• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Menelusuri Jejak Sejarah Tionghoa di Kudus Lewat Walking Tour

ulfa puspa by ulfa puspa
29 Juni 2026
in Kudus, News
71 1
Peserta walking tour kawasan pecinan wetan di Kabupaten Kudus pada Minggu, 28 Juni 2026. (dok for Harianmuria.com)

Peserta walking tour kawasan pecinan wetan di Kabupaten Kudus pada Minggu, 28 Juni 2026. (dok for Harianmuria.com)

553
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KUDUS, Harianmuria.com – Banyak tempat bersejarah di Kabupaten Kudus untuk ditelusuri, salah satunya di permukiman masyarakat Tionghoa. Masyarakat dapat mengikuti walking tour untuk mengetahui jejak perdagangan, industri, hingga tokoh Tionghoa yang berperan besar dalam perkembangan peradaban di Kota Kretek.

Permukiman masyarakat Tionghoa itu biasa disebut pecinan. Kawasan tersebut berada di Kudus timur.

Pemandu walking tour, Rohmat Hidayatullah atau yang akrab disapa Dayat, mengatakan kegiatan kali ini merupakan peluncuran rute baru yang mengangkat narasi sejarah Pecinan Wetan. Selama perjalanan, peserta diajak mengunjungi berbagai titik bersejarah yang menjadi saksi perkembangan ekonomi masyarakat Tionghoa di Kudus.

“Pagi ini kita walking tour untuk rute baru, tentang Pecinan Wetan. Kita mengenalkan permukiman Tionghoa di Kudus Timur, termasuk tokoh-tokoh Tionghoa yang aktif dalam perniagaan. Ada sejarah perusahaan besar seperti Djarum dan Nojorono, juga bagaimana perdagangan orang-orang Tionghoa dulu berkembang di Kudus,” ujar Dayat, Minggu, 28 Juni 2026.

Rute Pecinan Wetan dimulai dari Tugu Identitas Kudus, kemudian menuju kawasan Nojorono di Perempatan Bitingan yang menyimpan kisah NV Moeria dan NV Trio. Perjalanan dilanjutkan ke Jenang Muntjul, Brak Djarum Bitingan Lama, hingga PR Sidodadi yang berkaitan dengan tokoh Djohar Manik.

Di sela perjalanan, peserta diajak menikmati jajanan khas seperti bolang-baling dan cakue sebelum melanjutkan kunjungan ke Griya Rahardja, Ruko Hans, dan RS Miriam yang memiliki keterkaitan dengan organisasi CHTH (Cung Hua Cung Hwi).

Perjalanan berlanjut ke Teater Djarum, bekas Melkerij Ong In Biauw yang kini menjadi Polytron, pabrik Kecap Njah Biek, Djarum Pusat, dan berakhir di Klenteng Hok Hien Bio.

Dayat menjelaskan, kegiatan walking tour rutin digelar setiap dua pekan sekali dengan total 12 rute reguler yang telah disusun. Selain itu, penyelenggara juga menghadirkan special tour yang mengangkat tema-tema tertentu.

“Walking tour ini kami adakan dua pekan sekali. Total ada 12 rute reguler, tapi ada juga special tour yang menyesuaikan tema. Jadi peserta bisa mendapatkan pengalaman sejarah yang berbeda-beda,” katanya.

Menurutnya, konsep berjalan kaki sambil mendengarkan cerita sejarah dipilih agar masyarakat, khususnya generasi muda, lebih mudah mengenal sejarah Kota Kudus dengan cara yang lebih menarik, rekreatif, sekaligus edukatif.

“Kita ingin mengenalkan sejarah dan narasi kota dengan cara berbeda. Tidak seperti di ruang kuliah, tapi lebih rekreatif dan edukatif. Kudus punya potensi cerita sejarah yang luar biasa, mulai dari keislaman, wali, pabrik rokok, jalur kereta, sampai kawasan pecinan,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut juga terus meningkat. Jika biasanya setiap pelaksanaan diikuti sekitar 25 peserta, pada walking tour Pecinan Wetan kali ini jumlah peserta mencapai 31 orang.

Dayat menilai tingginya partisipasi tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal sejarah daerahnya melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kami melihat semakin banyak anak muda yang tertarik mengikuti walking tour. Ini menjadi tanda bahwa sejarah lokal bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan,” pungkasnya.

Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Jatengkabupaten kuduskuduswisata jatengwisata Kudus
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Tak Sekadar Jual Gerabah, Griya Kramik Balong Blora Jadi Wisata Edukasi

Next Post

Eksepsi Sudewo Ditolak, Sidang Korupsi DJKA dan Pengisian Perades Pati Dilanjut Pekan Depan

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Wamendagri Usulkan Jateng Jadi Model Penanganan Tuberkulosis di Selurh Daerah

Wamendagri Usulkan Jateng Jadi Model Penanganan Tuberkulosis di Selurh Daerah

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
514

DEMAK, Harianmuria.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus mengusulkan Jawa Tengah sebagai model percontohan penanganan tuberkulosis untuk seluruh Indonesia. Rencana tersebut disampaikan saat meninjau Layanan Active Case...

Bahas Revisi Perda tentang Kepala Desa dan Perades, DPRD Kudus Jaring Aspirasi Masyarakat

Bahas Revisi Perda tentang Kepala Desa dan Perades, DPRD Kudus Jaring Aspirasi Masyarakat

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
524

KUDUS, Harianmuria.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus menggelar forum dengar pendapat membahas revisi aturan tentang pemerintahan desa, Rabu, 14 Oktober 2026. Ketua DPRD Kabupaten Kudus,...

Jateng Catat 1.778 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, 234 Terjadi di Sekolah

Jateng Catat 1.778 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, 234 Terjadi di Sekolah

by ulfa puspa
13 Oktober 2026
516

SEMARANG, Harianmuria.com – Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 1.778 kasus yang terlaporkan. Dari jumlah tersebut, 234 kasus terjadi di sekolah. Kasus kekerasan...

DPRD Jateng menerima audiensi Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes (APPKB) di Ruang Rapat Pimpinan Lantai I Gedung Berlian, Kota Semarang, Senin (12/10/2026). (Rizky Syahrul/Harianmuria.com)

Warga Menanti Sejak 1997, DPRD Jateng Kawal Pemekaran Brebes Selatan

by Redaksi
12 Oktober 2026
527

SEMARANG, Harianmuria.com – DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berkomitmen mengawal aspirasi pemekaran Brebes Selatan agar usulan pembentukan calon daerah otonom baru (CDOB) tidak kehilangan momentum di tengah penyusunan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
528
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Sejumlah anak mengikuti lomba makan kerupuk di Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (17/8/2023). Acara tersebut digelar dalam rangka menyemarakkan HUT ke-78 RI (Antara/Harianmuria.com)

Mengulik Manfaat Lomba HUT RI bagi Anak Menurut Psikolog

17 Agustus 2023
634
Intip Momen Lamaran Seleb Tiktok AndreySetyawanp Cahyanirynt, Elegan banget!

Intip Momen Lamaran Seleb Tiktok AndreySetyawanp Cahyanirynt, Elegan banget!

19 Agustus 2023
693

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya