekadar perpindahan dari penguasa lama ke penguasa baru. Dan kekhawatiran semacam itu pernah diungkap oleh Tan Malaka,” terang Anis.

Apa yang dikhawatirkan Tan Malaka, semakin ke sini terasa semakin nyata. Berbeda dengan fase awal kemerdekaan dimana semangat kerakyatan para tokoh bangsa masih sangat kental, sehingga tidak mencari kepentingan diri sendiri.

“Al Qur’an menyebut para syuhada itu terus hidup dan tidak mati. Kita tahu mereka yang gugur saat berjuang melawan penjajah adalah syuhada. Karena masih hidup, mereka pasti marah melihat negara yang dibentuk atas pengorbanan mereka ternyata berubah menjadi ajang kenduri sekelompok elite seperti ini? Tampaknya faktor ini tidak pernah diperhitungkan,” imbuhnya.

Anis kemudian menyoroti makna kata ‘rakyat’. Kata diserap dari bahasa Arab ra’iyah yang berarti: yang digembalakan, yang dipelihara, yang dijaga. Dalam kaitan ini, menjadi pemimpin artinya menjadi pemelihara, pengurus dan penjaga rakyatnya.

“Dari sisi ini, penggunaan istilah ‘pemerintah’ pada dasarnya tidak tepat, dan cenderung bias karena tekanannya pada sisi memberi perintah. Ini berkemungkinan membuat para pemegang kuasa merasa bebas memerintah, sementara rakyat hanya wajib mematuhinya,” ujarnya.

Dalam khasanah Jawa, Anis meneruskan, dikenal istilah pamong praja dan pangreh praja. Kalau istilah pemerintah dipahami dalam konteks pangreh praja, titik beratnya memang pada sisi memerintahnya.

“Seharusnya istilah yang tepat dipakai adalah pamong praja, karena titik beratnya adalah mengasuh dan melayani rakyat, bukan sisi sebagai pemberi perintah,” sambungnya.

“Kita harus ingat ada hadis yang menyebut bahwa setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan ditanya akan yang dipimpinnya,” ujar Anis mengingatkan.

Dari satu sisi, hadits ini menyiratkan bahwa kemerdekaan harus dimulai dari pribadi-pribadi yang merdeka mengelola dirinya, pribadi-pribadi yang merdeka sejak dari pikirannya.
“Hal ini penting untuk ditekankan, karena banyak bekas negara jajahan mengalami apa yang bisa disebut Stockholm syndrome, jatuh cinta pada penyandera atau penjajahnya. Sehingga gagal mengenali dan merealisasi peradabannya sendiri,” jelasnya.

Kecuali makna kata rakyat, Anis juga menjelaskan makna masyarakat. Masyarakat diserap dari kosa kata Arab ‘syaraka’, yang artinya artinya ikut serta atau berpartisipasi dalam dalam suatu ikatan dan kesepakatan bersama.

“Bila rakyat adalah posisi politik, maka masyarakat adalah posisi budaya atau peradaban, atau dalam kata lain lebih dekat dengan makna society dalam bahasa Inggris, atau masyarakat sipil,” kelas Anis.

“Kita seharusnya melihat masyarakat sebagai suatu entitas yang terikat dalam kepentingan bersama. Fungsi pemimpin adalah menjalankan kebijakan sesuai kesepakatan bersama tersebut. Bukan membuat kebijakan berdasar kemauan sendiri,” sambungnya.

Konteks keterikatan antar suku dan bangsa itu juga tercermin dalam sejarah panjang bangsa Indonesia. Baik sejak era kerajaan, hingga perjuangan dalam meraih kemerdekaan.

“Era kerajaan Demak melalui ratu Kalinyamat sudah memiliki kesadaran untuk mengirim pasukan ke Malaka untuk menghadang Portugis. Perlawanan Diponegoro walaupun dilakukan di Jawa tapi banyak dibantu pasukan dari Bugis, Ambon, dan berbagai daerah lainnya. Sehingga tidak hanya memperjuangkan kedaerahan saja,” terangnya.

Anis menambahkan, jejaring ulama di nusantara juga semakin menguatkan perjuangan terhadap kemerdekaan. Sehingga dia tak melihat perlawanan itu secara parsial melainkan memiliki keterkaitan yang cukup kuat.

“Narasi tanpa ada penjajahan Belanda tidak akan terbentuk negara Indonesia adalah narasi sesat. Karena sejak awal Indonesia bukan negara kosong. Ada banyak kerajaan dan ulama yang sudah saling terhubung menjadi suatu ikatan masyarakat yang kuat. Sehingga boleh dikatakan, Indonesia secara peradaban sudah terbentuk sebelum Belanda masuk. Belanda hanya menegaskan bahkan mereduksi wilayah,” imbuhnya.

Kerajaan-kerajaan yang tersebar di Indonesia itu bahkan dengan sukarela menyatakan dukungannya terhadap kemerdekaan dan pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini menunjukkan bagaimana jejaring nusantara sudah terbangun dengan begitu kuat.

“Harus diingat, para raja itu punya wilayah dan kekuasaan nyata. Tapi ketika kemerdekaan, mereka semua mendukung Indonesia. Kalau belum ada jejaring yang kuat, pasti Indonesia tidak akan terbentuk. Mereka menghindari ego sektoral kerajaan sendiri meski bisa mendeklarasikan kerajaannya masing-masing,” katanya.

Peran jejaring ulama juga tak kalah pentingnya dalam sejarah kemerdekaan. Resolusi jihad dari Kiai Hasyim Asy’ari memberi semangat besar dalam perlawanan melawan penjajah.

“Aceh baru mendengar proklamasi satu bulan kemudian. Setelah mendengar berita tersebut, para ulama segera berkumpul dan bersepakat mendukung proklamasi. Ini terjadi di semua daerah,” ujarnya.

Oleh karena itulah dengan semangat keterikatan masyarakat yang kuat itulah, Anis mengajak agar bangsa ini harus berani berdaulat. Sehingga apa yang dicita-citakan lewat kemerdekaan dapat benar-benar terwujud.

Topik yang menggugah semangat itu sendiri kian hangat dengan iringan musik dari Sampak GusUran. Ratusan masyarakat tampak khidmat menyaksikan baik secara langsung di Rumah Adab Indonesia Mulia atau melalui berbagai media sosial Suluk Maleman.

Editor: Rosyid

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
SummarizeShare41SendShare
Previous Post

BP3MI Jawa Barat Fasilitasi Pemulangan Jenazah Pekerja Migran Indonesia asal Indramayu dari Taiwan

Next Post

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Rosyid

Rosyid

Berita Terkait

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (kanan) yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) dan tong biru yang diduga untuk menyimpan hasil korupsi tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Antara/Harianmuria.com)

Diduga Tampung Uang Rp1,9 Miliar dalam Tong, KPK Ungkap 5 Klaster Korupsi Bupati Klaten

by Redaksi
16 Oktober 2026
506

JAKARTA, Harianmuria.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,9 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Uang tersebut termasuk...

15 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Inisiatif Tambal Jalan Desa Gunungmulyo Rembang

15 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Inisiatif Tambal Jalan Desa Gunungmulyo Rembang

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
511

REMBANG, Harianmuria.com – Jalan penghubung Desa Kalipang dengan Desa Lodan, tepatnya di Desa Gunungmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan dalam kurun 15 tahun....

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (kedua kiri) saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Dok. KPK/Harianmuria.com)

KPK Bawa 9 Orang dari Klaten untuk Diperiksa di Jakarta, Termasuk Bupati Hamenang dan Kepala BPK Jateng

by Redaksi
16 Oktober 2026
514

JAKARTA, Harianmuria.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sembilan dari 19 orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ke Jakarta. Bupati Klaten Hamenang...

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
508

BLORA, Harianmuria.com – SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi Rp1,9 miliar tahun anggaran 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dengan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
528
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus hadirkan layanan Cathlab tercover BPJS, pasien jantung dan stroke tak perlu lagi dirujuk ke kota besar.

Tak Perlu ke Kota Besar, Layanan Cathlab RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Sudah Tercover BPJS

17 September 2025
643
Gorengan khas Korea. (Freepik/Harianmuria.com)

Rekomendasi Gorengan Khas Korea yang Bisa Kamu Jadikan Menu Takjil

27 Februari 2023
1.4k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya