BLORA, Harianmuria.com – SMP Negeri 1 Sambong, Kabupaten Blora yang sudah rusak dalam dua tahun terakhir masuk prioritas program revitalisasi pemerintah pusat 2026.
Kepala Sekolah SMPN 1 Sambong, Wiwik Sulistiyowati, mengungkapkan kerusakan terjadi bertahap selama dua tahun belakangan. Namun, beberapa bulan terakhir kerusakan semakin parah.
“Kondisi paling parah terjadi pada 15 Desember 2025, saat atap dan plafon tiba-tiba ambrol dan menyebabkan kerusakan cukup berat pada beberapa ruang kelas,” ujar Wiwik pada Jumat, 30 Januari 2026.
Akibat kejadian tersebut kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan dengan memanfaatkan ruang yang tersedia, seperti ruang laboratorium dan ruangan lainnya.
“Anak-anak saat ini berpindah-pindah. Tapi kita berharap agar segera diperbaiki agar anak itu nyaman dalam pembelajaran,” harapnya.
Sementara itu Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI Mariman Darto yang juga alumni dari SMP Negeri 1 Sambong, mengungkapkan bahwa bangunan tersebut telah berdiri sejak dirinya duduk di bangku SMP.
Bangunan yang rusak parah dan tidak dapat digunakan itu termasuk bangunan lama, dibangun sekitar tahun 1983. Ia menilai beberapa bagian konstruksi mulai mengalami kerusakan dan memerlukan penanganan segera, dan dimasukkan ke prioritas program revitalisasi.
“Ini salah satu contoh sekolah yang sudah lama berdiri. Saya angkatan yang kedua di sekolah ini,” kata Mariman saat meninjau kondisi bangunan rusak di SMPN 1 Sambong.
Mariman menyoroti kerusakan pada bagian atap dan plafon yang ambrol, serta sejumlah titik lainnya yang dinilai berbahaya bagi keselamatan siswa maupun tenaga pendidik di sekolah tersebut.
“Ambrolnya atap plafon dan yang lainnya tentu sangat berbahaya, sehingga saya minta agar seluruh ruang kelas dicek kembali,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi serupa juga berpotensi terjadi di bangunan lain, sehingga diperlukan pengecekan menyeluruh terhadap keamanan bangunan sekolah, terutama yang usia bangunan yang sudah tua.
Mariman menegaskan kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan sarana prasarana pendidikan yang layak. Ia menyebut revitalisasi sekolah menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau sekolah tidak berwujud layak, tentu sarana prasarana pendidikan belum terpenuhi,” katanya.
Ia berharap program revitalisasi sekolah dapat segera terwujud sehingga sekolah dapat berkembang menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berbudaya, termasuk memenuhi komponen pendukung sekolah Adiwiyata.
Selain kerusakan bangunan, ia juga menekankan pentingnya peningkatan sanitasi sekolah sebagai bagian dari perhatian pemerintah dalam penyediaan fasilitas pendidikan yang sehat.
“Kami berharap banyak, perhatian anak-anak kepada soal-soal berkaitan dengan kemandirian dan sekolah hijau. Itu kami ingin nanti embung di sebelah belakang dan saluran sanitasi,” katanya.
Mariman menambahkan SMPN 1 Sambong merupakan satu-satunya sekolah jenjang SMP di wilayah Kecamatan Sambong, sehingga revitalisasi sarana prasarana sekolah tersebut dinilai penting untuk menjaga layanan pendidikan di daerah setempat.
“Ini satu-satunya sekolah menengah pertama di Sambong, tentu siswanya sangat besar. Sehingga kita pastikan aman dan nyaman, tentunya dengan fisik yang bagus,” katanya.
Sebagai informasi, program revitalisasi sekolah tahun anggaran 2026 dialokasikan mencapai Rp100 triliun untuk tahap pertama. Total anggaran dari APBN itu menyasar 11.446 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











