BLORA, Harianmuria.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dapat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp100 triliun untuk program revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia.
Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Mariman Darto, saat meninjau sekolah rusak di SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora pada Jumat, 30 Januari 2026 mengungkapkan ada 11.446 sekolah yang masuk tahap awal revitalisasi.
Mariman mengatakan revitalisasi sekolah tersebut dalam proses penganggaran. Setelah verifikasi dan validasi (verval) serta verifikasi lanjutan selesai, pelaksanaan fisik ditargetkan dapat dimulai pada Februari hingga Maret 2026 dengan estimasi pengerjaan 90 sampai 100 hari.
“Target selesai bulan Juni sudah bisa digunakan,” katanya.
Pemerintah juga menyiapkan tahap kedua revitalisasi sekolah dengan tambahan sekitar 60 ribu sekolah yang rencananya dikerjakan pada awal Maret 2026.
Ditinjau Kemendikdasmen, SMPN 1 Sambong Blora Masuk Prioritas Revitalisasi 2026
Tahap dua program revitalisasi sekolah itu sudah memperoleh persetujuan Menteri Keuangan RI
“Anggaran revitalisasi sekolah tahun 2026 tahap awal diperkirakan lebih dari Rp100 triliun,” ungkapnya.
Mariman menyebut, khusus di Kabupaten Blora pada 2025 menjadi daerah dengan alokasi tertinggi se-Jawa Tengah.
Sebanyak 66 satuan pendidikan di Blora mulai jenjang PAUD hingga SMA/SMK menerima dana revitalisasi sebesar Rp62,4 miliar dari APBN 2025. Rinciannya terdiri atas empat TK, 27 SD, 27 SMP, tiga SMA, dan lima SMK.
Mariman menjelaskan revitalisasi sarana prasarana pendidikan merupakan unsur penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Secara nasional, program revitalisasi semula menargetkan 10.440 satuan pendidikan.
Namun melalui pendekatan swakelola jumlahnya meningkat menjadi 16.141 satuan pendidikan dengan anggaran tetap Rp99,97 triliun.
Program revitalisasi meliputi rehabilitasi gedung sekolah serta pembangunan ruang kelas baru (RKB), khususnya bagi sekolah dengan jumlah siswa meningkat. Fokus perbaikan diarahkan pada atap, toilet, dan pengecatan, dengan perhatian khusus pada kelayakan sanitasi sekolah.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











