PATI, Harianmuria.com – Ribuan warga Kabupaten Pati hingga Sabtu, 17 Januari 2026 masih terdampak banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi sejak 9 Januari 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mencatat 62.179 jiwa dan 16.939 rumah terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, mengatakan banjir di Pati dikarenakan curah hujan tinggi sehingga membuat Sungai Silugonggo dan sungai-sungai lainya meluap.
“Bencana hidrometeorologi mulai Jumat 9 Januari 2026 sekitar pukul 18.00 WIB hujan sangat deras. Kejadian hujan ini berlanjut sampai saat ini, meskipun intensitasnya turun tetapi di daerah hulu masih hujan deras sehingga dampaknya masih terasa,” terangnya.
Berikut adalah data wilayah terdampak banjir dilansir dari BPBD Pati:
- Dukuhseti: 15.323 jiwa, 565 hektare sawah, 5.102 rumah, 303 hektare tambak (Desa Alasdowo, Tegalombo, Kembang, Dukuhseti)
- Juwana: 11.895 jiwa, 449 hektare sawah, 2.922 rumah (Desa Tluwah, Jepuro, Kedungpancing, Bumirejo, Doropayung)
- Pati Kota: 10.275 jiwa, 472 hektare sawah, 1.707 rumah (Sugihrejo, Mustokoharjo, Dengkek, Geritan, Sinoman, Widorokandang, Purworejo)
- Jakenan: 8.167 jiwa, 1.273 hektare sawah, 2.022 rumah (Tondomulyo, Karangrowo, Sidoarum, Ngastorejo, Bungasrejo)
- Gabus: 4.693 jiwa, 731 hektare sawah, 1.335 rumah (Tanjang, Babalan, Banjarsari, Gempolsari, Mintobasuki)
- Wedarijaksa: 4.095 jiwa, 685 rumah (Ngurenrejo, Pagerharjo, Ngurensiti)
- Sukolilo: 3.501 jiwa, 2.860 hektare sawah, 975 rumah (Kasiyan, Poncomulyo)
- Tayu: 2.393 jiwa, 64 hektare sawah, 1.067 rumah (Margomulyo, Sambiroto)
- Margorejo: 1.127 jiwa, 229 hektare sawah, 535 rumah (Jimbaran, Bumirejo, Jambean)
- Margoyoso: 276 jiwa, 137 hektare sawah, 474 rumah (Bulumanis Kidul)
- Kayen: 525 hektar sawah, 155 jiwa (Talun, Pasuruhan)
- Batangan: 115 rumah (Raci, Ketitang, Ngening)
Meskipun di dua kecamatan yakni Winong dan Tambakromo sudah surut dari luapan Sungai Godo, BPBD meminta kepada warga khususnya yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk terus waspada akan kemungkinan kenaikan air mengingat curah hujan masih tinggi.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Ulfa











