• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Agustus 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

KP2MI Dorong Penguatan Layanan Dasar Anak Pekerja Migran hingga Wilayah Perbatasan

ulfa puspa by ulfa puspa
1 Juli 2026
in Nasional, News
66 2
Rapat Koordinasi Teknis Kelompok Kerja I "Akses ke Layanan Dasar" yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Program INKLUSI di Jakarta. (dok for Harianmuria.com)

Rapat Koordinasi Teknis Kelompok Kerja I "Akses ke Layanan Dasar" yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Program INKLUSI di Jakarta. (dok for Harianmuria.com)

526
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

JAKARTA, Harianmuria.com – Pemenuhan hak-hak dasar anak pekerja migran menjadi perhatian Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

KP2MI mencatat hak dasar anak pekerja migran, seperti dokumen kependudukan, akses pendidikan, hingga perlindungan sosial, berbagai layanan dasar masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi melalui kebijakan yang terintegrasi lintas kementerian dan lembaga.

Persoalan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis Kelompok Kerja I “Akses ke Layanan Dasar” yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Program INKLUSI di Jakarta.

Forum ini menjadi wadah sinkronisasi kebijakan pemerintah dengan berbagai praktik baik yang telah dikembangkan mitra pembangunan agar dapat diadopsi sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.

Pertemuan tersebut bertujuan menyelaraskan program nasional, mengidentifikasi dukungan lintas sektor, serta memperkuat koordinasi antara kementerian/lembaga dan organisasi masyarakat sipil dalam fase lanjutan Program INKLUSI 2026–2029.

Dalam forum tersebut, Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI melalui Direktorat Reintegrasi dan Penguatan Keluarga memastikan isu keluarga pekerja migran, khususnya pemenuhan hak anak pekerja migran, menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan nasional.

Direktur Reintegrasi dan Penguatan Keluarga KP2MI, Hadi Wahyuningrum, menegaskan bahwa negara tidak boleh hanya berfokus pada pelindungan pekerja migran yang bekerja di luar negeri, tetapi juga harus memastikan keluarga yang mereka tinggalkan memperoleh perlindungan yang sama.

“Anak pekerja migran adalah bagian dari tanggung jawab negara. Mereka tidak boleh kehilangan hak atas identitas hukum, pendidikan, layanan kesehatan, maupun perlindungan sosial hanya karena orang tuanya bekerja di luar negeri. Pelindungan pekerja migran harus dimulai dari keluarganya,” terangnya.

Dalam diskusi, Mitra INKLUSI, Migrant CARE, memaparkan model perlindungan anak pekerja migran yang dikembangkan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Model tersebut mengintegrasikan layanan administrasi kependudukan, pendidikan, kesehatan, reintegrasi keluarga, hingga dukungan penganggaran daerah bagi anak-anak pekerja migran di wilayah perbatasan dan daerah transit.

Model ini sekaligus menjawab tantangan yang masih dihadapi KP2MI dan pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan terpadu bagi anak pekerja migran.

Pembahasan forum juga mengungkap sejumlah persoalan yang masih membutuhkan perhatian serius. Intervensi pemerintah bagi anak pekerja migran di wilayah perbatasan masih terbatas, sementara akses administrasi kependudukan menjadi prasyarat penting bagi pemenuhan hak-hak lainnya, termasuk pendidikan, jaminan sosial, dan layanan kesehatan.

Selain itu, anak-anak pekerja migran yang menempuh pendidikan di Community Learning Centre (CLC) maupun Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) masih menghadapi tantangan ketika akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Hambatan administratif dan belum optimalnya koordinasi lintas sektor menyebabkan sebagian anak berisiko kehilangan keberlanjutan pendidikan.

Menurut Hadi, tantangan tersebut semakin diperkuat belum tersedianya basis data nasional yang mampu menggambarkan kondisi anak pekerja migran secara utuh.

“Kita memerlukan tata kelola data yang lebih kuat. Saat ini belum tersedia data yang komprehensif mengenai anak pekerja migran, baik anak yang ditinggalkan orang tuanya bekerja di luar negeri maupun anak yang lahir di negara penempatan. Padahal data merupakan fondasi utama dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan sistem data menjadi salah satu langkah strategis agar intervensi pemerintah dapat dilakukan secara lebih efektif, mulai dari pemberian dokumen kependudukan, akses pendidikan, perlindungan sosial, hingga program pemberdayaan keluarga.

KP2MI juga menilai bahwa berbagai praktik baik yang telah dikembangkan oleh mitra pembangunan perlu didokumentasikan secara sistematis, dianalisis dampaknya, serta diidentifikasi ruang penyempurnaannya agar dapat direplikasi menjadi kebijakan publik yang berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan tujuan Program INKLUSI untuk mengintegrasikan praktik-praktik inovatif ke dalam sistem pembangunan nasional.

KP2MI juga mendorong penguatan sinergi bersama Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat sipil dalam membangun sistem layanan yang lebih inklusif bagi keluarga pekerja migran.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan mekanisme pelayanan yang tidak lagi bersifat sektoral, tetapi terintegrasi sejak tingkat desa, wilayah perbatasan, hingga daerah transit.

Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI menegaskan bahwa pelindungan pekerja migran tidak berhenti pada proses penempatan maupun kepulangan.

Negara memiliki kewajiban memastikan setiap anggota keluarga pekerja migran, terutama anak-anak, memperoleh hak-haknya secara utuh sebagai bagian dari pembangunan nasional yang inklusif.

“Tidak boleh ada satu pun anak pekerja migran yang tertinggal dari layanan dasar hanya karena status migrasi keluarganya. Kolaborasi lintas sektor harus menghasilkan kebijakan yang nyata, sehingga negara benar-benar hadir melindungi setiap warga negara, termasuk anak-anak pekerja migran Indonesia,” pungkasnya.

Jurnalis: Amelia Erisanna

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: berita nasionalKP2MInasionalpekerja migranPekerja Migran Indonesia
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

25 KK di Desa Buluroto Blora Masih Numpang Listrik Tetangga

Next Post

Musim Tanam Ketiga, Petani Mojorembun Rembang Optimalkan Embung hingga Pompanisasi

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Ketibaan jenazah di rumah duka di Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Sabtu (15/8/2026).

BP3MI Jawa Barat Fasilitasi Pemulangan Jenazah Pekerja Migran Indonesia asal Indramayu dari Taiwan

by Redaksi
15 Agustus 2026
512

INDRAMAYU, Harianmuria.com – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat memfasilitasi pemulangan jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial BI yang meninggal dunia saat bekerja di...

Jenazah PMI yang meninggal dunia di Taiwan tiba di rumah duka di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Jenazah PMI yang Meninggal di Taiwan Tiba di Bogor, Negara Pastikan Hak hingga Akhir Hayat

by Redaksi
15 Agustus 2026
513

KAB. BOGOR, Harianmuria.com – Jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial N yang meninggal dunia di Taiwan akhirnya tiba di rumah duka di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin. (Dok. KP2MI)

Sambut Visi Prabowo, Menteri Mukhtarudin Siap Cetak PMI Berdaya Saing Kelas Dunia

by Redaksi
14 Agustus 2026
516

JAKARTA, Harianmuria.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyambut positif visi Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks...

AMPB Bertahan di Paripurna, Minta Seluruh Anggota DPRD Pati Dengarkan Aspirasi | Harianmuria

AMPB Bertahan di Paripurna, Minta Seluruh Anggota DPRD Pati Dengarkan Aspirasi

by Redaksi
13 Agustus 2026
522

PATI, Harianmuria.com — Menggelar aksi sejak siang hari sekitar pukul 13.30 WIB, ratusan massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) masih menolak membubarkan diri dari Gedung DPRD Pati...

Load More

BERITA UTAMA

Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
527
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
528
DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

13 Agustus 2026
528
Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

13 Agustus 2026
538

TRENDING HARI INI

  • Keterangan foto: Penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gresik (UG) di Gresmall, Kamis (13/8/2026). (Dok. Universitas Gresik)

    Rektor Termuda Rian Pramana Hibahkan Seluruh Gaji untuk Dosen dan Tendik Universitas Gresik

    645 shares
    Share 258 Tweet 161
  • Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    166 shares
    Share 66 Tweet 42
  • Pajak Air Tanah Naik 400 Persen, DPRD Semarang Dorong Industri Beralih ke PDAM

    152 shares
    Share 61 Tweet 38
  • Bandang Sebut DPRD Pati Tak Antikritik dan Demonstrasi Asal di Jalur yang Tepat

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Ditanya Soal Mahar Seleksi Perangkat Desa, Ketua DPRD Pati: Saya Tidak Memerintahkan

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Perbaikan Jalan Semarang–Purwodadi Dijatah Rp2,4 M, Ruas Bringin Grobogan Jadi Prioritas

    203 shares
    Share 81 Tweet 51
  • Dana Hibah Rp20 Miliar untuk RSNU Kendal Dikawal Ketat, Monev Digelar Tiap Pekan

    176 shares
    Share 70 Tweet 44
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

PKG

80 Persen Warga Jateng Ditargetkan Terima Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

5 Februari 2025
695
Ilustrasi Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. (YouTube MSV Studio/Harianmuria.com)

Sejarah Singkat Peristiwa Hari Pahlawan yang Diperingati Setiap 10 November

10 November 2022
793

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya