KUDUS, Harianmuria.com — Revitalisasi tahap I Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota, Rendeng, Kabupaten Kudus resmi diserahterimakan pada Senin, 20 April 2026.
Pemerintah Kabupaten Kudus, melalui program ini ingin menghadirkan ruang publik yang tidak hanya nyaman, tetapi juga edukatif, khususnya dalam menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini.
Director Communications Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menyampaikan bahwa revitalisasi telah dimulai sejak Oktober tahun 2025. Pekerjaan meliputi penataan landscape, pembangunan taman hias, hingga penambahan fasilitas pendukung.
“Perbaikan fasilitas pendukung seperti toilet umum juga dilakukan, termasuk penambahan enam unit mobil aki dan enam unit motor aki untuk anak-anak,” ujarnya.
Kawasan Taman Lalu Lintas juga akan dilengkapi taman edukasi yang dirancang khusus bagi anak-anak. Ia berharap kehadiran fasilitas tersebut dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
“Nanti anak-anak juga bisa menggunakan untuk belajar,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan pentingnya kesadaran tertib berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut aktivitas di jalan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
“Tertib lalu lintas itu penting. Perjalanan adalah kebutuhan pokok, karena banyak aktivitas kehidupan dilakukan di jalan,” ujarnya.
Sam’ani juga mengingatkan bahwa keselamatan di jalan berkaitan erat dengan keluarga yang menunggu di rumah.
“Kita harus tertib berlalu lintas, karena keluarga menunggu kita,” tegasnya.
Melalui keberadaan taman edukasi lalu lintas ini, Sam’ani mengajak seluruh masyarakat Kudus untuk mulai mengenalkan aturan lalu lintas kepada anak-anak sejak dini.
“Tanamkan sejak dini tertib berlalu lintas,” imbuhnya.
Ia juga menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan untuk bersinergi dengan Satuan Lalu Lintas dalam meningkatkan penertiban serta pengamanan di jalan.
Kapolres Kudus Heru Dwi Purnomo turut mengapresiasi kolaborasi antara Djarum Foundation dan Pemerintah Kabupaten Kudus dalam menghadirkan taman edukasi tersebut.
“Ini bentuk edukasi, khususnya kepada pelajar dan anak-anak kita untuk tertib berlalu lintas,” tuturnya.
Ia berharap, dengan adanya fasilitas edukasi ini, tingkat pelanggaran lalu lintas di wilayah Kudus dapat terus menurun seiring meningkatnya kesadaran masyarakat.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











