• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Fenomena Tanah Gerak dan Resiko Bencana

ulfa puspa by ulfa puspa
12 Februari 2026
in Artikel
85 6
Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta, Muhamad Kundarto. (Dok for Harianmuria.com)

Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta, Muhamad Kundarto. (Dok for Harianmuria.com)

697
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Fenomena kejadian tanah gerak (soil creep) yang terjadi pada Senin, 2 Februari 2026 pukul 19.00 di wilayah Desa Padasari Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal telah menimbulkan kerusakan permukiman, fasilitas umum, infrastruktur dan peternakan. Tercatat kerusakan 863 unit rumah rusak ringan sampai berat. Jumlah pengungsi mencapai 575 KK atau 2.461 jiwa (sumber : BPBD Prov. Jateng).

Tanah gerak merupakan peristiwa pergeseran lapisan tanah yang terjadi secara perlahan-lahan namun terus menerus, yang biasanya dipicu oleh akumulasi kejenuhan air akibat curah hujan tinggi. Tambahan air ini bersifat aktif, sedangkan potensi tanah bersifat pasif.

Karakteristik tanah yang mudah bergerak bisa dipicu pada kondisi tanah lempung. Jenis lempung (clay) montmorillonit yang biasa terdapat pada tanah kelabu kehitaman, mempunyai sifat mengembang di musim hujan atau saat kadar airnya tinggi, dan mengkerut membentuk rekahan ketika di musim kemarau.

Sifat kembang kerut ini berpotensi meretakkan bangunan di atasnya apabila pondasi kurang kuat. Biasanya bagian bawah pondasi diberi lapisan pasir untuk meredam agresivitas jenis tanah ini, yang biasa diberi nama jenis tanah Grumusol atau Vertisol.

Sebaran tanah ini biasanya pada cekungan yang relatif kedap air atau pada hamparan tanah alluvial yang banyak terdapat di pantai utara Jawa.

Diagnosa berikutnya adalah keberadaan lapisan argilik, yaitu sebuah lapisan di dalam profil tanah dengan akumulasi lempung (clay) lebih tinggi dari lapisan di atasnya. Akumulasi terjadi karena proses perpindahan lempung dari atas ke bawah seiring waktu. Hal ini sering terjadi pada jenis tanah merah di daerah perbukitan, yang di dalam klasifikasi tanah dinamakan tanah Alfisol atau Ultisol.

Saat tanah basah akibat curah hujan tinggi dengan durasi lama, lapisan argilik ini berpotensi menjadi bidang gelincir yang mengakibatkan lapisan di atasnya akan bergerak.

Besar kecilnya gerakan lapisan tanah ini juga dipengaruhi oleh kelerengan atau tingkat kecuraman. Makin curam, pergerakan bisa menjadi tanah longsor, yaitu massa tanah yang berpindah secara cepat. Makin landai, pergerakan makin pelan cenderung menjadi tanah gerak (soil creep).

Fenomena di lapangan, dimana variasi kerelengan sangat tinggi, bisa terjadi secara bersamaan. Walaupun secara makro terjadi tanah gerak, mungkin pada titik-titik tertentu yang lerengnya curam terjadi tanah longsor.

Fenomena tanah longsor juga sering diawali tanda-tanah tanah yang mulai bergerak, seperti terbentuknya rekahan tanah yang memanjang, amblesan dan bentuk batang pohon tahunan yang biasanya lurus tegak tapi banyak yang tumbuh melengkung karena adaptasi posisi bagian pangkal pohon yang mengalami pergerakan pelan seiring waktu.

Fenomena tanah gerak ini juga memerlukan kajian pelengkap dari aspek batuan (geologi), apakah ada lapisan kedap di bawahnya atau fenomena sesar, yaitu patahan lapisan yang bisa bergerak naik atau turun.

Sehingga apa yang kita sebut tanah gerak, bisa saja diawali bagian dalam merupakan dampak dari lapisan batuan yang bergerak.

Penyebab tanah gerak dan tanah longsor ini menarik untuk dikaji oleh para pakar di bidangnya, sebagai bahan pembelajaran ke depan, terutama dalam memberikan rekomendasi peruntukan lahan yang ideal.

Secara sederhana, masihkah layak kawasan itu untuk permukiman atau bangunan sipil teknis lainnya.

Seiring penanggulangan bencana tanah gerak ini, sepertinya perlu dilakukan relokasi massal untuk memindahkan permukiman ke lokasi yang lebih aman dari bencana. Tentu proses ini butuh waktu, beaya dan tenaga dari para pihak terkait.

Penulis: Muhamad Kundarto*

*) Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta
*) Pengurus Pusat Himpunan Ilmu Tanah Indonesia
*) Tim Teknis Proklim Kementerian Lingkungan Hidup

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Bencana AlamJatengperistiwatanah gerak
SummarizeShare50SendShare
Previous Post

Komunitas Kucing Tolak Restorative Justice Kasus Kekerasan Hewan di Blora

Next Post

Panen Raya MT 1, Bupati Rembang Soroti Irigasi dan Modernisasi Pertanian

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Dilaporkan Hilang, Wanita Asal Njeruk Ditemukan di Dekat Embung Sambongan Rembang

Dilaporkan Hilang, Wanita Asal Njeruk Ditemukan di Dekat Embung Sambongan Rembang

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
545

REMBANG, Harianmuria.com – Mayat perempuan ditemukan di bibir Embung Sambongan wilayah Desa Jatimudo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang pada Rabu, 14 Oktober 2026. Korban diketahui dilaporkan meninggalkan rumah pada...

Piutang Pajak di Jateng Capai Rp2,4 Triliun, Bapenda Genjot Sektor Pajak Kendaraan

Piutang Pajak di Jateng Capai Rp2,4 Triliun, Bapenda Genjot Sektor Pajak Kendaraan

by ulfa puspa
18 September 2026
519

SEMARANG, Harianmuria.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah mencatat piutang pajak di Jateng cukup besar mencapai 2,4 triliun berdasarkan hasil audit tahun 2025. Kepala Bapenda Jateng,...

Diduga Terjatuh dari Pohon Jati, Warga Kunden Grobogan Ditemukan Meninggal

Diduga Terjatuh dari Pohon Jati, Warga Kunden Grobogan Ditemukan Meninggal

by ulfa puspa
10 September 2026
537

GROBOGAN, Harianmuria.com – Seorang warga Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan ditemukan meninggal dunia di area persawahan pada Rabu, 9 September 2026.   Korban berinisial N (75 diduga...

Terseret Gelombang Laut Mahbang Jepara, Nelayan Asal Indramayu Belum Ditemukan

Terseret Gelombang Laut Mahbang Jepara, Nelayan Asal Indramayu Belum Ditemukan

by ulfa puspa
31 Agustus 2026
538

JEPARA, Harianmuria.com – Nelayan asal Indramayu, Jawa Barat yang hilang di perairan Mahbang, Kabupaten Jepara masih dalam pencarian sejak dilaporkan pada Sabtu, 29 Agustus 2026 malam. Kepala Pelaksana...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
637
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • 3 Tahun Jalankan PSN Mandiri, Kasus DBD di Parakan Kendal Berhasil Ditekan

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Masjid Saka Tunggal, salah satu yang tertua di Jawa Tengah. (Google Map/Harianmuria.com)

7 Masjid Tertua di Jawa Tengah, Ada yang Dibangun Sebelum Era Walisongo

28 Oktober 2022
1.3k
Pelajari pentingnya etika komunikasi dan literasi digital dalam melawan hoaks dan manipulasi informasi di era digital.

Dari Hoaks ke Literasi: Mengajarkan Etika Komunikasi di Era Manipulasi Digital

3 Oktober 2025
742

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya