• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Agustus 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Fenomena Tanah Gerak dan Resiko Bencana

ulfa puspa by ulfa puspa
12 Februari 2026
in Artikel
71 4
Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta, Muhamad Kundarto. (Dok for Harianmuria.com)

Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta, Muhamad Kundarto. (Dok for Harianmuria.com)

579
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Fenomena kejadian tanah gerak (soil creep) yang terjadi pada Senin, 2 Februari 2026 pukul 19.00 di wilayah Desa Padasari Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal telah menimbulkan kerusakan permukiman, fasilitas umum, infrastruktur dan peternakan. Tercatat kerusakan 863 unit rumah rusak ringan sampai berat. Jumlah pengungsi mencapai 575 KK atau 2.461 jiwa (sumber : BPBD Prov. Jateng).

Tanah gerak merupakan peristiwa pergeseran lapisan tanah yang terjadi secara perlahan-lahan namun terus menerus, yang biasanya dipicu oleh akumulasi kejenuhan air akibat curah hujan tinggi. Tambahan air ini bersifat aktif, sedangkan potensi tanah bersifat pasif.

Karakteristik tanah yang mudah bergerak bisa dipicu pada kondisi tanah lempung. Jenis lempung (clay) montmorillonit yang biasa terdapat pada tanah kelabu kehitaman, mempunyai sifat mengembang di musim hujan atau saat kadar airnya tinggi, dan mengkerut membentuk rekahan ketika di musim kemarau.

Sifat kembang kerut ini berpotensi meretakkan bangunan di atasnya apabila pondasi kurang kuat. Biasanya bagian bawah pondasi diberi lapisan pasir untuk meredam agresivitas jenis tanah ini, yang biasa diberi nama jenis tanah Grumusol atau Vertisol.

Sebaran tanah ini biasanya pada cekungan yang relatif kedap air atau pada hamparan tanah alluvial yang banyak terdapat di pantai utara Jawa.

Diagnosa berikutnya adalah keberadaan lapisan argilik, yaitu sebuah lapisan di dalam profil tanah dengan akumulasi lempung (clay) lebih tinggi dari lapisan di atasnya. Akumulasi terjadi karena proses perpindahan lempung dari atas ke bawah seiring waktu. Hal ini sering terjadi pada jenis tanah merah di daerah perbukitan, yang di dalam klasifikasi tanah dinamakan tanah Alfisol atau Ultisol.

Saat tanah basah akibat curah hujan tinggi dengan durasi lama, lapisan argilik ini berpotensi menjadi bidang gelincir yang mengakibatkan lapisan di atasnya akan bergerak.

Besar kecilnya gerakan lapisan tanah ini juga dipengaruhi oleh kelerengan atau tingkat kecuraman. Makin curam, pergerakan bisa menjadi tanah longsor, yaitu massa tanah yang berpindah secara cepat. Makin landai, pergerakan makin pelan cenderung menjadi tanah gerak (soil creep).

Fenomena di lapangan, dimana variasi kerelengan sangat tinggi, bisa terjadi secara bersamaan. Walaupun secara makro terjadi tanah gerak, mungkin pada titik-titik tertentu yang lerengnya curam terjadi tanah longsor.

Fenomena tanah longsor juga sering diawali tanda-tanah tanah yang mulai bergerak, seperti terbentuknya rekahan tanah yang memanjang, amblesan dan bentuk batang pohon tahunan yang biasanya lurus tegak tapi banyak yang tumbuh melengkung karena adaptasi posisi bagian pangkal pohon yang mengalami pergerakan pelan seiring waktu.

Fenomena tanah gerak ini juga memerlukan kajian pelengkap dari aspek batuan (geologi), apakah ada lapisan kedap di bawahnya atau fenomena sesar, yaitu patahan lapisan yang bisa bergerak naik atau turun.

Sehingga apa yang kita sebut tanah gerak, bisa saja diawali bagian dalam merupakan dampak dari lapisan batuan yang bergerak.

Penyebab tanah gerak dan tanah longsor ini menarik untuk dikaji oleh para pakar di bidangnya, sebagai bahan pembelajaran ke depan, terutama dalam memberikan rekomendasi peruntukan lahan yang ideal.

Secara sederhana, masihkah layak kawasan itu untuk permukiman atau bangunan sipil teknis lainnya.

Seiring penanggulangan bencana tanah gerak ini, sepertinya perlu dilakukan relokasi massal untuk memindahkan permukiman ke lokasi yang lebih aman dari bencana. Tentu proses ini butuh waktu, beaya dan tenaga dari para pihak terkait.

Penulis: Muhamad Kundarto*

*) Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta
*) Pengurus Pusat Himpunan Ilmu Tanah Indonesia
*) Tim Teknis Proklim Kementerian Lingkungan Hidup

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Bencana AlamJatengperistiwatanah gerak
SummarizeShare42SendShare
Previous Post

Komunitas Kucing Tolak Restorative Justice Kasus Kekerasan Hewan di Blora

Next Post

Panen Raya MT 1, Bupati Rembang Soroti Irigasi dan Modernisasi Pertanian

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Lagi, Oro-Oro Kesongo Blora Semburkan Lumpur Setinggi 10-15 Meter

Lagi, Oro-Oro Kesongo Blora Semburkan Lumpur Setinggi 10-15 Meter

by ulfa puspa
7 Agustus 2026
558

BLORA, Harianmuria.com – Objek wisata geologi Oro-Oro Kesongo, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora menyemburkan lumpur pada Jumat, 7 Agustus 2026. Tercatat hingga pukul 11.30 WIB,...

Kapal Freezer di Galangan Desa Sendangmulyo Rembang Terbakar, Diduga Akibat Puntung Rokok

Kapal Freezer di Galangan Desa Sendangmulyo Rembang Terbakar, Diduga Akibat Puntung Rokok

by ulfa puspa
3 Agustus 2026
516

REMBANG, Harianmuria.com – Kapal freezer di galangan kapal Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang ludes terbakar pada Minggu, 2 Agustus 2026. Pelaksana tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana...

Warga Temukan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Tasikagung Rembang, Ada Luka di Dahi dan Kepala

Warga Temukan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Tasikagung Rembang, Ada Luka di Dahi dan Kepala

by ulfa puspa
29 Juli 2026
537

REMBANG, Harianmuria.com – Warga Dukuh Rembangan, Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang menemukan mayat pria tanpa identitas di tepi Pantai Tasikagung pada Rabu, 29 Juli 2026 sekitar pukul 05.30 WIB....

2 Pabrik Garmen di Jateng PHK Ribuan Karyawan, Disnakertrans Kawal Hak Pekerja

2 Pabrik Garmen di Jateng PHK Ribuan Karyawan, Disnakertrans Kawal Hak Pekerja

by ulfa puspa
27 Juli 2026
548

SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah menanggapi kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) di dua perusahaan garmen, PT Victory Apparel di Kota Semarang...

Load More

BERITA UTAMA

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
516
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
530
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
530
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
530

TRENDING HARI INI

  • HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Gubernur Anwar Hafid Minta Forum Pemuda Sulteng Jadi Motor Pembangunan Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Karantina Jawa Tengah Gaungkan Semangat Kemerdekaan untuk Perkuat Kedaulatan Hayati

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Merah Putih Berkibar, Veteran Asal Jepara Kenang Kembali Pengabdian di Timor Timur

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • KUA PPAS 2027 Disetujui, Jajaran DPRD Pati Kawal Pelaksanaan APBD Tepat Sasaran

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Muslimah yang memerlukan skincare saat puasa. (Freepik/Harianmuria.com)

5 Produk Skincare yang Wajib Dipakai saat Puasa Menurut Pakar

3 April 2023
630
PROGRAM PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS

Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dimulai Bulan Depan, Siapa Sasarannya?

3 Januari 2025
588

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya