• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 13, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

KP2MI Dorong Penguatan Layanan Dasar Anak Pekerja Migran hingga Wilayah Perbatasan

ulfa puspa by ulfa puspa
1 Juli 2026
in Nasional, News
65 3
Rapat Koordinasi Teknis Kelompok Kerja I "Akses ke Layanan Dasar" yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Program INKLUSI di Jakarta. (dok for Harianmuria.com)

Rapat Koordinasi Teknis Kelompok Kerja I "Akses ke Layanan Dasar" yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Program INKLUSI di Jakarta. (dok for Harianmuria.com)

524
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

JAKARTA, Harianmuria.com – Pemenuhan hak-hak dasar anak pekerja migran menjadi perhatian Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

KP2MI mencatat hak dasar anak pekerja migran, seperti dokumen kependudukan, akses pendidikan, hingga perlindungan sosial, berbagai layanan dasar masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi melalui kebijakan yang terintegrasi lintas kementerian dan lembaga.

Persoalan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis Kelompok Kerja I “Akses ke Layanan Dasar” yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Program INKLUSI di Jakarta.

Forum ini menjadi wadah sinkronisasi kebijakan pemerintah dengan berbagai praktik baik yang telah dikembangkan mitra pembangunan agar dapat diadopsi sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.

Pertemuan tersebut bertujuan menyelaraskan program nasional, mengidentifikasi dukungan lintas sektor, serta memperkuat koordinasi antara kementerian/lembaga dan organisasi masyarakat sipil dalam fase lanjutan Program INKLUSI 2026–2029.

Dalam forum tersebut, Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI melalui Direktorat Reintegrasi dan Penguatan Keluarga memastikan isu keluarga pekerja migran, khususnya pemenuhan hak anak pekerja migran, menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan nasional.

Direktur Reintegrasi dan Penguatan Keluarga KP2MI, Hadi Wahyuningrum, menegaskan bahwa negara tidak boleh hanya berfokus pada pelindungan pekerja migran yang bekerja di luar negeri, tetapi juga harus memastikan keluarga yang mereka tinggalkan memperoleh perlindungan yang sama.

“Anak pekerja migran adalah bagian dari tanggung jawab negara. Mereka tidak boleh kehilangan hak atas identitas hukum, pendidikan, layanan kesehatan, maupun perlindungan sosial hanya karena orang tuanya bekerja di luar negeri. Pelindungan pekerja migran harus dimulai dari keluarganya,” terangnya.

Dalam diskusi, Mitra INKLUSI, Migrant CARE, memaparkan model perlindungan anak pekerja migran yang dikembangkan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Model tersebut mengintegrasikan layanan administrasi kependudukan, pendidikan, kesehatan, reintegrasi keluarga, hingga dukungan penganggaran daerah bagi anak-anak pekerja migran di wilayah perbatasan dan daerah transit.

Model ini sekaligus menjawab tantangan yang masih dihadapi KP2MI dan pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan terpadu bagi anak pekerja migran.

Pembahasan forum juga mengungkap sejumlah persoalan yang masih membutuhkan perhatian serius. Intervensi pemerintah bagi anak pekerja migran di wilayah perbatasan masih terbatas, sementara akses administrasi kependudukan menjadi prasyarat penting bagi pemenuhan hak-hak lainnya, termasuk pendidikan, jaminan sosial, dan layanan kesehatan.

Selain itu, anak-anak pekerja migran yang menempuh pendidikan di Community Learning Centre (CLC) maupun Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) masih menghadapi tantangan ketika akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Hambatan administratif dan belum optimalnya koordinasi lintas sektor menyebabkan sebagian anak berisiko kehilangan keberlanjutan pendidikan.

Menurut Hadi, tantangan tersebut semakin diperkuat belum tersedianya basis data nasional yang mampu menggambarkan kondisi anak pekerja migran secara utuh.

“Kita memerlukan tata kelola data yang lebih kuat. Saat ini belum tersedia data yang komprehensif mengenai anak pekerja migran, baik anak yang ditinggalkan orang tuanya bekerja di luar negeri maupun anak yang lahir di negara penempatan. Padahal data merupakan fondasi utama dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan sistem data menjadi salah satu langkah strategis agar intervensi pemerintah dapat dilakukan secara lebih efektif, mulai dari pemberian dokumen kependudukan, akses pendidikan, perlindungan sosial, hingga program pemberdayaan keluarga.

KP2MI juga menilai bahwa berbagai praktik baik yang telah dikembangkan oleh mitra pembangunan perlu didokumentasikan secara sistematis, dianalisis dampaknya, serta diidentifikasi ruang penyempurnaannya agar dapat direplikasi menjadi kebijakan publik yang berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan tujuan Program INKLUSI untuk mengintegrasikan praktik-praktik inovatif ke dalam sistem pembangunan nasional.

KP2MI juga mendorong penguatan sinergi bersama Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat sipil dalam membangun sistem layanan yang lebih inklusif bagi keluarga pekerja migran.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan mekanisme pelayanan yang tidak lagi bersifat sektoral, tetapi terintegrasi sejak tingkat desa, wilayah perbatasan, hingga daerah transit.

Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI menegaskan bahwa pelindungan pekerja migran tidak berhenti pada proses penempatan maupun kepulangan.

Negara memiliki kewajiban memastikan setiap anggota keluarga pekerja migran, terutama anak-anak, memperoleh hak-haknya secara utuh sebagai bagian dari pembangunan nasional yang inklusif.

“Tidak boleh ada satu pun anak pekerja migran yang tertinggal dari layanan dasar hanya karena status migrasi keluarganya. Kolaborasi lintas sektor harus menghasilkan kebijakan yang nyata, sehingga negara benar-benar hadir melindungi setiap warga negara, termasuk anak-anak pekerja migran Indonesia,” pungkasnya.

Jurnalis: Amelia Erisanna

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: berita nasionalKP2MInasionalpekerja migranPekerja Migran Indonesia
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

25 KK di Desa Buluroto Blora Masih Numpang Listrik Tetangga

Next Post

Musim Tanam Ketiga, Petani Mojorembun Rembang Optimalkan Embung hingga Pompanisasi

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Menteri P2MI - Mukhtarudin

KP2MI Siapkan 500 Ribu CPMI, 300 Ribu Lulusan SMK Dibidik Kerja Global

by Redaksi
11 Agustus 2026
514

JAKARTA, Harianmuria.com – Sebanyak 500.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) disiapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja global. KP2MI membidik 300.000 lulusan SMK melalui program Asta Mandala SMK...

Penandatanganan Perjanjian Kersama yang dilaksanakan Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi KP2MI dengan Direktur RSJ Manah Shanti Mahottama Bali.

KP2MI dan RSJ Manah Shanti Mahottama Bali Kerja Sama Beri Layanan Mental Bagi PMI Bermasalah

by Redaksi
11 Agustus 2026
510

BANGLI, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat layanan kesehatan mental bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Manah...

Dorong Reformasi Kejaksaan, Pengamat Hukum Desak Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diusut Tuntas

Dorong Reformasi Kejaksaan, Pengamat Hukum Desak Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diusut Tuntas

by ulfa puspa
10 Agustus 2026
517

JAKARTA, Harianmuria.com – Sejumlah pengamat hukum dan politik mendorong reformasi di tubuh Kejaksaan untuk memperkuat pengawasan serta memastikan penegakan hukum berjalan secara profesional dan berintegritas. Dorongan tersebut disampaikan...

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani dalam diskusi daring dengan Duta Besar RI untuk Republik Ceko, Rina P. Soemarno, pada Kamis (6/8/2026). (Dok. KP2MI/Lingkar.news)

Pasar Kerja Eropa Terbuka, KP2MI Jajaki Peluang Penempatan PMI ke Republik Ceko

by Redaksi
7 Agustus 2026
515

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjajaki peluang perluasan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Republik Ceko menyusul tingginya kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor...

Load More

BERITA UTAMA

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

12 Agustus 2026
518
Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

12 Agustus 2026
528
Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

11 Agustus 2026
543
Peternak Ayam di Grobogan Desak Pemerintah Stabilkan Harga Pakan dan Telur

Peternak Ayam di Grobogan Desak Pemerintah Stabilkan Harga Pakan dan Telur

10 Agustus 2026
521

TRENDING HARI INI

  • 80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Baru Masuk China, Ekspor Durian Sulteng Langsung Tembus 7.344 Ton

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Warga Binaan Rutan Blora Difasilitasi Pendidikan Kesetaraan Gratis hingga Dapat Ijazah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Jalan Semarang-Purwodadi di Grobogan Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Dugaan Keracunan MBG Terulang, DPRD Rembang Beri Peringatan Keras ke SPPG

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Dinkesda Blora menyebut kenaikan 145 kasus HIV hingga Agustus 2025 sebagai hasil dari screening masif yang kini lebih gencar dilakukan.

HIV di Blora Naik 145 Kasus, Dinkesda: Efek Screening Masif

29 September 2025
562
Istana Karisidenan Pati sebagai simbol kejayaan masa kolonial Belanda. (Istimewa/Harianmuria.com)

Kilas Balik Istana Karesidenan Pati, Simbol Kejayaan Masa Kolonial Belanda

4 Oktober 2022
1.7k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya