KUDUS, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus telah mengajukan permohonan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan pascabencana di Kota Kretek.
Sekertaris Daerah (Sekda) Kudus, Revlisianto Subekti, mengungkapkan nilai bantuan pascabencana yang diajukan Rp394,2 miliar. Dana bantuan ini untuk penanganan bencana hidrometereologi yang melanda pada awal Januari 2026.
“Permohonan bantuan ini diperlukan karena kami membutuhkan sinkroniasi dan dukungan penanganan dari BNPB,” katanya.
Ada sejumlah prioritas perbaikan dan penanganan pascabencana tersebut. Untuk pemulihan sosial ekonomi pascabencana pada 26 Desa Tangguh Bencana (Destana) yang membutuhkan bantuan senilai Rp6,3 miliar.
“Lalu untuk kebutuhan sarpras alat berat penanganan darurat dan pascabencana membutuhkan bantuan senilai Rp3,1 miliar,” ujarnya.
2.890 Ha Sawah di Kudus Masih Terendam Banjir, Dispertan Proses Pengajuan Asuransi
Selanjutnya, kebutuhan alat berat untuk pencegahan bencana sebanyak 5 unit dibutuhkan anggaran senilai Rp16 miliar. Serta untuk perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) membutuhkan anggaran Rp6,7 miliar.
“Kami juga mengusulkan bantuan perbaikan untuk 95 ruas jalan senilai Rp124 miliar, 15 jembatan senilai Rp103 miliar, 75 sekolah senilai Rp15 miliar dan 49,25 ton bantuan benih padi senilai Rp1,3 miliar,” paparnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga menganggarkan untuk perbaikan 28 unit rumah tinggal senilai Rp1,4 miliar dan perbaikan 3 fasilitas kesehatan senilai Rp2,5 miliar.
Prioritas bantuan penanganan pascabencana yang diusulkan Pemkab Kudus ke BNPB yakni juga mencakup perbaikan irigasi, sungai, drainase, bantuan pupuk urea, dumptruck, truck skylift dan perimbasan pohon, area traffic control system, guardrail, marka jalan, rambu kecil, perbaikan jaringan traffic light, controller traffic light, kendaraan operasional fasilitas kesehatan, dapur umum lapangan dan kendaraan operasional, motor trail, mobil layanan MCK serta truk evakuasi.
“Kami prioritaskan semuanya karena memang dibutuhkan,” tandasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa











